Info Terbaru Jual-Beli Rumah di Jetis Yogyakarta

  • 4 min read
  • May 23, 2020

Keunggulan Bisnis Jual Beli Rumah di Jetis Yogyakarta dan Trik Beli Rumah

Mempunyai rumah sendiri merupakan suatu dambaan keinginan setiap orang, apalagi setiap orang dewasa yang sudah nikah. Dengan mempunyai rumah sendiri pribadi, tentu hidup terasa lebih tentram di bandingkan harus mengontrak rumah, apalagi dibandingkan jika tinggal di rumah orangtua atau mertua. Punya rumah sendiri apalagi di kota besar seperti Yogya memang tidak mudah karena harga rumah yang terbilang cukup tinggi. Buat orang yang gajinya besar memang bukan masalah, tetapi buat sebagian besar masyarakat yang berpenghasilan rendah tentu saja menjadi masalah besar.

Jual-beli rumah di Jetis Yogyakarta pastinya bisa menjadi sebuah bisnis perdagangan yang diidamkan semua orang. Hal ini berhubungan dengan area Jogja yang benar-benar potensial sehingga di masa depan punya peluang nilai jual yang tinggi. Tetapi tentunya diperlukan cara khusus agar usaha jual-beli rumah jadi makin maju.

Keistimewaan Bisnis Jual Beli Rumah Jetis Yogyakarta

Secara umum, Yogya merupakan suatu lokasi yang kian waktu semakin berkembang. Ditopang oleh objek wisata dan beragamnya kampus, banyak orang dari wilayah lain yang kenal dan mendatangi Jogjakarta. Akibatnya, permintaan ruang di Jogjakarta juga meningkat. Hal ini berefek kepada meningkatnya harga rumah dan properti lain. Tidak mengherankan kalau di Jogja ada banyak pemilik rumah yang memiliki tips cepat menawarkan rumah.

Jogjakarta merupakan suatu kota besar yang mempunyai fasilitas lengkap, dan kian hari makin berkembang pesat. Hal ini berkaitan dengan area Jogja yang ideal lantaran beragam spot potensial untuk mendirikan bisnis. Seperti bisnis hotel, mal, ruko, makanan, penginapan ataupun usaha yang lain.
Harga rumah di Jogja sangat tinggi. Makin hari banderol rumah maupun properti semakin mahal di Jogja. Enggak aneh, karena untung yang bakal dihasilkan di jangka panjang juga akan mahal. Sekarang ini aja banderol rumah di Jogjakarta sudah sangat mahal. Apalagi di beberapa tahun kedepan. Tentunya keuntungan yang bisa didapatkan berlipat ganda. Maka, apabila mempunyai rumah di Jogjakarta, pakai itu untuk aset. Tetapi kalau memang pengin jual rumah Jogjakarta, tentu banderol yang tepat supaya enggak rugi.

Info Terbaru Jual-Beli Rumah di Jetis Yogyakarta

Cara Membeli rumah di Jogja

Untuk kamu yang berencana memiliki rumah di Jogjakarta, pastinya butuh sebuah transaksi jual beli. Calon pembeli kudu memahami kiat yang pas untuk mempunyai ataupun beli rumah di Jogja supaya tidak muncul penyesalan nantinya. Berikut kiat yang dapat dilaksanakan:

1. Jangan grasa-grusu
Perbanyak referensi dan cek dan bandingkan harga, lokasi rumah, karena banyak sekali pilihan rumah yang ditawarkan di Jogja. Carilah wilayah yang strategis untuk beberapa tahun berikutnya. Keadaan ini tentunya krusial sekali untuk investasi dan memperbanyak untung bila rumah akan dijual dimasa depan.

2. Jual butuh
Bila memungkinkan, carilah penjual yang ingin menjual lahannya karena buru-buru karena butuh. Keadaan ini bakal menguntungkan lantaran Jual buru-buru karena butuh tentu memasang banderol yang jauh lebih ekonomis dari banderol biasanya.

3. Estimasi untung
Prediksi dengan pasti untung di masa depan. Misalnya kalau rumah akan di jual kembali di tahun thn kedepan dengan minimal keuntungan mencapai 17 %. Jika harga di waktu yang akan datang memenuhi harapan, maka lahan ini pastinya potensial buat aset.

4. Janganlah sekali-kali asal-asalan memilih posisi rumah
Area rumah pun sangat penting. Rumah ditepi jalan akan lebih memiliki kesempatan kenaikan harga yang cepat di masa depan. Berbeda dengan rumah didepan sungai, maupun ditepi tower SUTET. Hindari membeli rumah di dekat pabrik yang membuat produk yang mudah terbakar. Lokasi rumah pun kudu jauh dari area pembuangan sampah umum dan jangan sampai beli rumah bergerak. Karena, poin penting penggerak nilai sebuah rumah ialah lokasi. Bisa dipastikan, harga jual rumah akan meningkat jika ada di lokasi ideal, contoh jalan mudah ditempuh, dekat dengan pasar, dan berbagai prasarana umum. Kalau mau membeli rumah, maka harus teliti melihat lokasinya. Tipsnya, dengan mempelajari karakteristik suatu wilayah dan memprediksi situasinya di kemudian hari.

5. Pilihlah wilayah strategis
Sebaliknya, pilih wilayah yang ideal, contohnya wilayah yang terletak didepan jalan besar. Rumah didepan jalan akan sangat berharga. Selain harganya di masa depan akan mahal, selama rumah enggak di jual bisa dijadikan area yang menghasilkan uang. Misalnya dengan menyewakan sebagai lokasi parkir, mendirikan warung, dan lain-lain.

6. Teliti lokasi rumah
Pastikan jika wilayah diseputar rumah ialah wilayah yang damai. Pastikan pula bahwa lokasi tersebut tak ada di lokasi berbahaya.

7. Cek keabsahan sertifikat
Keadaan ini pun betul-betul signifikan sebelum membeli rumah untuk menghindari risiko penipuan. Pastikan penjual mempunyai berkas yang lengkap. Rumah tersebut wajib terdaftar di Badan Parrumahan Nasional.

8. Buat perjanjian dengan pemilik rumah
Jika bakal berlangsung transaksi, bikin perjanjian dengan penjual. Mohon perjanjian mengenai seputar pembelian. Misalnya, membayar DP lebih dahulu berapa persen dengan jaminan kalau pelunasan akan dibayar sehabis surat-surat yang lain dan berkas balik nama rampung.

9. Bebas sengketa
Alangkah baiknya, tidak beli rumah dengan status perebutan warisan, didalam jaminan bank, berkasnya enggak komplit, dan sebagainya. Rumah yang hak miliknya tidak terang hanya akan merugikan dan menyusahkan.
Cara buat meyakinkan rumah bebas dalam sengketa ialah dengan mengetahui riwayat rumah. kamu harus datang kepada pejabat sekitar sebelum membelinya, biar tahu riwayat rumah tersebut. Apalagi apabila rumah tersebut nggak bersertifikat, masih berwujud surat girik, jangan sekal-kali kamu membuat Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengerti riwayatnya. Walaupun bisa membuat sertifikat atas nama kamu setelah membeli, tidak terus akat rumah itu tidak bisa dibatalkan di Pengadilan Tata Usaha Negara kalau ternyata penjual rumah bukan yang mempunyai rumah.

10. Teliti Biaya Pencatatan Jual Belinya
Membeli rumah bukan hanya perkara berapa biaya per meter nya. Akan tetapi, cek juga poin biaya yang lainnya contohnya ongkos administrasi dengan pihak Pejabat Pembuat Akta Rumah (PPAT), perpajakan, dan lain-lain. Dengan begitu, pembikinan legalitas kepemilikan rumah akan selesai dengan cepat.

11. Tak Likuid
Rumah adalah tipe investasi bersifat tak likuid atau tidak bisa dicairkan didalam jangka waktu singkat. Maka lebih baik, rumah bukan dijadikan dana mendesak ataupun dana pokok. Tapi sebaiknya, Anda beli rumah untuk invest yang dananya berasal dari uang enggak terpakai maupun uang tabungan.
Sementara jika modal sedikit, maka dapat membeli rumah yang tidak ada potensi pendirian saat ini, atau dengan kata lain, banderolnya masih sangat murah. Tetapi, di kemudian hari, rumah itu bakal beranjak naik dan Anda pun menjadi untung.

12. Tidak ada gusuran
Disisi lain, pastikan juga agar enggak beli rumah milik pemerintah maupun rumah yang termasuk dalam planning pembangunan pemerintah. Sebab, rumah itu berisiko jadi tujuan pembebasan lahan. Sekarang ini, memiliki sertifikat rumah tidak jadi garansi rumah bebas penggusuran.
Berdasar UU Nomer dua Tahun 2012 mengenai Pengadaan Rumah bagi infrastruktur untuk pelayanan publik psl 5, pihak yang berhak melepaskan lahannya ketika pelaksanaan Pengadaan rumah untuk Kepentingan sosial, sehabis ada ganti rugi berdasarkan ketetapan pengadilan yang telah mempunyai ketetapan hukum.
Dengan memahami hal-hal di atas, maka pembelian rumah menjadi makin cepat dan kamu pun akan terbebas dari persoalan di kemudian hari.

Anda sedang membaca artikel tentang : Info Terbaru Jual-Beli Rumah di Jetis Yogyakarta
Kontak :
Anda sedang mencari rumah atau rumah di seputaran wilayah DIY?…Kontak saja no WA di bawah ini: