Info Terbaru Jual Tanah di Kota Yogyakarta

  • 4 min read
  • May 27, 2020

Keistimewaan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Cara Membeli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja tentunya bisa menjadi suatu bisnis jual beli yang didambakan hampir semua orang. Keadaan ini berkaitan dengan wilayah Yogyakarta yang benar-benar ideal sehingga di waktu yang akan datang memiliki kans nilai jual yang tinggi. Tapi tentunya diperlukan kiat tertentu supaya bisnis yang satu ini menjadi makin berkembang.

Keuntungan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara umum, Jogja merupakan suatu wilayah yang semakin waktu semakin maju. Disokong oleh basis wisata dan beragamnya universitas, banyak penduduk dari daerah lain yang kenal dan mengunjungi Jogja. Menyebabkan, kebutuhan tempat di Jogjakarta juga naik. Kondisi ini mempengaruhi meningkatnya banderol tanah dan properti yang lain. Tidak aneh bila di Jogjakarta ada beberapa pemilik tanah yang punya tips cepat menjual tanah.

Jogjakarta merupakan salah satu wilayah yang punya sarana komplet, dan semakin hari semakin berkembang pesat. Hal ini berkenaan dengan wilayah Jogjakarta yang strategis lantaran banyaknya tempat ideal untuk mendirikan usaha. Misalnya bisnis pertokoan, restoran, motel, hotel, mal atau usaha lain.
Banderol tanah di Jogjakarta makin bersaing. Semakin hari banderol tanah ataupun properti semakin tinggi di Jogjakarta. Tidak mengherankan, lantaran untung yang bakal didapat di jangka panjang juga akan mahal. Saat ini saja banderol tanah di Jogjakarta udah amat tinggi. Terlebih lagi di tahun-tahun berikutnya. Pastinya untung yang akan diperoleh berlipat ganda. Maka, jika memiliki tanah di Jogja, pergunakan itu untuk investasi. Akan tetapi bila memang mau jual tanah Jogja, tentunya banderol yang pas supaya enggak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Tips Beli tanah di Jogjakarta

Bagi Anda yang berencana memiliki tanah di Jogja, pastinya diperlukan suatu negosiasi jual beli. Bakal calon pembeli harus mengetahui tips yang pas untuk mempunyai maupun membeli tanah di Jogjakarta supaya tidak muncul penyesalan kedepannya. Dibawah ini cara yang dapat dilaksanakan:

1. Jangan terburu-buru
Banyakin pilihan dan survey dan perbandingan harga, area tanah, lantaran terdapat banyak pilihan tanah yang ditawarkan di Jogjakarta. Carilah area yang potensial untuk tahun-tahun kedepan. Kondisi ini pasti penting buat investasi dan memperbanyak untung apabila tanah bakal dijual dikemudian hari.

2. Janganlah sekali-kali beli tanah kavling
Kavling ialah lahan yang sudah dikelola. Biasanya tanah kavling telah ditentukan banderol mahal oleh developer. Kalau memang ingin membeli lahan untuk aset, belilah tanah yang masih asli. Janganlah membeli tanah kavling, karena kurang untung. Kecuali apabila memang kepengin beli buat didirikan bangunan.

3. Jual butuh
Jika memungkinkan, cari saja penjual yang ingin jual lahannya lantaran mendesak. Keadaan ini bisa sangat mengutungkan sekali sebab Jual buru-buru karena butuh tentu mematok banderol yang lebih ekonomis dari banderol umumnya.

4. Prediksi untung
Perkirakan secara pasti laba di masa depan. Seperti jika tanah ingin di jual lagi di 3 tahun yang akan datang dengan minimum keuntungan hingga 17%. Apabila harga di masa depan sesuai harapan, maka tanah itu tentunya potensial buat invest.

5. Janganlah sekali-kali sembarangan memilih area tanah
Area tanah pun benar-benar signifikan. Tanah disisi jalan besar pasti lebih mempunyai potensi peningkatan harga yang bagus di kemudian hari. Lain dengan tanah didepan sungai, maupun ditepi menara SUTET. Hindari membeli tanah di kawasan industri yang memproduksi produk yang gampang terbakar. Posisi tanah juga mesti jauh dari area pembuangan sampah umum dan janganlah sampai beli tanah bergerak untuk dibikin bangunan rumah diatasnya. Sebab, salah satu poin penggerak nilai sebuah tanah ialah posisi. Bisa dipastikan, harga tanah akan terus bertambah jika berada di area ideal, seperti jalan gampang ditempuh, tidak jauh dengan mall, dan beberapa sarana umum. Bila ingin membeli tanah, maka harus jeli mengecek areanya. Caranya, dengan mempelajari karakter sebuah daerah dan mengira-ngira kondisinya di kemudian hari.

6. Pilihlah area ideal
Sebaiknya, pilih saja area yang ideal, seperti wilayah yang ada ditepi jalan utama. Tanah didepan jalan raya akan lebih menjual. Selain harganya di masa depan bakal meningkat, selama tanah tidak di jual bisa dijadikan area yang menghasilkan duit. Contohnya dengan menyewakan buat tempat parkir, mendirikan rumah makan, dan sebagainya.

7. Periksa wilayah tanah
Pastikan kalau lokasi disekitar tanah ialah lokasi yang aman. Pastikan pula bahwa area tersebut tak terletak di lokasi konflik.

8. Teliti keaslian sertifikat
Kondisi ini pun betul-betul signifikan saat mau beli tanah untuk mengurangi resiko penipuan. Penjual wajib mempunyai surat-surat yang komplit. Pastikan pula lahan itu teregistrasi di BPN.

9. Buat kesepakatan dengan penjual
Bila bakal berlangsung negosiasi, lakukan kesepakatan dengan penjual. Mohon kesepakatan umum sekitar transaksi. Contohnya, menyerahkan uang muka terlebih dulu sekian persen dengan jaminan kalau pelunasan akan dibayarkan sehabis dokumen yang lain dan dokumen balik nama beres.

10. Bebas sengketa
Sebaiknya, tidak beli tanah dengan status rebutan warisan, dalam agunan bank, berkasnya tak lengkap, dan lain-lain. Tanah yang kepemilikannya enggak jelas cuma akan menyusahkan dan merugikan.
Cara buat mengetahui tanah tidak sengketa ialah dengan mencari tahu asal-usul tanah. kamu wajib datang kepada aparat tertentu sebelum membelinya, agar mengerti sejarah tanah itu. Terlebih lagi kalau tanah itu belum memiliki sertifikat, masih berbentuk surat girik, jangan sekal-kali Anda membikin Akta Jual Beli sebelum mengerti historinya. Sekalipun dapat bikin sertifikat atas nama kalian sesudah membelinya, bukan terus akat tanah tersebut tak bisa dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara bila nyatanya penjual tanah bukan yang memiliki tanah.

11. Teliti Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah bukan hanya masalah berapa harga per meter persegi. Tetapi, cek pula masalah ongkos yang lainnya contohnya biaya administrasi dengan pihak PPATK, pajak, dan lain-lain. Dengan begitu, pembuatan sertifikat kepemilikan tanah akan selesai dengan segera.

12. Tidak Likuid
Tanah adalah tipe investasi bersifat tak likuid atau tak dapat dicairkan dalam waktu singkat. Maka sebaiknya, tanah enggak dijadikan dana mendadak ataupun keuangan pokok. Sebisa mungkin, Anda beli tanah untuk invest yang dananya berasal dari modal tak kepakai atau tabungan masa depan.
Sedangkan jika modal terbatas, maka dapat beli tanah yang tidak ada prospek pendirian sekarang ini, maupun dengan kata lain, harganya masih sangat ekonomis. Tetapi, di masa depan, tanah itu bakal merangkak naik dan Anda pun jadi profit.

13. Tidak ada gusuran
Disisi lain, mestis dipastikan agar tidak beli tanah punya pemerintah atau tanah yang berada dalam peta rencana pengembangan pemerintah. Karena, tanah itu mempunyai risiko menjadi tujuan penggusuran. Saat ini, mempunyai akta tanah tidak menjadi patokan tanah bebas dari penggusuran.
Berdasar UU Nomer dua Tahun 2012 mengenai Pengadaan Tanah untuk infrastruktur untuk Kepentingan Umum Pasal lima, pihak yang berhak melepaskan tanahnya tatkala melakukan Pengadaan tanah untuk layanan publik, setelah dikasih ganti rugi menurut keputusan pengadilan yang sudah mempunyai ketetapan hukum.
Dengan memahami faktor tadi, maka membeli tanah menjadi kian lancar dan Anda pun akan terbebas dari permasalahan di kemudian hari.

Iklan :
Anda lagi mencari tanah atau rumah di sekitar wilayah Sleman?…Kontak nomor WA di bawah ini: