Informasi Terbaru Jual-Beli Tanah di Minggir Sleman

  • 4 min read
  • Sep 17, 2019

Keistimewaan Bisnis Jual Beli Tanah di Jogja dan Cara Membeli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja pastinya dapat jadi suatu usaha perdagangan yang diimpikan sebagian besar orang. Hal ini berkaitan dengan lokasi Yogya yang sangat ideal sehingga di masa depan memiliki kans harga jual yang bagus. Namun tentu saja butuh cara tertentu agar bisnis yang satu ini jadi lebih lancar.

Keistimewaan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara umum, Yogya adalah sebuah kota besar yang kian waktu makin maju. Didukung oleh basis wisata dan beragamnya universitas, banyak sekali orang dari luar kawasan yang mengenal dan mengunjungi Jogjakarta. Akibatnya, permintaan lahan di Jogja juga meningkat. Hal ini berdampak kepada naiknya banderol lahan dan properti yang lain. Tidak mengherankan jika di Jogjakarta ada sebagian besar pemilik tanah yang punya kiat tepat menjual tanah.

Jogja adalah satu wilayah yang mempunyai prasarana komplet, dan semakin hari semakin berkembang pesat. Kondisi ini berhubungan dengan area Jogja yang ideal karena banyaknya tempat strategis untuk mendirikan usaha. Misalnya bisnis hotel, mal, pertokoan, rumah makan, motel ataupun usaha lainnya.
Banderol tanah di Jogja semakin bersaing. Makin hari harga properti atau tanah semakin tinggi di Jogjakarta. Tak mengherankan, lantaran untung yang akan diperoleh di jangka panjang juga akan mahal. Saat ini saja harga tanah di Jogja udah cukup tinggi. Terlebih lagi di beberapa tahun berikutnya. Tentu keuntungan yang bisa diperoleh berkali lipat. Maka, jika mempunyai tanah di Jogja, pergunakan itu untuk aset. Namun kalau memang ingin jual tanah Jogjakarta, tentunya banderol yang pas agar tidak rugi.

jual beli tanah di jogja

Cara Membeli tanah di Jogjakarta

Buat kalian yang kepengin mempunyai tanah di Jogja, pasti butuh sebuah transaksi jual beli. Calon pembeli kudu memahami kiat yang pas untuk memiliki maupun membeli tanah di Jogjakarta agar enggak muncul kekecewaan nantinya. Berikut trik yang bisa dikerjakan:

1. Jangan grasa-grusu
Perbanyak referensi dan cek serta bandingkan harga, wilayah tanah, lantaran banyak sekali pilihan tanah yang ditawarkan di Jogja. Pilihlah wilayah yang ideal untuk beberapa tahun kedepan. Keadaan ini pasti krusial untuk investasi dan memperbanyak untung bila tanah bakal dijual dimasa depan.

2. Janganlah beli tanah kavling
Tanah kavling ialah tanah yang telah dikelola. Pada Umumnya kavling telah ditetapkan harga tinggi oleh pengembang. Apabila memang kepengin beli tanah buat invest, belilah tanah yang masih utuh. Jangan membeli kavling, lantaran kurang untung. Lain ceritanya apabila memang kepengin beli buat didirikan bangunan.

3. Jual butuh
Kalau memungkinkan, carilah penjual yang pengin jual tanahnya karena butuh. Hal ini bisa menguntungkan lantaran Penjual buru-buru karena butuh tentunya mematok banderol yang jauh lebih rendah dari banderol biasanya.

4. Perkirakan laba
Prediksi dengan pasti laba di masa depan. Seperti apabila tanah akan dijual di tahun thn yang akan datang dengan minimal laba sampai 17 persen. Kalau harga di masa depan memenuhi perkiraan, maka lahan itu pastinya potensial buat invest.

5. Janganlah sekali-kali asal-asalan memilih lokasi tanah
Area tanah juga amat signifikan. Tanah ditepi jalan bakal lebih punya peluang meningkatnya harga yang cepat di kemudian hari. Beda dengan tanah didepan sungai, atau dibawah tower SUTET. Jangan juga membeli tanah di area industri yang memproduksi bahan-bahan yang gampang meledak. Lokasi tanah pun kudu jauh dari lokasi pembuangan sampah umum dan janganlah sekali-kali sampai beli tanah mudah longsor untuk dibangun bangunan rumah diatasnya. Karena, salah satu poin penggerak harga sebuah tanah ialah area. Dapat dijamin, harga tanah akan bertambah apabila berada di lokasi potensial, misal akses jalan gampang ditempuh, tidak jauh dari pasar, dan berbagai sarana publik. Kalau pengin membeli tanah, kalian mesti cermat mengecek areanya. Tipsnya, dengan memahami karakteristik suatu kawasan dan mengira-ngira situasinya di masa depan.

6. Pilih wilayah ideal
Sebaliknya, pilih saja wilayah yang ideal, contohnya wilayah yang tepat didekat jalan. Tanah disisi jalan besar bakal sangat menjual. Disamping harganya di masa mendatang bakal tinggi, sebelum tanah enggak di jual dapat dijadikan area yang mendatangkan uang. Seperti dengan menyewakan buat lokasi parkir, membuka warung, dan lain-lain.

7. Periksa area tanah
Pastikan bahwa wilayah diseputar tanah ialah lokasi yang tentram. Pastikan pula jika wilayah tersebut enggak ada pada wilayah konflik.

8. Cek keabsahan sertifikat
Kondisi ini juga betul-betul krusial sebelum membeli tanah untuk meminimalisir risiko penipuan. Pastikan penjual memiliki surat-surat yang komplet. Tanah itu wajib tercatat di BPN.

9. Lakukan perjanjian dengan pemilik tanah
Bila bakal berlangsung pembicaraan, lakukan kesepakatan dengan pemilik tanah. Mohonkan perjanjian mengenai sekitar pembayaran. Contohnya, memberikan DP lebih dahulu seberapa banyak dengan jaminan kalau pelunasan bakal dilaksanakan seusai surat-surat lainnya dan berkas balik nama selesai.

10. Tidak dalam masalah sengketa
Alangkah baiknya, tidak membeli tanah dengan status sengketa warisan, didalam agunan bank, berkasnya tak lengkap, dan lain-lain. Tanah yang kepemilikannya enggak terang cuma bakal merugikan dan menyusahkan.
Tips untuk mengetahui tanah tidak dalam sengketa adalah dengan menelusuri sejarah tanah. kalian wajib datang kepada aparat sekitar sebelum membeli tanah, agar mengerti sejarah tanah itu. Apalagi jika tanah tersebut nggak memiliki sertifikat, masih berupa girik, jangan coba-coba kamu membuatkan Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengetahui asal-usulnya. Walaupun dapat membikin sertifikat atas nama Anda sehabis membelinya, tidak terus akat tanah tersebut tidak bisa dibatalkan di Pengadilan Tata Usaha Negara bila kenyataannya pihak penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Perhatikan Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah enggak sekedar masalah berapa biaya per meter persegi. Tetapi, teliti juga poin biaya yang lainnya contohnya biaya admin dengan pihak notaris, pajak, dan lain-lain. Kalau sudah seperti itu, pengurusan keabsahan kepemilikan tanah akan selesai dengan segera.

12. Tak Likuid
Tanah merupakan jenis investasi bersifat tak likuid atau enggak dapat dicairkan dalam jangka waktu singkat. Jadi sebaiknya, tanah enggak dibuat dana mendesak atau dana utama. Sebaiknya, kalian membeli tanah buat investasi yang berasal dari modal tidak terpakai ataupun tabungan masa depan.
Sedang bila uang mepet, maka bisa beli tanah yang tidak memiliki potensi pengembangan sekarang ini, atau boleh diilang, banderolnya masih sangat murah. Namun, di masa yang akan datang, tanah itu bakal merangkak naik dan kalian pun jadi laba.

13. Tidak ada gusuran
Disamping itu, mestis dipastikan supaya tak membeli tanah punya pemerintah maupun tanah yang berada didalam perencanaan pembangunan pemerintah. Karena, tanah ini mempunyai risiko jadi tujuan penggusuran. Sekarang ini, mempunyai sertifikat tanah enggak jadi jaminan tanah bebas penggusuran.
Berdasar Undang-Undang nomor dua Tahun 2012 tentang penyediaan Tanah bagi infrastruktur untuk Kepentingan sosial Pasal lima, pihak yang wajib merelakan lahannya ketika berlangsungnya Pengadaan tanah untuk pelayanan Umum, sesudah diberikan ganti rugi berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah punya kekuatan hukum.
Dengan memahami faktor tadi, maka membeli tanah menjadi makin aman dan Anda pun akan terhindar dari masalah di waktu yang akan datang.

Iklan :
Anda lagi ingin membeli tanah atau rumah di sekitar wilayah Jogjakarta?…Kontak nomer WA di bawah ini: