Informasi Terbaru Jual Beli Tanah dan Rumah di Pengasih Kulon Progo

  • 4 min read
  • Jan 06, 2020

Keuntungan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Trik Membeli Tanah

Jual beli tanah di Jogja pastinya bisa menjadi salah satu bisnis jual beli yang didambakan setiap orang. Hal ini berhubungan dengan area Jogja yang betul-betul strategis sehingga di masa mendatang memiliki prospek harga jual yang bagus. Namun pastinya diperlukan cara tertentu supaya bisnis yang satu ini menjadi semakin lancar.

Keistimewaan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Jogjakarta ialah salah satu lokasi yang semakin waktu semakin berkembang pesat. Disokong oleh objek wisata dan beragamnya perguruan tinggi, sangat banyak orang dari daerah lain yang mengenal dan mendatangi Jogja. Menyebabkan, kebutuhan lahan di Jogja pun meningkat. Kondisi ini berpengaruh pada naiknya harga tanah dan properti yang lain. Tak heran kalau di Jogja ada banyak pemilik tanah yang punya trik tepat menjual tanah.

Jogjakarta adalah sebuah wilayah yang memiliki sarana memadai, dan semakin hari kian bertambah ramai. Hal ini berkenaan dengan wilayah Jogja yang ideal lantaran berbagai lokasi potensial untuk membangun usaha. Seperti bisnis hotel, mal, pertokoan, restoran, motel ataupun bisnis lain.
Harga tanah di Jogjakarta makin bersaing. Semakin hari banderol properti atau tanah semakin mahal di Jogja. Tak mengherankan, lantaran untung yang bakal didapatkan di jangka panjang juga bakal mahal. Sekarang ini saja harga tanah di Jogja udah cukup mahal. Apalagi di tahun-tahun berikutnya. Pasti hasil yang akan diperoleh berlipat ganda. Maka, kalau mempunyai tanah di Jogjakarta, pakai itu untuk aset. Akan tetapi apabila memang ingin jual tanah Jogjakarta, tentunya banderol yang sesuai supaya enggak rugi.

jual beli tanah di jogja

Cara Membeli tanah di Jogjakarta

Buat kamu yang berencana mempunyai tanah di Jogjakarta, tentunya dibutuhkan satu pembicaraan jual beli. Calon pembeli wajib memahami cara yang sesuai untuk memiliki maupun beli tanah di Jogjakarta agar tidak muncul penyesalan kedepannya. Dibawah ini kiat yang bisa dilakukan:

1. Tidak Boleh terburu-buru
Perbanyak pilihan dan teliti dan bandingkan harga, lokasi tanah, karena banyak sekali referensi tanah yang di jual di Jogja. Carilah area yang ideal untuk beberapa tahun kedepan. Keadaan ini tentunya krusial sekali buat investasi dan memperbanyak keuntungan kalau tanah bakal dijual dimasa depan.

2. Jangan membeli kavling
Tanah kavling ialah tanah yang telah diatur. Biasanya tanah kavling sudah ditetapkan banderol mahal oleh pengembang. Jika memang ingin beli tanah untuk investasi, beli saja lahan yang masih asli. Janganlah sekali-kali beli tanah kavling, karena tidak cukup untung. Lain ceritanya kalau memang mau membeli buat dibikin bangunan.

3. Jual butuh
Apabila memungkinkan, carilah penjual yang kepengin menjual tanahnya karena buru-buru karena butuh. Kondisi ini bakal menguntungkan lantaran Penjual buru-buru karena butuh pasti menawarkan harga yang lebih rendah dari harga biasa.

4. Estimasi keuntungan
Prediksi dengan pasti keuntungan di masa depan. Misalnya bila tanah bakal di jual kembali di 3 thn mendatang dengan min laba hingga 17 %. Apabila harga di waktu yang akan datang sesuai harapan, maka lahan itu pasti potensial buat aset.

5. Jangan asal-asalan memilih posisi tanah
Posisi tanah juga betul-betul penting. Tanah ditepi jalan akan lebih punya kesempatan peningkatan harga yang cepat di kemudian hari. Beda dengan tanah didekat kuburan, atau disisi tower SUTET. Hindari beli tanah di dekat industri yang memproduksi bahan-bahan yang gampang terbakar. Lokasi tanah juga wajib jauh dari tempat pembuangan sampah dan janganlah sekali-kali sampai membeli tanah gampang longsor untuk didirikan bangunan rumah di atasnya. Karena, salah satu poin penggerak nilai sebuah tanah yaitu area. Dapat dijamin, harga tanah akan terus naik apabila berada di area ideal, contoh rute mudah ditempuh, dekat dari mall, dan berbagai prasarana publik. Apabila pengin membeli tanah, maka harus teliti melihat lokasinya. Caranya, dengan memahami karakteristik suatu wilayah dan memprediksi kondisinya di kemudian hari.

6. Pilih area ideal
Sebaliknya, pilih saja area yang ideal, seperti area yang terletak ditepi jalan raya. Tanah didepan jalan bakal lebih menjual. Disamping harganya di masa depan akan meningkat, selama tanah enggak di jual bisa dibuat wilayah yang menghasilkan uang. Contohnya dengan menyewakan untuk tempat parkir, mendirikan warung, dan sebagainya.

7. Teliti wilayah tanah
Pastikan kalau wilayah disekeliling lahan ialah lokasi yang damai. Pastikan pula jika wilayah tersebut tak ada pada wilayah konflik.

8. Periksa keabsahan sertifikat
Hal ini juga betul-betul signifikan ketika mau membeli tanah untuk mengurangi risiko penipuan. Pastikan penjual mempunyai berkas yang lengkap. Pastikan juga tanah tersebut tercatat di BPN.

9. Lakukan perjanjian dengan penjual
Apabila bakal dilakukan pembicaraan, bikin kesepakatan dengan pemilik tanah. Mohon perjanjian mengenai seputaran pembayaran. Contohnya, memberikan uang muka terlebih dahulu seberapa banyak dengan garansi kalau pelunasan bakal dilakukan seusai dokumen lainnya dan dokumen balik nama rampung.

10. Tidak dalam sengketa
Sebaiknya, enggak membeli tanah berstatus sengketa warisan, masih jadi jaminan bank, surat-suratnya enggak lengkap, dan lain sebagainya. Tanah yang kepemilikannya tak terang cuma bakal merugikan dan menyusahkan.
Tips untuk mengetahui tanah tidak dalam sengketa adalah dengan menelusuri riwayat tanah. Pastikan kalian tanya ke lembaga setempat sebelum membelinya, supaya mengerti histori tanah tersebut. Apalagi bila tanah tersebut belum bersertifikat, masih berupa surat girik, jangan coba-coba Anda membikin Akta Jual Beli sebelum mengerti sejarahnya. Meskipun bisa membuat sertifikat atas nama kamu sehabis membeli, tidak terus akat tanah tersebut tidak bisa dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara apabila kenyataannya penjual tanah bukan yang mempunyai tanah.

11. Perhatikan Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah enggak cuma perkara berapa harga per meter persegi. Tapi, cek juga masalah biaya lain contohnya ongkos pencatatan dengan lembaga Pejabat Pembuat Akta Tanah, pajak, dan lain sebagainya. Kalau sudah seperti itu, pembuatan keabsahan kepemilikan tanah akan kelar dengan segera.

12. Tidak Likuid
Tanah ialah moel investasi yang sifatnya enggak likuid atau tak dapat dicairkan dalam waktu yang cepat. Jadi lebih baik, tanah enggak dibuat keuangan darurat atau keuangan utama. Sebisa mungkin, kalian beli tanah buat invest yang dananya berasal dari modal tak kepakai ataupun tabungan masa depan.
Sedangkan kalau modal sedikit, maka dapat membeli tanah yang tidak mempunyai prospek pendirian sekarang ini, ataupun dengan kata lain, banderolnya masih tergolong ekonomis. Tetapi, di waktu mendatang, tanah tersebut bakal beranjak tinggi dan kalian pun menjadi laba.

13. Tidak ada gusuran
Disamping itu, pastikan juga untuk tidak membeli tanah milik pemerintah atau tanah yang termasuk dalam perencanaan pengembangan negara. Karena, tanah tersebut berisiko jadi target pembebasan lahan. Saat ini, mempunyai sertifikat tanah tidak jadi patokan tanah bebas dari penggusuran.
Berdasarkan UU nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk infrastruktur bagi pelayanan Umum Pasal lima, pihak yang wajib merelakan lahannya tatkala berlangsungnya penyediaan tanah buat layanan publik, setelah dikasih ganti rugi menurut putusan pengadilan yang sudah mempunyai kepastian hukum.
Dengan mengerti poin tadi, maka pembelian tanah menjadi lebih lancar dan kamu pun akan terbebas dari masalah di masa mendatang.

Iklan :
Anda sedang mencari tanah atau rumah di seputaran area Yogyakarta?…Kontak nomor WA di bawah ini: