Informasi Terbaru Jual Beli Tanah di Jogja

  • 4 min read
  • Jan 14, 2020

Kelebihan Bisnis Jual-Beli Tanah di Jogja dan Tips Beli Tanah

Jual beli tanah di Jogja tentu bisa menjadi salah satu usaha perdagangan yang didambakan hampir semua orang. Kondisi ini berkaitan dengan wilayah Yogya yang amat ideal sehingga di masa mendatang punya prospek harga jual yang bagus. Namun tentu saja dibutuhkan trik jitu supaya usaha yang satu ini menjadi semakin berkembang.

Keuntungan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Jogjakarta ialah salah satu wilayah yang makin waktu makin maju. Disokong oleh destinasi wisata dan beragamnya kampus, banyak sekali masyarakat dari luar wilayah yang tahu dan mengunjungi Jogjakarta. Akibatnya, kebutuhan lahan di Jogjakarta juga meningkat. Keadaan ini berdampak kepada meningkatnya banderol tanah dan properti lainnya. Tak heran jika di Jogjakarta ada sebagian besar pemilik tanah yang punya trik cepat jual tanah.

Jogjakarta adalah sebuah area yang punya sarana komplet, dan semakin hari makin maju. Kondisi ini berhubungan dengan lokasi Jogjakarta yang potensial karena beragam tempat ideal buat membangun bisnis. Contohnya usaha mal, ruko, restoran, motel, hotel ataupun usaha lainnya.
Harga tanah di Jogja makin tinggi. Kian hari banderol tanah atau properti kian mahal di Jogja. Tidak aneh, lantaran keuntungan yang bakal diperoleh di kemudian hari juga bakal mahal. Baru-baru ini saja harga tanah di Jogja sudah sangat tinggi. Terlebih lagi di beberapa tahun berikutnya. Tentunya hasil yang akan didapatkan berlipat ganda. Maka, kalau mempunyai tanah di Jogjakarta, pergunakan itu untuk aset. Tapi kalau memang ingin jual tanah Jogjakarta, tentu harga yang sesuai agar enggak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Kiat Beli tanah di Jogjakarta

Untuk Anda yang ingin mempunyai aset tanah di Jogja, pastinya dibutuhkan satu negosiasi jual beli. Calon pembeli kudu mengetahui kiat yang sesuai untuk punya atau beli tanah di Jogjakarta biar tidak timbul perasaan kecewa kedepannya. Berikut ini kiat yang dapat dilaksanakan:

1. Enggak Boleh tergesa-gesa
Banyakin pilihan dan cek serta bandingkan harga, wilayah tanah, karena terdapat banyak referensi tanah yang di jual di Jogjakarta. Carilah area yang potensial untuk beberapa tahun berikutnya. Keadaan ini pasti krusial untuk invest dan mendapatkan keuntungan jika tanah bakal dijual dimasa depan.

2. Janganlah sekali-kali beli kavling
Kavling adalah tanah yang telah diatur. Biasanya tanah kavling sudah ditentukan banderol mahal oleh developer. Kalau memang mau beli tanah buat aset, belilah lahan yang masih asli. Janganlah beli tanah kavling, lantaran enggak cukup untung. Terkecuali apabila memang kepengin membeli untuk dibangun bangunan.

3. Jual butuh
Jika memungkinkan, carilah penjual yang ingin menjual tanahnya karena butuh. Keadaan ini bisa sangat mengutungkan sekali lantaran Penjual buru-buru karena butuh tentunya mematok banderol yang lebih ekonomis dari banderol biasa.

4. Perkirakan untung
Perkirakan dengan pasti untung di masa depan. Contohnya apabila tanah akan di jual kembali di 3 thn kedepan dengan minimal laba hingga 17 persen. Jika harga di waktu mendatang memenuhi perkiraan, maka lahan itu pasti ideal buat invest.

5. Janganlah asal memilih lokasi tanah
Area tanah juga sangat penting. Tanah disisi jalan besar bakal lebih memiliki potensi kenaikan harga yang cepat di kemudian hari. Berbeda dengan tanah ditepi sungai, maupun ditepi SUTET. Hindari membeli tanah di dekat industri yang membuat sesuatu yang mudah meledak. Area tanah juga wajib jauh dari lokasi pembuangan sampah umum dan jangan sampai beli tanah gampang longsor untuk didirikan bangunan diatasnya. Sebab, salah satu poin penggerak harga sebuah tanah adalah area. Dapat digaransi, harga tanah akan terus bertambah kalau berada di posisi potensial, misal akses jalan gampang ditempuh, dekat dengan pasar, dan sejumlah sarana umum. Bila pengin beli tanah, kalian harus teliti melihat posisinya. Tipsnya, dengan mempelajari karakter suatu daerah dan mengira-ngira situasinya di masa mendatang.

6. Pilih area strategis
Lebih baik, pilih lokasi yang strategis, contohnya lokasi yang tepat didepan jalan. Tanah ditepi jalan bakal begitu menjual. Disamping harganya di masa depan bakal meningkat, selama tanah tak di jual bisa dibikin area yang mendatangkan untung. Contohnya dengan menyewakan sebagai lokasi parkir, mendirikan rumah makan, dan lain sebagainya.

7. Teliti wilayah tanah
Pastikan bahwa area disekitar tanah ialah wilayah yang aman. Pastikan pula kalau wilayah tersebut tidak terletak di area konflik.

8. Periksa keoriginilan sertifikat
Kondisi ini juga betul-betul signifikan sebelum beli tanah untuk menghindari resiko penipuan. Penjual kudu mempunyai surat-surat yang komplit. Pastikan juga lahan itu tercatat di Badan Partanahan Nasional.

9. Buat kesepakatan dengan penjual
Apabila bakal dilangsungkan pembicaraan, buat perjanjian dengan penjual. Mohon perjanjian umum seputar pembelian. Contohnya, memberikan uang muka terlebih dahulu seberapa banyak dengan jaminan kalau pelunasan akan dibayarkan setelah berkas lain dan berkas balik nama selesai.

10. Bebas masalah sengketa
Alangkah baiknya, enggak beli tanah berstatus sengketa warisan, masih jadi agunan bank, berkasnya tidak lengkap, dan lain sebagainya. Tanah yang hak miliknya enggak terang hanya akan merugikan dan menyusahkan.
Kiat buat meyakinkan tanah tidak dalam sengketa ialah dengan mengetahui asal-usul tanah. Pastikan kamu datang kepada aparat sekitar sebelum membeli tanah, supaya tahu riwayat tanah tersebut. Terlebih lagi jika tanah tersebut belum bersertifikat, masih berupa surat girik, jangan coba-coba kalian membuatkan Akta Jual Beli sebelum tahu historinya. Sekalipun berhasil bikin sertifikat atas nama Anda sesudah membeli, tak serta-merta sertifikat tanah tersebut enggak dapat dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara kalau kenyataannya penjual tanah bukan yang mempunyai tanah.

11. Teliti Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah enggak hanya perkara berapa biaya permeter nya. Tapi, perhatikan pula masalah ongkos lain seperti ongkos pencatatan dengan lembaga notaris, pajak, dan lain-lain. Bila sudah begitu, pembuatan legalitas kepemilikan tanah dapat kelar dengan cepat.

12. Tak Bisa Diuangkan
Tanah ialah tipe investasi yang bersifat tidak likuid atau enggak dapat diduitkan didalam jangka waktu singkat. Maka alangkah baiknya, tanah bukan dijadikan dana mendesak maupun keuangan utama. Sebaiknya, kamu membeli tanah untuk invest yang berasal dari dana tidak kepakai ataupun tabungan masa depan.
Sedang jika uang terbatas, maka bisa beli tanah yang tidak memiliki prospek pengembangan saat ini, atau boleh diilang, banderolnya masih terbilang murah. Namun, di kemudian hari, tanah itu akan beranjak naik dan kamu pun jadi laba.

13. Tidak ada gusuran
Disamping itu, pastikan juga untuk enggak membeli tanah punya pemerintah atau tanah yang masuk ke dalam perencanaan pembangunan pemerintah. Sebab, tanah itu mempunyai risiko menjadi target pembebasan lahan. Sekarang ini, punya akta tanah tak jadi jaminan tanah bebas penggusuran.
Menurut Undang-Undang nomor 2 Tahun 2012 mengenai penyediaan Tanah buat infrastruktur bagi layanan Umum Pasal lima, pihak yang wajib melepaskan tanahnya ketika melakukan penyediaan tanah buat Kepentingan sosial, sesudah diberikan ganti rugi berdasar ketetapan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum.
Dengan mengetahui hal-hal tadi, maka pembelian tanah menjadi semakin aman dan kamu pun bakal bebas dari permasalahan di masa yang akan datang.

Iklan :
Anda sedang mencari tanah atau rumah di seputaran area Propinsi DIY?…Kontak nomer WA di bawah ini: