Informasi Jual Beli Tanah dan Rumah di Kab Gunungkidul

  • 4 min read
  • May 25, 2020

Keuntungan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Tips Beli Tanah

Jual beli tanah di Jogja tentu dapat jadi salah satu bisnis jual beli yang diidamkan setiap orang. Kondisi ini berkenaan dengan lokasi Jogja yang amat strategis sehingga di masa depan memiliki prospek harga jual yang baik. Tetapi tentunya butuh trik khusus agar usaha jual-beli tanah menjadi makin maju.

Keuntungan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara umum, Jogja merupakan suatu area yang kian hari kian berkembang pesat. Disokong oleh objek wisata dan banyaknya kampus, banyak sekali penduduk dari wilayah lain yang tahu dan berkunjung ke Jogja. Akibatnya, permintaan lahan di Jogja pun tinggi. Hal ini berdampak pada naiknya banderol lahan dan properti yang lain. Tak mengherankan kalau di Jogja ada banyak pemilik tanah yang memiliki trik kilat menjual tanah.

Jogjakarta adalah salah satu lokasi yang punya fasilitas lengkap, dan semakin waktu makin bertambah ramai. Keadaan ini berkenaan dengan area Jogjakarta yang ideal karena banyaknya lokasi ideal buat mendirikan bisnis. Contohnya bisnis motel, hotel, mal, pertokoan, restoran maupun usaha yang lain.
Harga tanah di Jogjakarta sangat kompetitif. Kian hari harga tanah ataupun properti makin tinggi di Jogjakarta. Tidak aneh, karena untung yang bakal didapat di jangka panjang juga akan mahal. Baru-baru ini saja harga tanah di Jogjakarta sudah sangat tinggi. Terlebih lagi di beberapa tahun kedepan. Pasti keuntungan yang bisa didapatkan berkali-kali lipat. Maka, jika mempunyai tanah di Jogja, pergunakan itu untuk aset. Tapi bila memang pengin jual tanah Jogja, tentu harga yang tepat supaya tak rugi.

jual beli tanah di jogja

Kiat Beli tanah di Jogja

Buat Anda yang ingin punya tanah di Jogjakarta, tentu diperlukan sebuah pembicaraan jual beli. Bakal calon pembeli wajib memahami kiat yang sesuai untuk punya maupun beli tanah di Jogjakarta biar tidak muncul penyesalan kedepannya. Berikut trik yang bisa dilakukan:

1. Jangan grasa-grusu
Banyakin pilihan dan cek dan bandingkan harga, area tanah, karena banyak referensi tanah yang di jual di Jogja. Pilih lokasi yang ideal untuk tahun-tahun kedepan. Kondisi ini tentunya krusial untuk invest dan memperbanyak keuntungan apabila tanah akan dijual nantinya.

2. Janganlah sekali-kali membeli tanah kavling
Tanah kavling ialah tanah yang sudah diolah. Umumnya tanah kavling telah ditetapkan banderol mahal oleh developer. Bila memang mau membeli lahan untuk aset, beli aja tanah yang masih murni. Janganlah beli tanah kavling, lantaran kurang menguntungkan. Lain ceritanya apabila memang pengin beli buat dibangun rumah.

3. Jual butuh
Kalau memungkinkan, cari penjual yang mau menjual tanahnya karena butuh. Kondisi ini bakal sangat menguntungkan lantaran Penjual buru-buru karena butuh pasti memasang harga yang jauh lebih ekonomis dari harga umumnya.

4. Estimasi keuntungan
Prediksi dengan pasti keuntungan di waktu mendatang. Seperti apabila tanah akan dijual di tahun tahun mendatang dengan minimum keuntungan sampai 17%. Jika harga di masa yang akan datang sesuai target, maka tanah tersebut tentunya cocok buat aset.

5. Jangan sembarangan memilih posisi tanah
Lokasi tanah pun amat penting. Tanah disisi jalan utama pasti lebih mempunyai peluang meningkatnya harga yang bagus di waktu yang akan datang. Berbeda dengan tanah didepan kali, ataupun didekat SUTET. Jangan pula membeli tanah di kawasan industri yang membuat produk yang mudah meledak. Posisi tanah juga kudu jauh dari area pembuangan sampah dan jangan sampai beli tanah gampang longsor untuk dibangun rumah di atasnya. Karena, salah satu poin penggerak nilai sebuah tanah adalah lokasi. Bisa dijamin, harga tanah akan meningkat jika terletak di posisi ideal, contoh rute gampang ditempuh, tidak jauh dengan pasar, dan berbagai fasilitas sosial. Kalau kepengin membeli tanah, maka wajib jeli melihat areanya. Caranya, dengan menganalisi karakter suatu daerah dan memprediksi keadaannya di masa depan.

6. Pilih area potensial
Lebih baik, pilih area yang strategis, misalnya lokasi yang tepat didepan jalan utama. Tanah ditepi jalan utama bakal lebih berharga. Disamping harganya di waktu yang akan datang bakal tinggi, selama tanah enggak di jual bisa dibikin area yang menghasilkan uang. Misalnya dengan menyewakan buat lahan parkir, mendirikan rumah makanan, dan lain sebagainya.

7. Teliti lokasi tanah
Pastikan bahwa area disekeliling lahan adalah wilayah yang tentram. Pastikan juga bahwa area itu tidak ada pada lokasi berbahaya.

8. Periksa keoriginilan sertifikat
Keadaan ini juga sangat krusial saat mau membeli tanah untuk mengurangi risiko penipuan. Penjual harus mempunyai surat-surat yang komplet. Tanah tersebut mesti terdaftar di Badan Partanahan Nasional.

9. Buat kesepakatan dengan pemilik tanah
Apabila bakal dilakukan transaksi, buat kesepakatan dengan penjual. Mintalah kesepakatan mengenai sekitar pembayaran. Misalnya, menyerahkan DP lebih dahulu seberapa banyak dengan garansi kalau pelunasan akan dilaksanakan setelah surat-surat yang lain dan berkas balik nama beres.

10. Tidak dalam sengketa
Lebih baik, enggak beli tanah dengan status sengketa warisan, masih jadi agunan bank, surat-suratnya enggak lengkap, dan lain-lain. Tanah yang kepemilikannya enggak terang hanya akan merugikan dan menyusahkan.
Kiat buat memastikan tanah bebas sengketa yaitu dengan menelusuri histori tanah. kamu kudu datang ke aparat sekitar sebelum membelinya, biar mengerti asal-usul tanah tersebut. Terlebih lagi bila tanah itu nggak bersertifikat, masih berupa surat girik, jangan pernah Anda membikin Akta Jual Beli sebelum tahu sejarahnya. Sekalipun bisa membikin sertifikat tanah atas nama kamu sehabis membelinya, bukan terus sertifikat tanah tersebut tidak bisa dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) bila ternyata penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Cek Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah enggak sekedar persoalan berapa biaya per meter nya. Tetapi, cek juga masalah ongkos yang lainnya contohnya ongkos administrasi dengan lembaga Pejabat Pembuat Akta Tanah, perpajakan, dan lain sebagainya. Kalau sudah begitu, pembikinan sertifikat kepemilikan tanah akan rampung dengan cepat.

12. Enggak Likuid
Tanah ialah moel investasi yang bersifat enggak likuid atau enggak bisa diuangkan dalam waktu singkat. Jadi alangkah baiknya, tanah enggak dibuat keuangan darurat atau keuangan pokok. Sebaiknya, kalian membeli tanah buat invest yang berasal dari uang enggak kepakai maupun tabungan masa depan.
Sedang apabila modal terbatas, maka dapat beli tanah yang belum mempunyai potensi pengembangan saat ini, maupun dengan kata lain, tarifnya masih terbilang terjangkau. Tapi, di masa depan, tanah itu akan bergerak naik dan kalian pun jadi profit.

13. Bebas Penggusuran
Disamping itu, harus dipastikan supaya tak membeli tanah punya negara atau tanah yang termasuk dalam perencanaan pengembangan pemerintah. Lantaran, tanah ini mempunyai risiko jadi target pembebasan lahan. Dewasa ini, punya sertifikat tanah enggak jadi patokan tanah bebas penggusuran.
Berdasar UU nomor 2 thn 2012 tentang penyediaan Tanah buat Pembangunan buat layanan Umum Pasal lima, pihak yang wajib memberikan lahannya ketika berlangsungnya penyediaan tanah buat pelayanan sosial, sesudah dikasih ganti rugi menurut keputusan pengadilan yang telah punya ketetapan hukum.
Dengan mengetahui poin tadi, maka pembelian tanah jadi makin aman dan kamu pun bakal bebas dari permasalahan di masa mendatang.

Iklan :
Anda sedang ingin membeli tanah atau rumah di sekitar wilayah Jogja?…Hubungi saja nomer WA di bawah ini: