Info Jual Tanah-Rumah di Jetis Yogyakarta

  • 4 min read
  • Jan 10, 2020

Keunggulan Bisnis Jual-Beli Tanah di Jogja dan Tips Beli Tanah

Jual beli tanah di Jogja tentu dapat menjadi sebuah usaha jual beli yang diidamkan hampir setiap orang. Keadaan ini berkenaan dengan wilayah Yogya yang amat ideal sehingga di masa depan mempunyai peluang harga jual yang tinggi. Tapi pastinya butuh tips khusus biar usaha jual-beli tanah menjadi makin berkembang.

Keuntungan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara umum, Yogya merupakan suatu kota besar yang semakin waktu makin berkembang pesat. Disokong oleh basis wisata dan banyaknya perguruan tinggi, banyak penduduk dari luar daerah yang kenal dan berkunjung ke Jogja. Akibatnya, permintaan lahan di Jogjakarta juga naik. Kondisi ini berdampak pada naiknya banderol lahan dan properti lain. Tidak aneh kalau di Jogjakarta ada sebagian besar pemilik tanah yang punya cara tepat memasarkan tanah.

Jogjakarta adalah sebuah kota besar yang mempunyai sarana memadai, dan makin waktu semakin berkembang pesat. Kondisi ini berkenaan dengan area Jogjakarta yang strategis lantaran banyaknya spot strategis buat membangun usaha. Contohnya usaha pertokoan, rumah makan, losmen, hotel, mal ataupun usaha lain.
Harga tanah di Jogjakarta sangat kompetitif. Makin hari harga tanah ataupun properti kian mahal di Jogjakarta. Tak aneh, karena keuntungan yang bakal didapat di kemudian hari juga bakal mahal. Sekarang ini aja banderol tanah di Jogja sudah amat mahal. Apalagi di beberapa tahun yang akan datang. Pastinya hasil yang bakal didapatkan berlipat ganda. Maka, apabila memiliki tanah di Jogjakarta, gunakan itu untuk aset. Tetapi kalau memang kepengin jual tanah Jogja, tentu banderol yang tepat biar enggak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Cara Membeli tanah di Jogja

Buat Anda yang kepengin memiliki aset tanah di Jogjakarta, tentunya dibutuhkan sebuah pembicaraan jual beli. Calon pembeli kudu tahu tips yang sesuai untuk memiliki maupun membeli tanah di Jogjakarta biar enggak muncul penyesalan nantinya. Berikut ini tips yang dapat dilakukan:

1. Enggak Boleh terburu-buru
Perbanyak pilihan dan survey dan perbandingan harga, lokasi tanah, karena berbagai pilihan tanah yang di jual di Jogjakarta. Pilih wilayah yang ideal untuk beberapa tahun yang akan datang. Keadaan ini pasti krusial buat invest dan mendapatkan keuntungan kalau tanah bakal dijual nantinya.

2. Janganlah sekali-kali beli kavling
Tanah kavling ialah tanah yang sudah diolah. Biasanya tanah kavling telah ditentukan banderol tinggi oleh pengembang. Kalau memang kepengin beli lahan buat aset, beli saja lahan yang utuh. Janganlah beli tanah kavling, karena tak cukup menghasilkan. Lain ceritanya jika memang pengin beli untuk dibangun tempat tinggal.

3. Penjual buru-buru karena butuh
Bila memungkinkan, carilah penjual yang mau menjual lahannya karena mendesak. Kondisi ini akan menguntungkan karena Penjual buru-buru karena butuh tentunya menawarkan harga yang jauh lebih ekonomis dari banderol umumnya.

4. Estimasi keuntungan
Perkirakan secara pasti laba di masa depan. Contohnya jika tanah akan di jual kembali di tahun tahun mendatang dengan minimal untung hingga 17%. Apabila harga di masa depan memenuhi perkiraan, maka tanah tersebut tentunya potensial untuk investasi.

5. Janganlah asal memilih posisi tanah
Posisi tanah pun betul-betul krusial. Tanah ditepi jalan raya pasti lebih punya potensi meningkatnya harga yang cepat di masa yang akan datang. Lain dengan tanah ditepi kali, maupun didekat SUTET. Hindari membeli tanah di dekat pabrik yang membuat produk yang gampang terbakar. Area tanah pun harus jauh dari lokasi pembuangan sampah dan jangan sampai beli tanah mudah longsor untuk dibikin bangunan rumah diatasnya. Karena, poin penting penggerak harga sebuah tanah yaitu posisi. Dapat dijamin, harga jual tanah akan meningkat jika berada di area strategis, seperti akses jalan gampang ditempuh, tidak jauh dengan mall, dan berbagai prasarana publik. Apabila mau membeli tanah, maka harus jeli mengecek lokasinya. Kiatnya, dengan mempelajari karakter suatu kawasan dan mengira-ngira situasinya di kemudian hari.

6. Pilihlah lokasi strategis
Sebaiknya, pilih saja wilayah yang strategis, misalnya area yang berada didekat jalan. Tanah didekat jalan utama akan sangat berharga. Disamping harganya di waktu yang akan datang akan meningkat, selama tanah tidak dijual bisa dibuat lokasi yang menghasilkan duit. Seperti dengan menyewakan untuk tempat parkir, mendirikan warung, dan lain-lain.

7. Teliti lokasi tanah
Pastikan kalau area diseputar tanah adalah wilayah yang damai. Pastikan juga kalau wilayah tersebut enggak ada pada wilayah berbahaya.

8. Teliti keaslian sertifikat
Keadaan ini pun betul-betul penting sebelum beli tanah untuk menghindari risiko penipuan. Penjual mesti mempunyai dokumen yang komplet. Pastikan pula lahan itu teregistrasi di Badan Partanahan Nasional.

9. Lakukan kesepakatan dengan pemilik tanah
Bila akan berlangsung pembicaraan, buat perjanjian dengan pemilik tanah. Mohonkan perjanjian tentang sekitar pembelian. Misalnya, memberikan uang muka lebih dahulu berapa persen dengan jaminan bahwa pelunasan akan dilaksanakan sehabis berkas lainnya dan berkas balik nama rampung.

10. Tidak dalam masalah sengketa
Sebaiknya, enggak membeli tanah berstatus perebutan warisan, dalam jaminan bank, dokumennya tidak komplit, dan lain sebagainya. Tanah yang hak miliknya enggak terang cuma akan menyusahkan dan merugikan.
Kiat untuk mengetahui tanah tidak sengketa adalah dengan menelusuri riwayat tanah. Pastikan kamu tanya kepada pejabat sekitar sebelum membelinya, supaya mengetahui riwayat tanah itu. Terlebih lagi jika tanah tersebut nggak mempunyai sertifikat, masih berwujud girik, jangan coba-coba kalian membikin Akta Jual Beli (AJB) sebelum tahu historinya. Walaupun bisa membuat sertifikat tanah atas nama kalian seusai membeli, bukan berarti akat tanah tersebut enggak bisa digugurkan di Pengadilan Tata Usaha Negara bila ternyata pihak penjual tanah bukan yang memiliki tanah.

11. Teliti Biaya Pengurusan Jual Belinya
Membeli tanah enggak hanya perkara berapa biaya per meter persegi. Namun, perhatikan juga poin biaya yang lainnya misalnya ongkos pencatatan dengan pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), perpajakan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, pembuatan sertifikat kepemilikan tanah dapat rampung dengan cepat.

12. Tidak Likuid
Tanah adalah tipe investasi bersifat tidak likuid atau enggak dapat diuangkan dalam waktu cepat. Maka sebaiknya, tanah enggak dibikin keuangan mendesak ataupun keuangan utama. Sebaiknya, kalian membeli tanah buat invest yang berasal dari modal tidak terpakai maupun uang tabungan.
Sedangkan jika tabungan sedikit, maka bisa membeli tanah yang belum mempunyai potensi pendirian sekarang ini, atau boleh diilang, harganya masih terbilang ekonomis. Namun, di masa depan, tanah itu akan merangkak naik dan kalian pun menjadi profit.

13. Bebas Penggusuran
Selain itu, harus dipastikan supaya tidak beli tanah punya pemerintah atau tanah yang termasuk ke dalam palnning pembangunan pemerintah. Sebab, tanah tersebut mempunyai resiko menjadi tujuan penggusuran. Saat ini, punya akta tanah enggak menjadi patokan tanah bebas penggusuran.
Berdasar UU No 2 thn 2012 mengenai Pengadaan Tanah buat Pembangunan bagi Kepentingan publik Pasal 5, pihak yang wajib memberikan lahannya tatkala pelaksanaan Pengadaan tanah untuk Kepentingan publik, seusai diberikan ganti rugi berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kepastian hukum.
Dengan memahami hal-hal di atas, maka pembelian tanah jadi makin aman dan kamu pun akan terhindar dari persoalan di kemudian hari.

Iklan :
Anda sedang ingin investasi tanah atau rumah di seputaran area DIY?…Kontak saja nomer WA di bawah ini: