Informasi Jual Tanah-Rumah di Tanjungsari Gunung Kidul

  • 4 min read
  • May 14, 2020

Keuntungan Bisnis Jual-Beli Tanah di Jogja dan Cara Membeli Tanah

Jual beli tanah di Jogja pastinya dapat jadi suatu usaha dagang yang diidamkan hampir setiap orang. Hal ini berhubungan dengan lokasi Jogjakarta yang betul-betul ideal sehingga di waktu yang akan datang punya prospek nilai jual yang tinggi. Tetapi tentunya dibutuhkan kiat jitu biar usaha yang satu ini jadi lebih maju.

Kelebihan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara umum, Yogyakarta ialah salah satu wilayah yang semakin hari makin berkembang. Disokong oleh destinasi wisata dan beragamnya universitas, sangat banyak orang dari luar kawasan yang mengenal dan datang ke Jogja. Mengakibatkan, permintaan tempat di Jogja juga meningkat. Kondisi ini mempengaruhi kenaikan banderol lahan dan properti lain. Tak mengherankan apabila di Jogjakarta ada banyak pemilik tanah yang mempunyai tips cepat menawarkan tanah.

Jogja adalah sebuah wilayah yang mempunyai sarana komplit, dan makin waktu makin berkembang. Hal ini berkenaan dengan wilayah Jogjakarta yang ideal lantaran banyaknya spot strategis untuk mengembangkan bisnis. Contohnya usaha pertokoan, restoran, losmen, hotel, mal maupun usaha lainnya.
Banderol tanah di Jogja makin bersaing. Makin hari harga tanah ataupun properti semakin tinggi di Jogjakarta. Tidak mengherankan, lantaran untung yang bakal diperoleh di jangka panjang juga akan tinggi. Saat ini saja harga tanah di Jogjakarta sudah sangat mahal. Apalagi di tahun-tahun berikutnya. Pastinya hasil yang bisa diperoleh berlipat ganda. Maka, jika punya tanah di Jogjakarta, pergunakan itu untuk aset. Tapi kalau memang kepengin jual tanah Jogja, tentunya banderol yang tepat agar tak rugi.

jual beli tanah di jogja

Kiat Membeli tanah di Jogjakarta

Bagi Anda yang ingin mempunyai tanah di Jogja, pasti diperlukan sebuah negosiasi jual beli. Calon pembeli wajib tahu kiat yang pas untuk mempunyai maupun beli tanah di Jogjakarta agar enggak timbul penyesalan kedepannya. Berikut kiat yang bisa dilaksanakan:

1. Enggak Boleh grasa-grusu
Perbanyak referensi dan teliti dan perbandingan harga, area tanah, lantaran ada banyak pilihan tanah yang di jual di Jogja. Pilih area yang strategis untuk beberapa tahun berikutnya. Hal ini pastinya penting buat invest dan mendapatkan keuntungan jika tanah akan dijual nantinya.

2. Jangan membeli kavling
Tanah kavling ialah tanah yang sudah dikelola. Biasanya kavling sudah ditetapkan harga tinggi oleh developer. Apabila memang kepengin membeli lahan untuk aset, beli aja tanah yang masih utuh. Janganlah sekali-kali membeli kavling, karena tidak cukup menguntungkan. Kecuali jika memang pengin beli untuk dibangun bangunan rumah.

3. Penjual buru-buru karena butuh
Kalau perlu, cari penjual yang mau menjual lahannya karena buru-buru karena butuh. Keadaan ini akan menguntungkan lantaran Penjual butuh tentunya memasang harga yang jauh lebih murah dari banderol biasanya.

4. Estimasi untung
Prediksi dengan pasti keuntungan di masa mendatang. Seperti jika tanah bakal dijual di 3 tahun kedepan dengan min laba hingga 17 %. Bila harga di masa depan memenuhi target, maka tanah ini pastinya ideal buat aset.

5. Jangan asal memilih posisi tanah
Posisi tanah pun sangat krusial. Tanah didekat jalan pasti lebih memiliki potensi peningkatan harga yang cepat di kemudian hari. Berbeda dengan tanah didepan kuburan, maupun ditepi tower SUTET. Hindari beli tanah di area industri yang memproduksi bahan-bahan yang mudah terbakar. Area tanah pun wajib jauh dari posisi pembuangan sampah umum dan jangan sampai beli tanah bergerak untuk dibangun bangunan di atasnya. Karena, salah satu poin penggerak harga sebuah tanah ialah posisi. Bisa dijamin, harga jual tanah terus naik jika ada di area ideal, seperti jalan gampang ditempuh, dekat dari pasar, dan sejumlah fasilitas umum. Jika ingin membeli tanah, anda wajib cermat memperhatikan lokasinya. Tipsnya, dengan mempelajari karakter suatu kawasan dan memprediksi situasinya di waktu yang akan datang.

6. Pilihlah area potensial
Lebih baik, pilih saja lokasi yang ideal, seperti area yang berada didekat jalan raya. Tanah didekat jalan bakal begitu menjual. Selain harganya di masa yang akan datang akan meningkat, selama tanah tidak dijual bisa dijadikan lokasi yang mendatangkan duit. Contohnya dengan menyewakan untuk tempat parkir, membangun warung, dan lain-lain.

7. Periksa area tanah
Pastikan jika wilayah disekeliling tanah ialah lokasi yang aman. Pastikan pula bahwa area itu tidak berada di lokasi berbahaya.

8. Cek keabsahan sertifikat
Hal ini pun betul-betul signifikan sebelum beli tanah untuk menghindari resiko penipuan. Penjual harus punya surat-surat yang lengkap. Lahan itu mesti teregistrasi di BPN.

9. Bikin kesepakatan dengan penjual
Jika akan berlangsung negosiasi, lakukan kesepakatan dengan penjual. Mintalah perjanjian tentang sekitar pembayaran. Misalnya, membayar DP terlebih dulu berapa persen dengan jaminan kalau pelunasan bakal dilakukan sehabis dokumen lain dan dokumen balik nama rampung.

10. Tidak dalam sengketa
Lebih baik, jangan membeli tanah berstatus sengketa warisan, didalam jaminan bank, berkasnya tak lengkap, dan lain-lain. Tanah yang pemiliknya tidak terang cuma akan menyusahkan dan merugikan.
Tips untuk mengetahui tanah bebas dalam sengketa yaitu dengan menelusuri asal-usul tanah. Pastikan kalian bertanya pada pejabat tertentu sebelum membelinya, supaya mengetahui riwayat tanah itu. Terlebih lagi kalau tanah tersebut nggak ada sertifikat, masih berupa surat girik, jangan coba-coba kalian membikin Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengetahui sejarahnya. Walaupun dapat membikin sertifikat tanah atas nama kamu seusai membelinya, tidak berarti akat tanah itu tak dapat digugurkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kalau kenyataannya penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Cek Biaya Pengurusan Jual Belinya
Membeli tanah tidak sekedar masalah berapa harga permeter nya. Akan tetapi, cek pula faktor biaya lainnya misalnya ongkos admin dengan lembaga Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), pajak, dan lain-lain. Dengan seperti itu, pengurusan sertifikat kepemilikan tanah dapat kelar dengan cepat.

12. Tidak Bisa Diuangkan
Tanah ialah tipe investasi yang bersifat tak likuid atau tak dapat diduitkan dalam waktu cepat. Maka lebih baik, tanah tidak dibuat dana darurat ataupun dana pokok. Tapi sebaiknya, kalian beli tanah buat invest yang berasal dari dana tak terpakai ataupun tabungan masa depan.
Sedang bila tabungan terbatas, maka dapat beli tanah yang belum mempunyai potensi pengembangan sekarang ini, atau bisa diilang, banderolnya masih tergolong terjangkau. Akan tetapi, di kemudian hari, tanah tersebut akan beranjak tinggi dan Anda pun jadi laba.

13. Bebas Penggusuran
Selain itu, mestis dipastikan supaya tak beli tanah punya negara atau tanah yang termasuk didalam peta rencana pembangunan negara. Sebab, tanah itu mempunyai risiko jadi tujuan pembebasan lahan. Sekarang ini, memiliki sertifikat tanah enggak jadi jaminan tanah bebas dari penggusuran.
Menurut Undang-Undang Nomer 2 Tahun 2012 mengenai penyediaan Tanah buat Pembangunan untuk pelayanan Umum psl 5, pihak yang berhak memberikan tanahnya pada saat berlangsungnya penyediaan tanah buat Kepentingan publik, sesudah diberikan ganti rugi berdasarkan putusan pengadilan yang telah punya kekuatan hukum.
Dengan memahami hal-hal di atas, maka beli tanah jadi kian aman dan kamu pun bisa terbebas dari masalah di kemudian hari.

Iklan :
Anda sedang ingin membeli tanah atau rumah di seputaran wilayah DIY?…Kontak nomer WA di bawah ini: