Info Jual Tanah di Semanu Gunung Kidul

  • 4 min read
  • Oct 25, 2019

Kelebihan Usaha Jual Beli Tanah di Jogja dan Cara Membeli Tanah

Jual beli tanah di Jogja tentunya dapat menjadi suatu usaha dagang yang diimpikan hampir setiap orang. Keadaan ini berkaitan dengan area Jogja yang benar-benar strategis sehingga di masa depan mempunyai peluang harga jual yang baik. Namun tentu saja diperlukan tips jitu supaya usaha ini menjadi makin berkembang.

Kelebihan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Jogja adalah salah satu wilayah yang semakin hari kian berkembang pesat. Disokong oleh basis wisata dan beragamnya universitas, sangat banyak penduduk dari luar wilayah yang kenal dan berkunjung ke Jogjakarta. Mengakibatkan, kebutuhan lahan di Jogja juga naik. Hal ini berefek kepada meningkatnya banderol tanah dan properti yang lain. Tak heran jika di Jogja ada beberapa pemilik tanah yang memiliki tips kilat menjual tanah.

Jogja ialah satu wilayah yang punya prasarana komplit, dan kian waktu semakin berkembang. Hal ini berhubungan dengan wilayah Jogja yang potensial karena beragam tempat strategis buat membangun bisnis. Seperti usaha penginapan, hotel, mal, ruko, rumah makan ataupun usaha yang lain.
Banderol tanah di Jogja semakin bersaing. Makin hari harga tanah atau properti kian mahal di Jogja. Tak aneh, lantaran keuntungan yang bakal diperoleh di jangka panjang juga akan tinggi. Baru-baru ini saja harga tanah di Jogjakarta udah sangat tinggi. Terlebih di tahun-tahun yang akan datang. Pasti untung yang bakal didapat berkali-kali lipat. Maka, kalau punya tanah di Jogja, pakai itu untuk investasi. Tapi apabila memang kepengin jual tanah Jogja, tentu banderol yang tepat agar tidak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Tips Membeli tanah di Jogjakarta

Bagi kalian yang berencana mempunyai investasi tanah di Jogja, pastinya dibutuhkan satu negosiasi jual beli. Bakal calon pembeli mesti mengetahui kiat yang sesuai untuk memiliki ataupun beli tanah di Jogjakarta biar tidak muncul kekecewaan kedepannya. Berikut ini cara yang bisa dikerjakan:

1. Enggak Boleh terburu-buru
Banyakin referensi dan survey dan perbandingan harga, area tanah, karena banyak sekali referensi tanah yang ditawarkan di Jogja. Carilah wilayah yang ideal untuk tahun-tahun berikutnya. Hal ini tentu krusial untuk investasi dan memperoleh keuntungan kalau tanah akan dijual dikemudian hari.

2. Janganlah beli kavling
Tanah kavling ialah lahan yang sudah diatur. Umumnya kavling telah dipatok harga tinggi oleh pengembang. Kalau memang mau beli tanah buat aset, beli aja tanah yang murni. Janganlah sekali-kali membeli tanah kavling, lantaran kurang menghasilkan. Kecuali kalau memang pengin membeli untuk didirikan tempat tinggal.

3. Jual buru-buru karena butuh
Kalau memungkinkan, cari saja penjual yang ingin jual tanahnya karena buru-buru karena butuh. Keadaan ini bisa menguntungkan lantaran Penjual buru-buru karena butuh tentu mematok banderol yang jauh lebih rendah dari harga biasanya.

4. Prediksi keuntungan
Perkirakan secara pasti untung di masa depan. Seperti kalau tanah bakal di jual lagi di tahun tahun yang akan datang dengan minimal laba mencapai 17 %. Jika harga di masa yang akan datang memenuhi target, maka tanah ini tentunya cocok di jadikan invest.

5. Jangan asal-asalan memilih posisi tanah
Area tanah juga sangat penting. Tanah disisi jalan akan lebih memiliki potensi meningkatnya harga yang cepat di masa depan. Lain dengan tanah ditepi kali, maupun ditepi SUTET. Jangan juga beli tanah di dekat pabrik yang membuat sesuatu yang gampang terbakar. Area tanah juga harus jauh dari area pembuangan sampah umum dan janganlah sekali-kali sampai membeli tanah bergerak untuk dibangun tempat tinggal di atasnya. Sebab, poin utama penggerak harga suatu tanah adalah lokasi. Dapat dijamin, harga tanah akan naik bila terletak di lokasi strategis, seperti jalan gampang ditempuh, dekat dengan mall, dan berbagai sarana umum. Bila pengin membeli tanah, kalian harus teliti melihat posisinya. Caranya, dengan menganalisi karakter sebuah daerah dan memprediksi keadaannya di masa yang akan datang.

6. Pilih area strategis
Lebih baik, pilih wilayah yang ideal, misalnya area yang terletak ditepi jalan utama. Tanah disisi jalan bakal sangat potensial. Disamping harganya di kemudian hari akan meningkat, sebelum tanah enggak di jual dapat dibuat area yang menghasilkan duit. Contohnya dengan menyewakan sebagai tempat parkir, mendirikan rumah makanan, dan lain sebagainya.

7. Teliti teritorial tanah
Pastikan kalau area disekitar lahan adalah area yang tentram. Pastikan pula bahwa lokasi tersebut tak ada di wilayah konflik.

8. Cek keoriginilan sertifikat
Keadaan ini juga benar-benar krusial sebelum membeli tanah untuk menghindari resiko penipuan. Penjual wajib punya surat-surat yang komplet. Lahan itu kudu tercatat di Badan Partanahan Nasional.

9. Bikin perjanjian dengan penjual
Kalau bakal dilakukan transaksi, buat perjanjian dengan penjual. Mintalah perjanjian mengenai sekitar pembelian. Contohnya, membayar Down Payment lebih dulu seberapa banyak dengan garansi bahwa pelunasan bakal dibayar setelah berkas yang lain dan dokumen balik nama selesai.

10. Tidak dalam sengketa
Alangkah baiknya, enggak beli tanah dengan status rebutan warisan, masih jadi agunan bank, berkasnya tidak komplet, dan lain-lain. Tanah yang pemiliknya tak terang hanya bakal menyusahkan dan merugikan.
Tips buat mengetahui tanah bebas sengketa yaitu dengan mencari tahu asal-usul tanah. Anda harus datang ke pejabat setempat sebelum membelinya, biar tahu sejarah tanah tersebut. Apalagi kalau tanah tersebut nggak bersertifikat, masih berupa surat girik, jangan pernah kalian membuatkan Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengerti sejarahnya. Walaupun bisa bikin sertifikat tanah atas nama kalian seusai membeli, bukan berarti sertifikat tanah itu tidak dapat dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara bila kenyataannya pihak penjual tanah bukan yang mempunyai tanah.

11. Cek Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Membeli tanah bukan hanya perkara berapa harga per meter nya. Tetapi, perhatikan juga masalah ongkos lain seperti ongkos administrasi dengan pihak notaris, perpajakan, dan lain sebagainya. Dengan seperti itu, pembuatan legalitas kepemilikan tanah akan rampung dengan cepat.

12. Tak Bisa Diuangkan
Tanah adalah jenis investasi bersifat enggak likuid atau tidak dapat dicairkan didalam jangka waktu cepat. Maka sebaiknya, tanah bukan dijadikan dana mendesak atau dana pokok. Sebisa mungkin, kalian beli tanah untuk invest yang dananya berasal dari uang enggak kepakai ataupun tabungan masa depan.
Sedang apabila uang mepet, maka dapat beli tanah yang tidak ada prospek pengembangan sekarang ini, ataupun boleh diilang, harganya masih tergolong murah. Tetapi, di masa mendatang, tanah tersebut bakal merangkak naik dan kamu pun jadi laba.

13. Bebas Penggusuran
Disisi lain, harus dipastikan agar tidak beli tanah milik negara atau tanah yang masuk dalam perencanaan pembangunan pemerintah. Karena, tanah itu mempunyai risiko jadi target pembebasan lahan. Saat ini, punya akta tanah tidak menjadi jaminan tanah bebas penggusuran.
Menurut UU No 2 Tahun 2012 mengenai penyediaan Tanah bagi infrastruktur buat pelayanan publik psl lima, pihak yang wajib memberikan lahannya saat pelaksanaan penyediaan tanah bagi Kepentingan publik, seusai diberikan ganti rugi menurut ketetapan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum.
Dengan mengetahui hal-hal tadi, maka membeli tanah jadi semakin lancar dan kalian pun akan terbebas dari persoalan di waktu yang akan datang.

Iklan :
Anda lagi ingin investasi tanah atau rumah di seputaran wilayah DIY?…Kontak saja no WA di bawah ini: