Info Jual-Beli Tanah dan Rumah di Kasihan Bantul

  • 4 min read
  • Nov 25, 2019

Keistimewaan Bisnis Jual-Beli Tanah di Jogja dan Tips Beli Tanah

Jual beli tanah di Jogja tentu dapat jadi sebuah bisnis jual beli yang diidamkan semua orang. Hal ini berkenaan dengan area Jogjakarta yang sangat potensial sehingga di masa depan memiliki kans nilai jual yang tinggi. Tapi pastinya dibutuhkan trik jitu biar bisnis yang satu ini jadi semakin berkembang.

Kelebihan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara umum, Yogya adalah sebuah kota besar yang kian hari makin berkembang pesat. Ditopang oleh objek wisata dan beragamnya kampus, banyak masyarakat dari luar wilayah yang mengenal dan datang ke Jogjakarta. Akibatnya, permintaan ruang di Jogja pun meningkat. Hal ini berpengaruh pada meningkatnya banderol tanah dan properti lainnya. Enggak aneh bila di Jogjakarta ada beberapa pemilik tanah yang memiliki tips cepat menjual tanah.

Jogjakarta ialah salah satu lokasi yang memiliki sarana lengkap, dan kian hari makin berkembang pesat. Keadaan ini berkaitan dengan wilayah Jogjakarta yang potensial lantaran berbagai lokasi ideal untuk mengembangkan usaha. Seperti Misalnya bisnis ruko, makanan, motel, hotel, mal ataupun usaha lain.
Harga tanah di Jogja sangat bersaing. Kian hari harga properti atau tanah semakin mahal di Jogja. Enggak mengherankan, karena untung yang bakal diperoleh di kemudian hari juga bakal tinggi. Saat ini saja banderol tanah di Jogjakarta sudah cukup tinggi. Apalagi di tahun-tahun yang akan datang. Pasti untung yang akan didapat berkali-kali lipat. Maka, kalau punya tanah di Jogja, gunakan itu untuk aset. Tapi kalau memang kepengin jual tanah Jogjakarta, tentu banderol yang pas biar tak rugi.

jual beli tanah di jogja

Cara Beli tanah di Jogjakarta

Buat kamu yang ingin memiliki investasi tanah di Jogjakarta, tentu diperlukan sebuah transaksi jual beli. Calon pembeli harus mengetahui kiat yang sesuai untuk punya atau membeli tanah di Jogjakarta supaya tidak ada perasaan kecewa kedepannya. Dibawah ini tips yang bisa dilakukan:

1. Jangan tergesa-gesa
Banyakin pilihan dan cek serta bandingkan harga, area tanah, karena banyak sekali referensi tanah yang di jual di Jogjakarta. Pilihlah area yang strategis untuk tahun-tahun berikutnya. Hal ini tentunya penting untuk investasi dan mendapatkan untung bila tanah bakal dijual dimasa depan.

2. Janganlah sekali-kali membeli kavling
Tanah kavling adalah tanah yang sudah dikelola. Umumnya kavling telah ditetapkan banderol tinggi oleh pengembang. Bila memang mau membeli tanah buat aset, belilah lahan yang murni. Janganlah beli kavling, karena tidak cukup untung. Lain ceritanya kalau memang pengin membeli untuk didirikan bangunan.

3. Jual butuh
Kalau ada, cari penjual yang kepengin jual tanahnya lantaran mendesak. Hal ini bakal sangat menguntungkan sebab Penjual butuh pasti memasang banderol yang jauh lebih rendah dari harga pasar.

4. Prediksi keuntungan
Estimasi secara pasti untung di masa depan. Seperti apabila tanah ingin dijual di tahun tahun mendatang dengan minimum keuntungan hingga 17%. Apabila harga di waktu yang akan datang memenuhi target, maka lahan itu pasti cocok di jadikan aset.

5. Janganlah asal memilih posisi tanah
Lokasi tanah pun sangat signifikan. Tanah didekat jalan raya pasti lebih mempunyai potensi kenaikan harga yang cepat di masa depan. Beda dengan tanah disisi kali, atau dibawah tower SUTET. Hindari membeli tanah di area pabrik yang memproduksi bahan-bahan yang mudah terbakar. Lokasi tanah pun mesti jauh dari lokasi pembuangan sampah dan janganlah sekali-kali sampai beli tanah bergerak untuk dibikin rumah di atasnya. Sebab, poin penting penggerak nilai suatu tanah ialah posisi. Dapat digaransi, harga tanah akan bertambah apabila terletak di lokasi strategis, contoh rute mudah ditempuh, dekat dengan mall, dan beberapa prasarana umum. Kalau mau beli tanah, anda mesti jeli memperhatikan areanya. Tipsnya, dengan memahami karakteristik sebuah daerah dan memprediksi kondisinya di waktu mendatang.

6. Pilih wilayah ideal
Sebaliknya, pilih wilayah yang potensial, contohnya wilayah yang ada didepan jalan utama. Tanah didekat jalan utama akan lebih menjual. Selain harganya di kemudian hari akan meningkat, sebelum tanah tak dijual bisa dijadikan lokasi yang menghasilkan uang. Contohnya dengan menyewakan buat lahan parkir, membuka warung, dan sebagainya.

7. Periksa teritorial tanah
Pastikan kalau wilayah disekitar tanah ialah lokasi yang aman. Pastikan pula bahwa area itu tak ada di lokasi konflik.

8. Periksa keabsahan sertifikat
Keadaan ini pun benar-benar krusial sebelum membeli tanah untuk mengurangi risiko penipuan. Penjual mesti punya dokumen yang komplet. Tanah tersebut kudu teregistrasi di BPN.

9. Buat perjanjian dengan pemilik tanah
Jika akan dilangsungkan transaksi, buat kesepakatan dengan penjual. Mohonkan perjanjian mengenai seputar pembelian. Misalnya, menyerahkan uang muka lebih dulu sekian persen dengan jaminan bahwa pelunasan akan dilakukan sesudah surat-surat yang lain dan surat-surat balik nama selesai.

10. Tidak dalam masalah sengketa
Lebih baik, tidak membeli tanah dengan status rebutan warisan, didalam jaminan bank, berkasnya enggak lengkap, dan sebagainya. Tanah yang kepemilikannya tak jelas cuma bakal menyusahkan dan merugikan.
Cara untuk memastikan tanah tidak sengketa yaitu dengan menelusuri sejarah tanah. kalian wajib bertanya kepada lembaga setempat sebelum beli tanah, biar mengetahui asal-usul tanah itu. Apalagi kalau tanah tersebut tidak ada sertifikat, masih berwujud surat girik, jangan coba-coba kalian membuat Akta Jual Beli (AJB) sebelum tahu sejarahnya. Walaupun bisa membuat sertifikat tanah atas nama kalian sehabis membelinya, tidak berarti sertifikat tanah itu tidak dapat dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika ternyata pihak penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Teliti Biaya Pengurusan Jual Belinya
Membeli tanah tidak hanya perkara berapa harga permeter persegi. Akan tetapi, perhatikan pula poin biaya yang lainnya contohnya ongkos administrasi dengan lembaga Pejabat Pembuat Akta Tanah, perpajakan, dan lain-lain. Dengan seperti itu, pembuatan legalitas kepemilikan tanah akan rampung dengan segera.

12. Tidak Likuid
Tanah adalah moel investasi yang bersifat tak likuid atau enggak bisa diuangkan didalam waktu cepat. Maka sebaiknya, tanah enggak dibikin dana darurat atau keuangan utama. Sebisa mungkin, kamu beli tanah untuk investasi yang berasal dari modal tidak terpakai atau duit tabungan.
Sementara jika tabungan mepet, maka bisa membeli tanah yang tidak memiliki potensi pengembangan sekarang ini, maupun boleh diilang, tarifnya masih terbilang terjangkau. Tetapi, di masa mendatang, tanah itu akan beranjak naik dan kamu pun jadi profit.

13. Tidak ada gusuran
Selain itu, pastikan juga agar tak beli tanah punya pemerintah maupun tanah yang termasuk ke dalam palnning pengembangan negara. Lantaran, tanah ini berisiko jadi tujuan penggusuran. Saat ini, punya sertifikat tanah tidak menjadi jaminan tanah bebas penggusuran.
Berdasar Undang-Undang Nomer dua Tahun 2012 tentang penyediaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan publik psl lima, pihak yang berhak memberikan tanahnya tatkala berlangsungnya Pengadaan tanah untuk Kepentingan Umum, sehabis dikasih ganti rugi berdasar putusan pengadilan yang sudah punya kepastian hukum.
Dengan memahami hal-hal di atas, maka beli tanah jadi kian cepat dan Anda pun akan terbebas dari persoalan di masa depan.

Iklan :
Anda sedang ingin membeli tanah atau rumah di sekitar wilayah Jogjakarta?…Kontak nomor WA di bawah ini: