Informasi Jual Properti Tanah di Ngampilan Yogyakarta

  • 4 min read
  • May 28, 2020

Keunggulan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Trik Beli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja tentu bisa menjadi salah satu usaha dagang yang diimpikan hampir semua orang. Hal ini berkaitan dengan area Yogya yang betul-betul ideal sehingga di masa depan punya prospek harga jual yang tinggi. Tetapi tentunya diperlukan kiat jitu agar bisnis jual-beli tanah jadi lebih maju.

Keuntungan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Jogja adalah sebuah area yang makin waktu semakin maju. Didukung oleh objek wisata dan banyaknya kampus, banyak penduduk dari kawasan lain yang mengenal dan berkunjung ke Jogjakarta. Menyebabkan, kebutuhan tempat di Jogjakarta juga naik. Hal ini berefek pada naiknya harga tanah dan properti yang lain. Tidak heran kalau di Jogjakarta ada sebagian besar pemilik tanah yang mempunyai cara tepat menawarkan tanah.

Jogjakarta ialah suatu lokasi yang memiliki prasarana komplit, dan kian hari makin berkembang. Hal ini berkenaan dengan area Jogjakarta yang ideal karena banyaknya tempat potensial buat membangun bisnis. Seperti bisnis mal, ruko, rumah makan, penginapan, hotel atau bisnis lain.
Banderol tanah di Jogjakarta sangat kompetitif. Semakin hari banderol properti maupun tanah kian bertambah mahal di Jogja. Tidak heran, lantaran keuntungan yang akan diperoleh di kemudian hari juga bakal tinggi. Sekarang ini saja banderol tanah di Jogja udah amat mahal. Terlebih lagi di beberapa tahun berikutnya. Tentu keuntungan yang akan didapatkan berkali-kali lipat. Maka, jika memiliki tanah di Jogja, pakai itu untuk aset. Tapi kalau memang ingin jual tanah Jogjakarta, tentu harga yang sesuai supaya tak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Kiat Beli tanah di Jogjakarta

Buat kamu yang berencana memiliki aset tanah di Jogja, tentunya dibutuhkan satu negosiasi jual beli. Bakal pembeli harus mengetahui tips yang pas untuk punya ataupun membeli tanah di Jogjakarta agar tak timbul kekecewaan nantinya. Dibawah ini tips yang dapat dilakukan:

1. Tidak Boleh terburu-buru
Banyakin referensi dan survey dan perbandingan harga, lokasi tanah, karena banyak referensi tanah yang ditawarkan di Jogjakarta. Pilihlah lokasi yang potensial untuk beberapa tahun kedepan. Keadaan ini tentunya krusial sekali untuk invest dan memperoleh untung apabila tanah akan dijual dikemudian hari.

2. Janganlah sekali-kali beli tanah kavling
Kavling ialah lahan yang sudah diolah. Pada Umumnya kavling telah dipatok harga mahal oleh pengembang. Kalau memang mau membeli lahan untuk investasi, beli saja tanah yang masih asli. Janganlah beli kavling, lantaran kurang untung. Terkecuali jika memang mau membeli buat dibangun rumah.

3. Penjual buru-buru karena butuh
Apabila ada, carilah penjual yang ingin menjual tanahnya karena butuh. Keadaan ini bakal sangat mengutungkan sekali sebab Jual buru-buru karena butuh tentunya menawarkan banderol yang jauh lebih ekonomis dari banderol pasar.

4. Prediksi keuntungan
Estimasi dengan pasti untung di waktu mendatang. Seperti apabila tanah bakal di jual kembali di 3 tahun mendatang dengan minimal keuntungan mencapai 17%. Apabila harga di waktu yang akan datang memenuhi perkiraan, maka tanah tersebut tentunya ideal buat investasi.

5. Janganlah sekali-kali asal memilih area tanah
Lokasi tanah juga amat penting. Tanah didekat jalan pasti lebih memiliki potensi peningkatan harga yang baik di masa mendatang. Berbeda dengan tanah didepan kali, ataupun disisi tower SUTET. Hindari beli tanah di dekat pabrik yang membikin produk yang mudah meledak. Area tanah juga kudu jauh dari tempat pembuangan sampah dan jangan sampai membeli tanah bergerak untuk didirikan bangunan rumah di atasnya. Karena, salah satu poin penggerak harga suatu tanah yaitu area. Dapat digaransi, harga jual tanah akan meningkat jika terletak di posisi strategis, misal akses jalan gampang ditempuh, tidak jauh dengan pasar, dan beberapa prasarana publik. Bila pengin membeli tanah, maka wajib cermat mengecek posisinya. Caranya, dengan menganalisi karakteristik suatu wilayah dan mengira-ngira kondisinya di kemudian hari.

6. Pilihlah area strategis
Lebih baik, pilih saja wilayah yang potensial, seperti lokasi yang terletak ditepi jalan raya. Tanah didekat jalan raya akan lebih potensial. Selain harganya di kemudian hari bakal mahal, sebelum tanah tidak di jual bisa dibuat wilayah yang menghasilkan duit. Seperti dengan menyewakan sebagai lahan parkir, mendirikan warung, dan sebagainya.

7. Periksa teritorial tanah
Pastikan bahwa lokasi diseputar tanah ialah area yang damai. Pastikan pula bahwa wilayah itu tidak ada pada area konflik.

8. Periksa keaslian sertifikat
Hal ini juga betul-betul signifikan sebelum membeli tanah untuk mengurangi risiko penipuan. Pastikan penjual mempunyai berkas yang lengkap. Pastikan pula tanah itu teregistrasi di Badan Partanahan Nasional.

9. Buat kesepakatan dengan pemilik tanah
Bila akan dilakukan pembicaraan, lakukan kesepakatan dengan penjual. Mohon kesepakatan mengenai seputar pembelian. Misalnya, membayar Down Payment terlebih dahulu seberapa banyak dengan jaminan jika pelunasan bakal dibayar sehabis surat-surat lain dan surat-surat balik nama beres.

10. Bebas sengketa
Alangkah baiknya, enggak membeli tanah dengan status sengketa warisan, masih menjadi agunan bank, berkasnya enggak lengkap, dan lain sebagainya. Tanah yang hak miliknya enggak jelas cuma bakal merugikan dan menyusahkan.
Cara untuk memastikan tanah bebas dalam status sengketa adalah dengan mencari tahu histori tanah. Pastikan kalian datang ke lembaga setempat sebelum membelinya, agar mengetahui riwayat tanah tersebut. Terlebih lagi apabila tanah itu belum mempunyai sertifikat, masih berbentuk girik, jangan pernah Anda membikin Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengerti riwayatnya. Sekalipun berhasil membuat sertifikat atas nama Anda sehabis membeli, tidak serta-merta akat tanah itu tidak bisa dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) apabila nyatanya penjual tanah bukan yang memiliki tanah.

11. Cek Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah enggak cuma persoalan berapa harga permeter nya. Tetapi, cek juga poin ongkos lainnya seperti biaya admin dengan bagian PPATK, pajak, dan sebagainya. Jika sudah begitu, pembuatan legalitas kepemilikan tanah dapat kelar dengan segera.

12. Tak Likuid
Tanah ialah tipe investasi bersifat enggak likuid atau tidak dapat diduitkan didalam jangka waktu cepat. Jadi lebih baik, tanah enggak dibuat keuangan mendadak maupun dana pokok. Sebisa mungkin, kamu beli tanah untuk invest yang dananya berasal dari dana tidak terpakai maupun duit tabungan.
Sedangkan kalau uang terbatas, maka dapat beli tanah yang belum memiliki prospek pendirian sekarang ini, atau dengan kata lain, banderolnya masih terbilang murah. Akan tetapi, di masa mendatang, tanah itu akan beranjak naik dan Anda pun menjadi untung.

13. Tidak ada gusuran
Selain itu, mestis dipastikan agar tak membeli tanah punya pemerintah maupun tanah yang masuk didalam perencanaan pembangunan negara. Karena, tanah ini mempunyai resiko jadi target pembebasan lahan. Saat ini, mempunyai sertifikat tanah enggak menjadi patokan tanah bebas dari penggusuran.
Berdasar Undang-Undang nomor dua thn 2012 mengenai Pengadaan Tanah bagi Pembangunan bagi layanan Umum psl 5, pihak yang wajib merelakan tanahnya pada saat melakukan Pengadaan tanah buat pelayanan Umum, seusai diberi ganti rugi berdasar keputusan pengadilan yang sudah punya kepastian hukum.
Dengan mengerti faktor di atas, maka beli tanah jadi kian aman dan Anda pun bisa terbebas dari persoalan di masa depan.

Iklan :
Anda lagi ingin investasi tanah atau rumah di seputaran area DIY?…Hubungi saja no WA di bawah ini: