Informasi Jual Beli Tanah-Rumah di Gondomanan Yogyakarta

  • 4 min read
  • May 11, 2020

Keuntungan Bisnis Jual-Beli Tanah di Jogja dan Trik Beli Tanah

Jual beli tanah di Jogja tentu bisa jadi salah satu usaha perdagangan yang diidamkan kebanyakan orang. Hal ini berkaitan dengan area Yogya yang sangat strategis sehingga di masa depan mempunyai peluang harga jual yang baik. Tetapi tentu saja dibutuhkan cara khusus biar bisnis yang satu ini jadi makin berkembang.

Kelebihan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara umum, Jogja merupakan sebuah kota besar yang semakin hari semakin berkembang pesat. Disokong oleh basis wisata dan banyaknya kampus, banyak sekali orang dari daerah lain yang kenal dan datang ke Jogja. Akibatnya, kebutuhan tempat di Jogjakarta pun naik. Keadaan ini berefek kepada naiknya banderol tanah dan properti yang lain. Tak aneh kalau di Jogja ada banyak pemilik tanah yang memiliki tips tepat menawarkan tanah.

Jogja ialah salah satu lokasi yang punya prasarana komplit, dan semakin hari semakin berkembang. Hal ini berkenaan dengan area Jogjakarta yang strategis karena berbagai tempat strategis untuk membangun usaha. Seperti usaha motel, hotel, mal, pertokoan, rumah makan atau usaha yang lain.
Banderol tanah di Jogja semakin bersaing. Makin hari banderol properti ataupun tanah makin bertambah mahal di Jogja. Tak aneh, karena keuntungan yang bakal didapatkan di jangka panjang juga akan mahal. Saat ini saja harga tanah di Jogjakarta sudah cukup tinggi. Terlebih di beberapa tahun berikutnya. Pasti hasil yang akan didapatkan berlipat ganda. Maka, jika memiliki tanah di Jogjakarta, pergunakan itu untuk aset. Akan tetapi bila memang kepengin jual tanah Jogja, tentunya banderol yang pas agar tidak rugi.

jual beli tanah di jogja

Cara Beli tanah di Jogjakarta

Buat kalian yang pengin memiliki tanah di Jogjakarta, tentunya diperlukan suatu transaksi jual beli. Bakal pembeli harus mengetahui tips yang tepat untuk memiliki ataupun membeli tanah di Jogjakarta biar tak ada perasaan kecewa nantinya. Berikut tips yang dapat dilaksanakan:

1. Jangan terburu-buru
Perbanyak referensi dan teliti serta perbandingan harga, area tanah, lantaran ada berbagai referensi tanah yang di jual di Jogja. Pilih wilayah yang strategis untuk beberapa tahun yang akan datang. Kondisi ini pastinya krusial buat investasi dan mendapatkan keuntungan apabila tanah bakal dijual nantinya.

2. Jangan beli kavling
Tanah kavling merupakan lahan yang telah dikelola. Pada Umumnya tanah kavling sudah ditentukan harga tinggi oleh pengembang. Bila memang kepengin membeli lahan untuk investasi, beli saja lahan yang utuh. Janganlah membeli kavling, karena tak cukup menguntungkan. Terkecuali jika memang mau membeli buat didirikan rumah.

3. Jual buru-buru karena butuh
Jika ada, carilah penjual yang kepengin menjual lahannya lantaran mendesak. Keadaan ini akan sangat mengutungkan sekali sebab Jual buru-buru karena butuh tentu memasang harga yang lebih rendah dari banderol biasanya.

4. Prediksi laba
Perkirakan dengan pasti keuntungan di masa depan. Seperti jika tanah bakal di jual kembali di tahun tahun mendatang dengan minimum laba mencapai 17 persen. Bila harga di masa depan memenuhi harapan, maka tanah tersebut pasti ideal untuk aset.

5. Jangan asal memilih lokasi tanah
Area tanah pun betul-betul penting. Tanah didepan jalan utama pasti lebih punya potensi kenaikan harga yang baik di waktu yang akan datang. Beda dengan tanah didekat sungai, maupun dibawah SUTET. Jangan pula beli tanah di dekat industri yang membuat produk yang mudah terbakar. Lokasi tanah pun harus jauh dari area pembuangan sampah dan janganlah sekali-kali sampai beli tanah mudah longsor untuk didirikan tempat tinggal di atasnya. Sebab, poin penting penggerak harga suatu tanah adalah lokasi. Bisa dipastikan, harga tanah terus meningkat bila berada di lokasi strategis, misal jalan mudah ditempuh, dekat dari pasar, dan beberapa fasilitas publik. Jika pengin membeli tanah, maka harus jeli melihat lokasinya. Kiatnya, dengan memahami karakteristik sebuah wilayah dan mengira-ngira situasinya di masa mendatang.

6. Pilihlah area strategis
Sebaliknya, pilih area yang strategis, contohnya area yang ada didepan jalan utama. Tanah didekat jalan raya bakal begitu potensial. Disamping harganya di masa depan akan tinggi, selama tanah tidak di jual bisa dibuat wilayah yang menghasilkan uang. Seperti dengan menyewakan buat tempat parkir, mendirikan rumah makan, dan lain-lain.

7. Cek wilayah tanah
Pastikan jika area disekeliling tanah adalah lokasi yang aman. Pastikan pula bahwa wilayah itu enggak terletak di wilayah berbahaya.

8. Periksa keaslian sertifikat
Hal ini juga betul-betul penting ketika mau membeli tanah untuk menghindari risiko penipuan. Penjual kudu memiliki berkas yang lengkap. Tanah tersebut kudu terdaftar di BPN.

9. Bikin kesepakatan dengan penjual
Kalau akan dilakukan transaksi, lakukan perjanjian dengan penjual. Mintalah perjanjian mengenai sekitar pembayaran. Misalnya, membayar DP lebih dulu sekian persen dengan jaminan bahwa pelunasan bakal dibayarkan setelah berkas yang lain dan dokumen balik nama beres.

10. Bebas sengketa
Sebaiknya, jangan beli tanah berstatus sengketa warisan, dalam agunan bank, dokumennya tidak komplit, dan sebagainya. Tanah yang hak miliknya enggak jelas hanya akan menyusahkan dan merugikan.
Cara buat mengetahui tanah tidak dalam sengketa ialah dengan mencari tahu sejarah tanah. Pastikan kamu bertanya pada lembaga sekitar sebelum membelinya, supaya mengetahui riwayat tanah itu. Apalagi jika tanah tersebut nggak mempunyai sertifikat, masih berupa girik, jangan coba-coba kalian membikin Akta Jual Beli (AJB) sebelum tahu riwayatnya. Meskipun bisa bikin sertifikat atas nama kamu sesudah membeli, tidak serta-merta sertifikat tanah tersebut tak dapat dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) bila ternyata penjual tanah bukan yang mempunyai tanah.

11. Cek Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Membeli tanah bukan cuma perkara berapa biaya per meter nya. Namun, cek pula masalah biaya lainnya seperti ongkos admin dengan lembaga Pejabat Pembuat Akta Tanah, pajak, dan lain-lain. Jika sudah seperti itu, pembuatan keabsahan kepemilikan tanah dapat kelar dengan cepat.

12. Enggak Likuid
Tanah merupakan moel investasi bersifat tak likuid atau tidak dapat dicairkan didalam jangka waktu singkat. Maka sebaiknya, tanah enggak dibuat dana mendadak ataupun dana utama. Tapi sebaiknya, Anda membeli tanah untuk investasi yang berasal dari dana enggak kepakai maupun duit tabungan.
Sedang apabila modal mepet, maka bisa membeli tanah yang tidak mempunyai potensi pembangunan sekarang ini, atau dengan kata lain, tarifnya masih sangat terjangkau. Akan tetapi, di kemudian hari, tanah itu bakal merangkak naik dan Anda pun jadi laba.

13. Tidak ada gusuran
Disisi lain, pastikan pula agar tak beli tanah punya negara ataupun tanah yang berada didalam perencanaan pembangunan negara. Karena, tanah tersebut berisiko menjadi tujuan pembebasan lahan. Dewasa ini, mempunyai akta tanah tidak menjadi jaminan tanah bebas dari penggusuran.
Berdasarkan UU No 2 Tahun 2012 tentang penyediaan Tanah bagi infrastruktur bagi Kepentingan publik Pasal 5, pihak yang wajib memberikan tanahnya tatkala melakukan Pengadaan tanah bagi pelayanan publik, sesudah diberi ganti rugi berdasar putusan pengadilan yang sudah punya kepastian hukum.
Dengan mengerti faktor di atas, maka membeli tanah menjadi lebih aman dan kalian pun akan bebas dari persoalan di masa depan.

Iklan :
Anda sedang ingin beli tanah atau rumah di seputaran wilayah Sleman?…Hubungi saja no WA di bawah ini: