Informasi Terbaru Jual-Beli Properti Tanah di Tepus Gunung Kidul

  • 4 min read
  • Oct 18, 2019

Keuntungan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Trik Membeli Tanah

Jual beli tanah di Jogja pastinya dapat menjadi salah satu usaha dagang yang didambakan semua orang. Hal ini berhubungan dengan lokasi Jogja yang benar-benar strategis sehingga di masa depan mempunyai kans nilai jual yang tinggi. Tapi pastinya dibutuhkan kiat jitu supaya usaha ini menjadi lebih maju.

Keuntungan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Yogyakarta ialah sebuah wilayah yang kian hari makin maju. Didukung oleh destinasi wisata dan beragamnya sekolah tinggi, banyak masyarakat dari luar wilayah yang tahu dan datang ke Jogjakarta. Akibatnya, kebutuhan ruang di Jogja pun tinggi. Hal ini mempengaruhi naiknya banderol tanah dan properti lain. Tidak heran bila di Jogja ada beberapa pemilik tanah yang mempunyai cara cepat menawarkan tanah.

Jogja ialah sebuah area yang punya sarana memadai, dan makin waktu makin maju. Keadaan ini berhubungan dengan lokasi Jogjakarta yang potensial lantaran berbagai tempat strategis untuk membangun usaha. Misalnya bisnis hotel, mal, ruko, restoran, motel ataupun usaha lainnya.
Banderol tanah di Jogja makin bersaing. Kian hari harga properti maupun tanah makin naik di Jogja. Tak mengherankan, lantaran keuntungan yang bakal diperoleh di jangka panjang juga bakal tinggi. Saat ini saja banderol tanah di Jogjakarta udah cukup tinggi. Terlebih di beberapa tahun yang akan datang. Pasti untung yang bisa didapat berlipat ganda. Maka, bila mempunyai tanah di Jogja, gunakan itu untuk investasi. Akan tetapi kalau memang mau jual tanah Jogjakarta, tentu banderol yang sesuai agar tak rugi.

jual beli tanah di jogja

Cara Membeli tanah di Jogja

Bagi Anda yang berencana memiliki aset tanah di Jogjakarta, pastinya diperlukan sebuah pembicaraan jual beli. Bakal calon pembeli mesti tahu tips yang pas untuk mempunyai maupun membeli tanah di Jogjakarta biar enggak ada kekecewaan kedepannya. Dibawah ini trik yang dapat dilaksanakan:

1. Tak Boleh terburu-buru
Banyakin pilihan dan teliti serta bandingkan harga, wilayah tanah, lantaran ada banyak referensi tanah yang di jual di Jogja. Pilih lokasi yang strategis untuk tahun-tahun yang akan datang. Hal ini tentu krusial buat invest dan memperoleh untung jika tanah akan dijual nantinya.

2. Janganlah membeli tanah kavling
Tanah kavling adalah lahan yang telah diolah. Biasanya kavling telah ditetapkan banderol tinggi oleh pengembang. Jika memang kepengin membeli tanah buat invest, belilah tanah yang asli. Janganlah membeli kavling, lantaran enggak cukup menghasilkan. Lain ceritanya bila memang ingin membeli buat dibikin bangunan rumah.

3. Jual butuh
Jika ada, cari penjual yang mau jual lahannya karena butuh. Hal ini bakal sangat menguntungkan sebab Jual buru-buru karena butuh pasti memasang banderol yang lebih rendah dari harga umumnya.

4. Estimasi keuntungan
Prediksi secara pasti laba di masa depan. Contohnya bila tanah bakal dijual di 3 thn mendatang dengan minimal keuntungan hingga 17 persen. Kalau harga di waktu yang akan datang memenuhi harapan, maka tanah itu tentunya potensial untuk aset.

5. Jangan sembarangan memilih lokasi tanah
Area tanah juga sangat signifikan. Tanah didekat jalan pasti lebih memiliki peluang meningkatnya harga yang tinggi di waktu mendatang. Berbeda dengan tanah didepan kali, atau disisi SUTET. Jangan pula beli tanah di kawasan pabrik yang membikin bahan-bahan yang mudah meledak. Area tanah pun kudu jauh dari area pembuangan sampah dan jangan sampai beli tanah bergerak untuk didirikan tempat tinggal diatasnya. Sebab, poin penting penggerak harga sebuah tanah adalah posisi. Dapat dijamin, harga tanah akan terus bertambah jika berada di area ideal, misal jalan gampang ditempuh, tidak jauh dari pasar, dan berbagai fasilitas umum. Jika mau membeli tanah, anda harus teliti melihat lokasinya. Caranya, dengan mempelajari karakter sebuah daerah dan memprediksi keadaannya di masa depan.

6. Pilihlah wilayah ideal
Sebaliknya, pilihlah area yang strategis, misalnya area yang berada ditepi jalan utama. Tanah didepan jalan bakal lebih menjual. Selain harganya di masa yang akan datang akan meningkat, sebelum tanah tidak di jual dapat dijadikan wilayah yang menghasilkan uang. Misalnya dengan menyewakan untuk lokasi parkir, mendirikan warung, dan lain sebagainya.

7. Cek wilayah tanah
Pastikan jika wilayah diseputar lahan adalah area yang damai. Pastikan juga kalau wilayah itu enggak berada pada area berbahaya.

8. Cek keaslian sertifikat
Hal ini pun sangat signifikan sebelum beli tanah untuk meminimalisir risiko penipuan. Penjual kudu mempunyai surat-surat yang komplit. Pastikan pula lahan itu tercatat di Badan Partanahan Nasional.

9. Buat kesepakatan dengan pemilik tanah
Apabila akan dilangsungkan transaksi, lakukan kesepakatan dengan penjual. Mohonkan perjanjian tentang sekitar pembayaran. Misalnya, memberikan DP terlebih dulu seberapa banyak dengan garansi bahwa pelunasan akan dilaksanakan sesudah berkas lainnya dan berkas balik nama selesai.

10. Tidak sedang dalam status sengketa
Sebaiknya, jangan membeli tanah berstatus perebutan warisan, didalam jaminan bank, dokumennya tak komplit, dan sebagainya. Tanah yang hak miliknya tidak terang cuma akan menyusahkan dan merugikan.
Cara untuk mengetahui tanah bebas dalam status sengketa adalah dengan menelusuri riwayat tanah. kalian harus datang kepada aparat setempat sebelum membeli tanah, biar mengetahui asal-usul tanah itu. Terlebih bila tanah itu belum mempunyai sertifikat, masih berupa surat girik, jangan pernah Anda membuat Akta Jual Beli sebelum tahu riwayatnya. Walaupun berhasil membuat sertifikat atas nama kalian sesudah membelinya, tak serta-merta akat tanah itu tidak dapat dibatalkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika kenyataannya penjual tanah bukan yang memiliki tanah.

11. Perhatikan Biaya Pencatatan Jual Belinya
Membeli tanah tidak sekedar masalah berapa biaya per meter persegi. Tetapi, cek pula masalah biaya lain seperti ongkos pencatatan dengan bagian PPATK, pajak, dan sebagainya. Kalau sudah seperti itu, pengurusan keabsahan kepemilikan tanah bisa kelar dengan segera.

12. Tak Likuid
Tanah merupakan moel investasi yang bersifat tidak likuid atau tak dapat diduitkan dalam waktu yang singkat. Maka lebih baik, tanah bukan dibikin keuangan mendesak ataupun keuangan utama. Tapi sebaiknya, kalian beli tanah untuk invest yang berasal dari uang tak terpakai maupun tabungan masa depan.
Sedangkan apabila uang mepet, maka dapat beli tanah yang belum mempunyai prospek pengembangan sekarang ini, atau dengan kata lain, banderolnya masih tergolong ekonomis. Akan tetapi, di kemudian hari, tanah itu akan beranjak naik dan Anda pun jadi profit.

13. Tidak ada gusuran
Disisi lain, harus dipastikan untuk tak membeli tanah punya pemerintah maupun tanah yang termasuk didalam perencanaan pembangunan negara. Karena, tanah tersebut mempunyai risiko jadi target pembebasan lahan. Dewasa ini, memiliki sertifikat tanah tidak jadi jaminan tanah bebas dari penggusuran.
Berdasarkan Undang-Undang Nomer 2 thn 2012 mengenai penyediaan Tanah bagi Pembangunan untuk layanan publik psl lima, pihak yang wajib melepaskan tanahnya tatkala melakukan Pengadaan tanah buat layanan publik, sesudah diberikan ganti rugi berdasar ketetapan pengadilan yang sudah punya kekuatan hukum.
Dengan mengetahui poin tadi, maka beli tanah jadi semakin cepat dan kalian pun bakal bebas dari masalah di kemudian hari.

Iklan :
Anda lagi ingin investasi tanah atau rumah di seputaran area Yogyakarta?…Kontak saja nomor WA di bawah ini: