Informasi Jual Beli Properti Tanah di Pakualaman Yogyakarta

  • 4 min read
  • Oct 05, 2019

Keistimewaan Bisnis Jual Beli Tanah di Jogja dan Tips Beli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja tentu bisa jadi suatu bisnis jual beli yang didambakan kebanyakan orang. Hal ini berkaitan dengan lokasi Jogja yang benar-benar potensial sehingga di masa depan punya kans nilai jual yang baik. Akan tetapi tentunya diperlukan kiat tertentu biar usaha yang satu ini menjadi makin berkembang.

Kelebihan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara umum, Jogjakarta adalah salah satu lokasi yang makin hari makin maju. Disokong oleh destinasi wisata dan beragamnya kampus, sangat banyak masyarakat dari wilayah lain yang kenal dan datang ke Jogja. Menyebabkan, permintaan ruang di Jogja pun meningkat. Hal ini mempengaruhi meningkatnya banderol tanah dan properti lain. Tidak aneh apabila di Jogjakarta ada sebagian besar pemilik tanah yang punya tips cepat menjual tanah.

Jogjakarta ialah suatu kota besar yang memiliki sarana memadai, dan kian hari makin berkembang. Kondisi ini berkaitan dengan lokasi Jogjakarta yang potensial lantaran beragam spot potensial buat membangun bisnis. Misalnya usaha hotel, mal, pertokoan, rumah makan, penginapan maupun bisnis lain.
Banderol tanah di Jogjakarta sangat bersaing. Semakin hari banderol properti ataupun tanah semakin mahal di Jogjakarta. Tidak aneh, lantaran keuntungan yang bakal didapatkan di kemudian hari juga bakal tinggi. Sekarang ini saja harga tanah di Jogja udah amat tinggi. Terlebih lagi di tahun-tahun berikutnya. Tentu untung yang akan didapatkan berlipat ganda. Maka, kalau memiliki tanah di Jogja, gunakan itu untuk investasi. Akan tetapi bila memang kepengin jual tanah Jogja, tentu harga yang sesuai agar enggak rugi.

jual beli tanah di jogja

Cara Beli tanah di Jogjakarta

Untuk kamu yang berencana mempunyai investasi tanah di Jogja, pasti diperlukan satu pembicaraan jual beli. Bakal calon pembeli kudu mengetahui kiat yang sesuai untuk punya ataupun membeli tanah di Jogja agar tidak muncul perasaan kecewa dikemudian hari. Berikut ini kiat yang bisa dilaksanakan:

1. Jangan terburu-buru
Banyakin referensi dan survey serta bandingkan harga, wilayah tanah, karena banyak sekali referensi tanah yang di jual di Jogja. Pilihlah area yang ideal untuk beberapa tahun yang akan datang. Hal ini pasti penting untuk invest dan mendapatkan keuntungan kalau tanah akan dijual nantinya.

2. Janganlah membeli tanah kavling
Tanah kavling ialah lahan yang sudah diatur. Umumnya kavling sudah ditentukan harga mahal oleh pengembang. Jika memang pengin beli tanah untuk investasi, beli saja tanah yang masih asli. Jangan membeli kavling, karena enggak cukup menghasilkan. Terkecuali bila memang kepengin beli untuk dibikin bangunan rumah.

3. Penjual butuh
Jika perlu, carilah penjual yang mau jual tanahnya lantaran butuh. Kondisi ini bisa menguntungkan karena Jual buru-buru karena butuh tentu menawarkan harga yang lebih ekonomis dari banderol pasar.

4. Estimasi keuntungan
Perkirakan dengan pasti keuntungan di waktu yang akan datang. Seperti kalau tanah bakal di jual kembali di 3 tahun kedepan dengan minimal laba mencapai 17%. Apabila harga di masa depan sesuai harapan, maka tanah ini tentunya cocok buat aset.

5. Janganlah sekali-kali asal-asalan memilih lokasi tanah
Lokasi tanah juga amat krusial. Tanah didepan jalan pasti lebih memiliki potensi peningkatan harga yang baik di kemudian hari. Beda dengan tanah ditepi sungai, maupun didekat menara SUTET. Hindari beli tanah di dekat pabrik yang memproduksi bahan-bahan yang mudah meledak. Posisi tanah juga harus jauh dari area pembuangan sampah dan janganlah sekali-kali sampai membeli tanah gampang longsor untuk didirikan bangunan di atasnya. Karena, poin utama penggerak harga sebuah tanah ialah lokasi. Dapat dipastikan, harga tanah akan bertambah kalau ada di area potensial, contoh rute mudah ditempuh, tidak jauh dengan pusat perbelanjaan, dan sejumlah prasarana publik. Jika ingin beli tanah, maka wajib teliti melihat lokasinya. Kiatnya, dengan memahami karakteristik suatu wilayah dan memprediksi keadaannya di waktu mendatang.

6. Pilih wilayah strategis
Sebaliknya, pilihlah wilayah yang strategis, misalnya wilayah yang berada didekat jalan raya. Tanah ditepi jalan bakal sangat potensial. Disamping harganya di masa yang akan datang akan tinggi, selama tanah tidak dijual dapat dibuat lokasi yang mendatangkan duit. Seperti dengan menyewakan untuk tempat parkir, membangun warung, dan lain sebagainya.

7. Cek wilayah tanah
Pastikan jika wilayah diseputar tanah adalah lokasi yang tentram. Pastikan juga bahwa lokasi itu enggak berada pada wilayah konflik.

8. Teliti keaslian sertifikat
Kondisi ini pun benar-benar krusial sebelum beli tanah untuk meminimalisir risiko penipuan. Pastikan penjual mempunyai berkas yang lengkap. Lahan tersebut kudu terdaftar di Badan Partanahan Nasional.

9. Bikin kesepakatan dengan penjual
Apabila bakal dilakukan pembicaraan, lakukan perjanjian dengan penjual. Mintalah kesepakatan umum seputaran pembayaran. Misalnya, membayar DP terlebih dulu berapa persen dengan garansi bahwa pelunasan bakal dilakukan setelah surat-surat lain dan dokumen balik nama selesai.

10. Tidak sedang dalam sengketa
Lebih baik, tidak membeli tanah dengan status perebutan warisan, masih menjadi agunan bank, surat-suratnya enggak komplit, dan lain-lain. Tanah yang pemiliknya tak pasti cuma bakal menyusahkan dan merugikan.
Cara buat meyakinkan tanah tidak dalam sengketa ialah dengan mencari tahu asal-usul tanah. Anda wajib datang ke lembaga setempat sebelum membeli tanah, biar mengetahui riwayat tanah tersebut. Apalagi kalau tanah itu nggak memiliki sertifikat, masih berbentuk girik, jangan coba-coba kamu membuatkan Akta Jual Beli sebelum tahu asal-usulnya. Meskipun berhasil membuat sertifikat atas nama Anda seusai membeli, bukan berarti sertifikat tanah itu enggak bisa dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara apabila ternyata pihak penjual tanah bukan yang memiliki tanah.

11. Perhatikan Ongkos Pengurusan Jual Belinya
Beli tanah enggak cuma masalah berapa biaya per meter nya. Akan tetapi, cek juga masalah biaya lain seperti ongkos administrasi dengan pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), pajak, dan lain-lain. Dengan seperti itu, pengurusan keabsahan kepemilikan tanah bisa rampung dengan segera.

12. Tak Likuid
Tanah adalah tipe investasi bersifat tak likuid atau tidak bisa dicairkan didalam waktu singkat. Jadi lebih baik, tanah tidak dijadikan keuangan darurat ataupun keuangan utama. Sebaiknya, kalian beli tanah buat investasi yang berasal dari uang tidak terpakai atau tabungan masa depan.
Sementara jika uang terbatas, maka dapat beli tanah yang tidak memiliki potensi pengembangan saat ini, maupun dengan kata lain, harganya masih terbilang ekonomis. Akan tetapi, di masa mendatang, tanah itu bakal merangkak tinggi dan Anda pun jadi laba.

13. Bebas Penggusuran
Selain itu, pastikan juga untuk enggak membeli tanah punya pemerintah atau tanah yang berada dalam perencanaan pembangunan pemerintah. Sebab, tanah tersebut berisiko menjadi tujuan penggusuran. Saat ini, mempunyai sertifikat tanah tidak jadi jaminan tanah bebas dari penggusuran.
Menurut Undang-Undang No 2 thn 2012 tentang penyediaan Tanah buat infrastruktur untuk pelayanan publik Pasal lima, pihak yang berhak merelakan tanahnya tatkala berlangsungnya penyediaan tanah bagi Kepentingan sosial, setelah diberikan ganti rugi berdasarkan ketetapan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum.
Dengan mengerti poin tadi, maka membeli tanah menjadi makin cepat dan Anda pun akan terbebas dari persoalan di masa depan.

Iklan :
Anda lagi ingin investasi tanah atau rumah di seputaran wilayah Jogjakarta?…Hubungi saja nomer WA di bawah ini: