Informasi Jual-Beli Properti Tanah di Minggir Sleman

  • 4 min read
  • May 18, 2020

Kelebihan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Tips Beli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja tentu dapat jadi salah satu usaha dagang yang diidamkan semua orang. Kondisi ini berkaitan dengan area Jogja yang amat strategis sehingga di masa mendatang punya kans harga jual yang tinggi. Namun tentunya dibutuhkan trik tertentu agar usaha ini menjadi lebih maju.

Keuntungan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara umum, Yogyakarta merupakan salah satu lokasi yang makin waktu makin maju. Disokong oleh objek wisata dan beragamnya perguruan tinggi, banyak penduduk dari kawasan lain yang kenal dan datang ke Jogjakarta. Mengakibatkan, kebutuhan ruang di Jogjakarta juga naik. Kondisi ini mempengaruhi naiknya banderol lahan dan properti lain. Tak mengherankan apabila di Jogja ada banyak pemilik tanah yang mempunyai kiat cepat menawarkan tanah.

Jogja adalah suatu area yang memiliki sarana komplet, dan kian waktu makin ramai. Keadaan ini berhubungan dengan area Jogjakarta yang potensial karena berbagai spot ideal buat membangun usaha. Seperti Misalnya usaha mal, ruko, rumah makan, losmen, hotel maupun bisnis lain.
Banderol tanah di Jogja semakin tinggi. Semakin hari banderol properti ataupun tanah makin bertambah mahal di Jogja. Enggak aneh, lantaran untung yang bakal dihasilkan di kemudian hari juga akan mahal. Baru-baru ini aja harga tanah di Jogjakarta udah cukup mahal. Terlebih lagi di beberapa tahun berikutnya. Pasti untung yang akan didapatkan berkali-kali lipat. Maka, apabila punya tanah di Jogja, gunakan itu untuk investasi. Tapi kalau memang mau jual tanah Jogja, tentunya banderol yang sesuai agar enggak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Trik Membeli tanah di Jogjakarta

Untuk kamu yang ingin punya tanah di Jogjakarta, tentu dibutuhkan sebuah pembicaraan jual beli. Bakal pembeli harus memahami tips yang tepat untuk punya ataupun beli tanah di Jogjakarta agar tak muncul penyesalan nantinya. Berikut ini kiat yang dapat dikerjakan:

1. Jangan tergesa-gesa
Banyakin pilihan dan survey serta bandingkan harga, area tanah, lantaran banyak referensi tanah yang ditawarkan di Jogjakarta. Pilihlah area yang strategis untuk beberapa tahun kedepan. Hal ini tentu penting untuk invest dan memperbanyak untung kalau tanah akan dijual nantinya.

2. Jangan membeli tanah kavling
Tanah kavling merupakan tanah yang telah diatur. Biasanya tanah kavling sudah ditentukan banderol mahal oleh developer. Bila memang kepengin beli lahan buat invest, beli aja tanah yang asli. Janganlah membeli kavling, karena kurang untung. Terkecuali apabila memang kepengin membeli untuk dibikin bangunan rumah.

3. Jual butuh
Apabila memungkinkan, cari penjual yang ingin menjual lahannya lantaran mendesak. Hal ini akan menguntungkan sebab Jual buru-buru karena butuh pasti menawarkan banderol yang lebih ekonomis dari harga biasanya.

4. Estimasi laba
Prediksi dengan pasti untung di masa depan. Contohnya kalau tanah akan dijual di tahun tahun mendatang dengan minimum keuntungan sampai 17 %. Jika harga di masa depan memenuhi target, maka lahan itu tentunya ideal buat aset.

5. Janganlah asal memilih posisi tanah
Lokasi tanah juga sangat krusial. Tanah didekat jalan pasti lebih mempunyai kesempatan kenaikan harga yang cepat di kemudian hari. Beda dengan tanah ditepi kuburan, atau didekat tower SUTET. Hindari beli tanah di area pabrik yang membikin sesuatu yang mudah terbakar. Area tanah juga harus jauh dari lokasi pembuangan sampah dan jangan sampai membeli tanah bergerak untuk didirikan rumah diatasnya. Sebab, poin penting penggerak harga suatu tanah adalah area. Bisa dipastikan, harga jual tanah terus meningkat jika terletak di area potensial, misal jalan gampang ditempuh, tidak jauh dari mall, dan berbagai sarana umum. Kalau ingin membeli tanah, maka harus teliti memperhatikan posisinya. Kiatnya, dengan mempelajari karakteristik suatu kawasan dan memprediksi kondisinya di masa depan.

6. Pilihlah lokasi potensial
Lebih baik, pilih wilayah yang potensial, seperti area yang ada didekat jalan. Tanah didekat jalan bakal begitu menjual. Disamping harganya di masa depan bakal mahal, sebelum tanah enggak dijual bisa dijadikan wilayah yang mendatangkan uang. Seperti dengan menyewakan buat lokasi parkir, membuka rumah makanan, dan lain-lain.

7. Teliti lokasi tanah
Pastikan bahwa wilayah disekeliling lahan ialah area yang tentram. Pastikan pula bahwa wilayah tersebut enggak terletak pada lokasi konflik.

8. Cek keabsahan sertifikat
Kondisi ini pun sangat krusial sebelum membeli tanah untuk menghindari risiko penipuan. Pastikan penjual memiliki surat-surat yang komplet. Tanah tersebut harus tercatat di BPN.

9. Lakukan perjanjian dengan pemilik tanah
Bila bakal dilangsungkan pembicaraan, bikin perjanjian dengan penjual. Mohonkan kesepakatan umum seputaran pembelian. Seperti, membayar Down Payment lebih dahulu seberapa banyak dengan jaminan kalau pelunasan akan dilakukan setelah dokumen lain dan surat-surat balik nama beres.

10. Tidak dalam status sengketa
Alangkah baiknya, enggak membeli tanah dengan status rebutan warisan, didalam agunan bank, berkasnya tak lengkap, dan sebagainya. Tanah yang kepemilikannya tidak jelas cuma bakal merugikan dan menyusahkan.
Tips buat mengetahui tanah bebas dalam sengketa ialah dengan mencari tahu asal-usul tanah. Pastikan Anda datang pada pejabat sekitar sebelum membelinya, agar tahu asal-usul tanah itu. Apalagi apabila tanah itu tidak bersertifikat, masih berbentuk surat girik, jangan sekal-kali Anda membuatkan Akta Jual Beli sebelum mengetahui asal-usulnya. Sekalipun dapat membuat sertifikat atas nama kalian setelah membelinya, tidak terus sertifikat tanah tersebut tak bisa digugurkan di Pengadilan Tata Usaha Negara kalau ternyata penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Teliti Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah tidak cuma perkara berapa harga permeter persegi. Akan tetapi, cek pula masalah biaya yang lainnya seperti ongkos admin dengan pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), pajak, dan lain sebagainya. Dengan seperti itu, pengurusan legalitas kepemilikan tanah dapat selesai dengan cepat.

12. Tidak Likuid
Tanah ialah jenis investasi bersifat tidak likuid atau enggak bisa diduitkan didalam jangka waktu cepat. Jadi sebaiknya, tanah bukan dibikin keuangan mendesak atau keuangan pokok. Sebisa mungkin, Anda beli tanah buat investasi yang dananya berasal dari modal enggak terpakai atau duit tabungan.
Sedang kalau uang mepet, maka dapat beli tanah yang tidak ada potensi pembangunan sekarang ini, ataupun boleh diilang, banderolnya masih tergolong ekonomis. Akan tetapi, di kemudian hari, tanah tersebut bakal bergerak naik dan kamu pun menjadi untung.

13. Bebas Penggusuran
Disisi lain, pastikan pula supaya tidak beli tanah punya negara ataupun tanah yang termasuk dalam peta rencana pembangunan negara. Karena, tanah ini mempunyai risiko jadi target penggusuran. Sekarang ini, memiliki akta tanah enggak menjadi jaminan tanah bebas penggusuran.
Berdasar UU nomor 2 Tahun 2012 mengenai Pengadaan Tanah untuk infrastruktur untuk layanan Umum Pasal lima, pihak yang wajib memberikan lahannya saat pelaksanaan Pengadaan tanah bagi layanan sosial, setelah diberi ganti rugi menurut putusan pengadilan yang telah punya kekuatan hukum.
Dengan mengerti hal-hal tadi, maka membeli tanah jadi lebih aman dan kamu pun akan terbebas dari masalah di waktu yang akan datang.

Iklan :
Anda sedang ingin membeli tanah atau rumah di sekitar area DIY?…Kontak saja nomor WA di bawah ini: