Info Jual-Beli Tanah dan Rumah di Mantrijeron Yogyakarta

  • 4 min read
  • Oct 28, 2019

Keuntungan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Tips Membeli Tanah

Jual beli tanah di Jogja pastinya bisa jadi sebuah usaha jual beli yang didambakan hampir setiap orang. Keadaan ini berkaitan dengan area Yogya yang betul-betul ideal sehingga di masa mendatang punya prospek nilai jual yang bagus. Tapi tentunya butuh tips jitu agar usaha jual-beli tanah jadi lebih berkembang.

Keunggulan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara umum, Yogya adalah salah satu kota besar yang makin hari semakin maju. Ditopang oleh objek wisata dan beragamnya kampus, banyak masyarakat dari luar kawasan yang kenal dan mendatangi Jogjakarta. Akibatnya, permintaan lahan di Jogjakarta pun naik. Hal ini mempengaruhi naiknya banderol lahan dan properti lainnya. Tidak heran bila di Jogjakarta ada beberapa pemilik tanah yang memiliki kiat kilat memasarkan tanah.

Jogja adalah salah satu area yang memiliki prasarana lengkap, dan semakin hari semakin maju. Kondisi ini berhubungan dengan area Jogjakarta yang ideal karena beragam tempat strategis buat mendirikan usaha. Misalnya usaha pertokoan, makanan, penginapan, hotel, mal maupun usaha lain.
Harga tanah di Jogja sangat bersaing. Kian hari harga properti maupun tanah semakin mahal di Jogja. Tak heran, lantaran untung yang bakal didapat di jangka panjang juga bakal mahal. Saat ini aja banderol tanah di Jogjakarta sudah cukup mahal. Apalagi di beberapa tahun kedepan. Tentu keuntungan yang bakal didapat berlipat ganda. Maka, kalau memiliki tanah di Jogja, pakai itu untuk investasi. Namun jika memang pengin jual tanah Jogja, tentunya banderol yang pas supaya tak rugi.

jual beli tanah di jogja

Tips Beli tanah di Jogja

Bagi Anda yang ingin mempunyai investasi tanah di Jogja, tentunya butuh suatu pembicaraan jual beli. Bakal calon pembeli harus memahami kiat yang sesuai untuk punya maupun membeli tanah di Jogjakarta biar enggak muncul penyesalan kedepannya. Dibawah ini trik yang bisa dilaksanakan:

1. Tidak Boleh tergesa-gesa
Perbanyak referensi dan cek dan bandingkan harga, area tanah, lantaran beragam pilihan tanah yang ditawarkan di Jogjakarta. Pilihlah lokasi yang ideal untuk beberapa tahun yang akan datang. Hal ini pasti krusial sekali untuk invest dan memperoleh untung bila tanah bakal dijual dikemudian hari.

2. Janganlah sekali-kali membeli kavling
Tanah kavling ialah lahan yang sudah diatur. Biasanya kavling telah dipatok banderol tinggi oleh developer. Apabila memang mau membeli tanah buat investasi, beli aja lahan yang masih murni. Janganlah beli kavling, lantaran tak cukup menguntungkan. Lain ceritanya jika memang ingin beli untuk dibikin bangunan rumah.

3. Jual butuh
Kalau memungkinkan, cari saja penjual yang pengin menjual tanahnya lantaran buru-buru karena butuh. Hal ini akan menguntungkan karena Penjual buru-buru karena butuh pasti memasang banderol yang jauh lebih ekonomis dari harga biasa.

4. Prediksi laba
Perkirakan dengan pasti untung di masa depan. Seperti apabila tanah akan di jual kembali di tahun thn yang akan datang dengan min untung sampai 17%. Jika harga di masa mendatang sesuai target, maka lahan itu tentunya cocok buat aset.

5. Janganlah asal-asalan memilih lokasi tanah
Area tanah juga sangat penting. Tanah ditepi jalan utama akan lebih mempunyai potensi kenaikan harga yang bagus di masa yang akan datang. Berbeda dengan tanah didekat kali, atau dibawah tower SUTET. Jangan pula membeli tanah di kawasan pabrik yang memproduksi sesuatu yang mudah terbakar. Posisi tanah pun harus jauh dari posisi pembuangan sampah umum dan janganlah sekali-kali sampai membeli tanah mudah longsor untuk dibikin tempat tinggal di atasnya. Sebab, salah satu poin penggerak nilai suatu tanah ialah posisi. Bisa digaransi, harga jual tanah terus meningkat apabila terletak di area ideal, contoh rute mudah ditempuh, tidak jauh dengan mall, dan berbagai fasilitas umum. Apabila pengin beli tanah, kalian wajib cermat melihat lokasinya. Kiatnya, dengan mempelajari karakter suatu kawasan dan memprediksi kondisinya di masa yang akan datang.

6. Pilih lokasi potensial
Lebih baik, pilih saja wilayah yang potensial, misalnya wilayah yang ada didepan jalan. Tanah didekat jalan bakal sangat potensial. Selain harganya di masa depan bakal mahal, selama tanah tak di jual bisa dijadikan area yang menghasilkan untung. Contohnya dengan menyewakan buat tempat parkir, membuka warung, dan sebagainya.

7. Cek wilayah tanah
Pastikan jika lokasi disekitar lahan yaitu area yang damai. Pastikan juga bahwa wilayah itu tidak terletak di lokasi konflik.

8. Teliti keoriginilan sertifikat
Kondisi ini juga amat signifikan sebelum membeli tanah untuk meminimalisir resiko penipuan. Pastikan penjual memiliki surat-surat yang komplit. Pastikan juga lahan itu terdaftar di Badan Partanahan Nasional.

9. Bikin kesepakatan dengan penjual
Jika akan dilakukan transaksi, bikin perjanjian dengan pemilik tanah. Mohonkan kesepakatan umum seputaran transaksi. Seperti, membayar Down Payment terlebih dulu seberapa banyak dengan garansi jika pelunasan akan dibayarkan setelah surat-surat yang lain dan dokumen balik nama beres.

10. Bebas masalah sengketa
Alangkah baiknya, tidak beli tanah dengan status sengketa warisan, didalam jaminan bank, surat-suratnya tidak komplet, dan sebagainya. Tanah yang kepemilikannya enggak pasti cuma bakal menyusahkan dan merugikan.
Cara untuk mengetahui tanah tidak sengketa ialah dengan menelusuri riwayat tanah. kalian harus datang pada lembaga setempat sebelum membelinya, supaya tahu histori tanah itu. Apalagi apabila tanah itu nggak bersertifikat, masih berwujud surat girik, jangan coba-coba kalian membuatkan Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengetahui riwayatnya. Sekalipun bisa bikin sertifikat tanah atas nama kalian setelah membeli, tak serta-merta akat tanah itu tak bisa digugurkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika kenyataannya pihak penjual tanah bukan yang memiliki tanah.

11. Cek Biaya Pencatatan Jual Belinya
Membeli tanah enggak cuma persoalan berapa harga permeter persegi. Tapi, perhatikan pula faktor biaya lain contohnya biaya admin dengan bagian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), pajak, dan sebagainya. Dengan seperti itu, pembikinan legalitas kepemilikan tanah dapat selesai dengan cepat.

12. Tak Bisa Diuangkan
Tanah merupakan jenis investasi bersifat tidak likuid atau tak bisa diuangkan dalam jangka waktu singkat. Maka lebih baik, tanah tidak dijadikan dana mendadak ataupun dana utama. Sebaiknya, kamu beli tanah untuk invest yang dananya berasal dari uang tak kepakai ataupun tabungan masa depan.
Sedang apabila uang terbatas, maka bisa beli tanah yang tidak memiliki potensi pendirian sekarang ini, atau dengan kata lain, tarifnya masih terbilang ekonomis. Tetapi, di kemudian hari, tanah itu akan bergerak tinggi dan kamu pun menjadi profit.

13. Tidak ada gusuran
Disamping itu, pastikan pula supaya enggak membeli tanah milik negara ataupun tanah yang berada dalam peta rencana pengembangan pemerintah. Sebab, tanah itu mempunyai risiko menjadi target pembebasan lahan. Saat ini, punya sertifikat tanah tidak menjadi patokan tanah bebas penggusuran.
Berdasarkan UU No dua thn 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk infrastruktur buat pelayanan Umum psl lima, pihak yang wajib merelakan tanahnya pada saat pelaksanaan penyediaan tanah untuk layanan sosial, sehabis dikasih ganti rugi berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah punya kekuatan hukum.
Dengan memahami faktor tadi, maka beli tanah jadi semakin cepat dan kamu pun akan terhindar dari masalah di kemudian hari.

Iklan :
Anda sedang ingin membeli tanah atau rumah di sekitar wilayah Yogyakarta?…Kontak saja nomer WA di bawah ini: