Info Jual-Beli Properti Tanah di Ngaglik Sleman

  • 4 min read
  • May 30, 2020

Kelebihan Usaha Jual Beli Tanah di Jogja dan Cara Membeli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja tentu bisa jadi salah satu bisnis jual beli yang diidamkan sebagian besar orang. Keadaan ini berkaitan dengan wilayah Yogyakarta yang amat potensial sehingga di masa yang akan datang mempunyai kans nilai jual yang bagus. Tapi tentunya diperlukan kiat khusus biar usaha jual-beli tanah menjadi semakin maju.

Kelebihan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara umum, Yogyakarta adalah suatu kota besar yang kian hari makin berkembang. Ditopang oleh destinasi wisata dan beragamnya kampus, banyak sekali masyarakat dari luar daerah yang kenal dan mengunjungi Jogja. Mengakibatkan, permintaan lahan di Jogjakarta pun tinggi. Kondisi ini mempengaruhi naiknya banderol lahan dan properti lainnya. Tidak mengherankan jika di Jogja ada sebagian besar pemilik tanah yang memiliki tips kilat menawarkan tanah.

Jogjakarta adalah salah satu wilayah yang memiliki fasilitas komplet, dan makin hari semakin maju. Kondisi ini berkaitan dengan lokasi Jogja yang strategis karena berbagai lokasi strategis untuk mengembangkan usaha. Contohnya usaha mal, pertokoan, rumah makan, losmen, hotel ataupun usaha yang lain.
Banderol tanah di Jogjakarta semakin tinggi. Kian hari banderol properti atau tanah makin mahal di Jogja. Enggak aneh, karena keuntungan yang akan dihasilkan di jangka panjang juga akan mahal. Saat ini aja harga tanah di Jogja sudah sangat mahal. Apalagi di beberapa tahun kedepan. Pasti keuntungan yang bisa diperoleh berlipat ganda. Maka, jika punya tanah di Jogjakarta, gunakan itu untuk aset. Akan tetapi kalau memang mau jual tanah Jogjakarta, tentu harga yang pas biar tak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Cara Beli tanah di Jogjakarta

Bagi kamu yang pengin punya tanah di Jogjakarta, pasti diperlukan suatu pembicaraan jual beli. Calon pembeli harus mengetahui kiat yang pas untuk punya maupun beli tanah di Jogja supaya tak muncul penyesalan nantinya. Berikut ini trik yang dapat dilakukan:

1. Tak Boleh tergesa-gesa
Banyakin pilihan dan teliti dan perbandingan harga, area tanah, lantaran banyak sekali pilihan tanah yang di jual di Jogja. Pilihlah area yang strategis untuk beberapa tahun berikutnya. Keadaan ini tentunya penting untuk invest dan mendapatkan keuntungan bila tanah bakal dijual dikemudian hari.

2. Janganlah beli tanah kavling
Tanah kavling merupakan lahan yang sudah diatur. Umumnya kavling telah ditentukan banderol tinggi oleh developer. Bila memang pengin beli tanah untuk investasi, beli saja lahan yang utuh. Janganlah sekali-kali membeli kavling, lantaran kurang menguntungkan. Terkecuali jika memang kepengin membeli buat dibikin rumah.

3. Jual butuh
Jika memungkinkan, carilah penjual yang ingin jual tanahnya karena buru-buru karena butuh. Keadaan ini bisa menguntungkan karena Jual buru-buru karena butuh tentu memasang banderol yang jauh lebih ekonomis dari harga biasa.

4. Prediksi laba
Estimasi secara pasti laba di masa mendatang. Contohnya apabila tanah akan dijual di 3 thn yang akan datang dengan min untung hingga 17 %. Kalau harga di masa mendatang sesuai perkiraan, maka tanah ini pasti potensial di jadikan invest.

5. Janganlah sembarangan memilih lokasi tanah
Area tanah juga betul-betul signifikan. Tanah ditepi jalan besar pasti lebih memiliki peluang peningkatan harga yang baik di masa depan. Berbeda dengan tanah ditepi sungai, atau disisi SUTET. Hindari beli tanah di kawasan pabrik yang memproduksi bahan-bahan yang mudah meledak. Posisi tanah juga mesti jauh dari posisi pembuangan sampah umum dan janganlah sekali-kali sampai membeli tanah bergerak untuk didirikan tempat tinggal diatasnya. Sebab, salah satu poin penggerak nilai suatu tanah ialah posisi. Dapat digaransi, harga tanah akan meningkat kalau berada di lokasi strategis, misal jalan gampang ditempuh, dekat dari pusat perbelanjaan, dan sejumlah sarana sosial. Bila pengin beli tanah, kalian mesti teliti melihat lokasinya. Tipsnya, dengan menganalisi karakter sebuah daerah dan memprediksi keadaannya di kemudian hari.

6. Pilihlah lokasi strategis
Lebih baik, pilih area yang potensial, seperti lokasi yang terletak ditepi jalan. Tanah disisi jalan utama bakal lebih potensial. Selain harganya di kemudian hari bakal mahal, sebelum tanah enggak di jual bisa dibikin area yang mendatangkan duit. Seperti dengan menyewakan untuk tempat parkir, membangun rumah makanan, dan sebagainya.

7. Teliti teritorial tanah
Pastikan bahwa area diseputar tanah yaitu wilayah yang tentram. Pastikan juga jika wilayah itu tidak berada di lokasi berbahaya.

8. Teliti keabsahan sertifikat
Kondisi ini pun amat krusial saat mau beli tanah untuk mengurangi resiko penipuan. Penjual harus mempunyai berkas yang lengkap. Pastikan pula tanah itu teregistrasi di Badan Partanahan Nasional.

9. Lakukan perjanjian dengan penjual
Bila akan berlangsung transaksi, bikin perjanjian dengan penjual. Mohon kesepakatan umum seputaran pembelian. Contohnya, membayar DP lebih dulu seberapa banyak dengan jaminan jika pelunasan akan dilaksanakan setelah berkas lainnya dan surat-surat balik nama beres.

10. Tidak dalam status sengketa
Alangkah baiknya, enggak beli tanah dengan status rebutan warisan, masih jadi jaminan bank, berkasnya enggak komplit, dan lain-lain. Tanah yang hak miliknya enggak pasti hanya akan merugikan dan menyusahkan.
Tips untuk meyakinkan tanah tidak sengketa adalah dengan mencari tahu riwayat tanah. Pastikan kalian datang kepada pejabat sekitar sebelum beli tanah, agar mengetahui asal-usul tanah itu. Apalagi kalau tanah itu belum bersertifikat, masih berbentuk girik, jangan pernah kamu membikin Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengetahui asal-usulnya. Walaupun berhasil membikin sertifikat tanah atas nama kalian sesudah membelinya, tidak terus sertifikat tanah tersebut tak dapat dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kalau nyatanya pihak penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Teliti Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah tidak sekedar persoalan berapa harga permeter persegi. Tetapi, cek juga faktor biaya lain contohnya biaya admin dengan bagian PPATK, pajak, dan lain sebagainya. Bila sudah begitu, pembikinan legalitas kepemilikan tanah dapat kelar dengan cepat.

12. Tidak Bisa Diuangkan
Tanah adalah jenis investasi yang sifatnya tidak likuid atau tak dapat dicairkan dalam waktu cepat. Jadi alangkah baiknya, tanah bukan dibuat keuangan mendesak atau dana pokok. Tapi sebaiknya, kamu membeli tanah untuk investasi yang dananya berasal dari uang tak terpakai ataupun duit tabungan.
Sedangkan kalau tabungan mepet, maka bisa beli tanah yang tidak ada prospek pendirian sekarang ini, atau dengan kata lain, banderolnya masih tergolong murah. Akan tetapi, di kemudian hari, tanah tersebut bakal merangkak tinggi dan kamu pun menjadi untung.

13. Bebas Penggusuran
Selain itu, harus dipastikan untuk tak membeli tanah milik pemerintah ataupun tanah yang masuk dalam peta rencana pengembangan negara. Lantaran, tanah itu berisiko menjadi tujuan pembebasan lahan. Sekarang ini, mempunyai sertifikat tanah tidak menjadi patokan tanah bebas penggusuran.
Berdasarkan Undang-Undang nomor dua Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi infrastruktur untuk Kepentingan Umum Pasal 5, pihak yang berhak memberikan tanahnya tatkala melakukan penyediaan tanah buat Kepentingan Umum, setelah dikasih ganti rugi menurut ketetapan pengadilan yang sudah mempunyai ketetapan hukum.
Dengan mengerti poin tadi, maka membeli tanah jadi makin lancar dan kalian pun bisa bebas dari persoalan di masa depan.

Iklan :
Anda lagi ingin membeli tanah atau rumah di sekitar area Yogyakarta?…Kontak nomer WA di bawah ini: