Informasi Terbaru Jual Properti Tanah di Galur Kulon Progo

  • 4 min read
  • Jan 15, 2020

Keuntungan Bisnis Jual-Beli Tanah di Jogja dan Cara Beli Tanah

Jual beli tanah di Jogja tentu dapat menjadi suatu bisnis dagang yang diidamkan hampir semua orang. Hal ini berhubungan dengan wilayah Yogya yang amat potensial sehingga di masa depan mempunyai peluang harga jual yang tinggi. Akan tetapi tentu saja dibutuhkan cara khusus supaya bisnis jual-beli tanah jadi semakin berkembang.

Keistimewaan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Jogja merupakan salah satu wilayah yang kian hari semakin berkembang. Ditopang oleh objek wisata dan beragamnya kampus, banyak orang dari luar wilayah yang mengenal dan berkunjung ke Jogja. Menyebabkan, kebutuhan tempat di Jogjakarta juga naik. Keadaan ini berpengaruh kepada naiknya harga lahan dan properti yang lain. Enggak heran bila di Jogjakarta ada banyak pemilik tanah yang mempunyai cara cepat menawarkan tanah.

Jogja adalah salah satu kota besar yang punya prasarana memadai, dan kian hari makin berkembang. Keadaan ini berkaitan dengan lokasi Jogjakarta yang ideal lantaran berbagai lokasi strategis untuk mendirikan bisnis. Seperti Contohnya usaha losmen, hotel, mal, pertokoan, makanan maupun bisnis lain.
Harga tanah di Jogjakarta sangat tinggi. Semakin hari harga properti atau tanah makin naik di Jogjakarta. Enggak heran, karena untung yang bakal didapat di kemudian hari juga bakal mahal. Sekarang ini aja harga tanah di Jogja udah sangat mahal. Terlebih lagi di tahun-tahun yang akan datang. Pastinya hasil yang bisa didapat berkali-kali lipat. Maka, apabila memiliki tanah di Jogjakarta, pergunakan itu untuk aset. Tetapi kalau memang pengin jual tanah Jogja, tentu banderol yang sesuai biar tak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Cara Membeli tanah di Jogja

Untuk kamu yang pengin punya investasi tanah di Jogjakarta, tentunya dibutuhkan sebuah pembicaraan jual beli. Calon pembeli harus mengetahui tips yang pas untuk mempunyai atau beli tanah di Jogja agar enggak muncul kekecewaan nantinya. Dibawah ini tips yang bisa dilaksanakan:

1. Tidak Boleh grasa-grusu
Perbanyak referensi dan teliti dan bandingkan harga, wilayah tanah, lantaran banyak sekali pilihan tanah yang di jual di Jogjakarta. Carilah lokasi yang potensial untuk beberapa tahun berikutnya. Kondisi ini pastinya krusial sekali buat invest dan mendapatkan keuntungan jika tanah akan dijual dikemudian hari.

2. Jangan membeli tanah kavling
Kavling merupakan lahan yang telah dikelola. Umumnya kavling sudah dipatok harga tinggi oleh pengembang. Apabila memang kepengin beli tanah untuk investasi, beli saja tanah yang masih murni. Jangan membeli tanah kavling, karena enggak cukup menguntungkan. Terkecuali apabila memang kepengin membeli buat dibikin rumah.

3. Jual butuh
Apabila perlu, cari penjual yang ingin jual lahannya karena mendesak. Kondisi ini bisa menguntungkan karena Penjual buru-buru karena butuh pasti menawarkan banderol yang lebih rendah dari harga biasanya.

4. Prediksi keuntungan
Prediksi dengan pasti untung di masa depan. Contohnya bila tanah akan di jual lagi di 3 thn yang akan datang dengan min untung hingga 17%. Kalau harga di masa mendatang sesuai harapan, maka lahan ini tentunya potensial buat invest.

5. Janganlah sekali-kali asal-asalan memilih area tanah
Area tanah juga betul-betul penting. Tanah didepan jalan utama pasti lebih punya peluang kenaikan harga yang bagus di masa depan. Lain dengan tanah ditepi kali, atau disisi SUTET. Jangan pula membeli tanah di area industri yang memproduksi produk yang gampang meledak. Posisi tanah juga kudu jauh dari posisi pembuangan sampah umum dan janganlah sekali-kali sampai membeli tanah gampang longsor untuk dibikin bangunan di atasnya. Karena, poin penting penggerak harga sebuah tanah adalah posisi. Dapat dipastikan, harga jual tanah akan meningkat jika ada di lokasi potensial, misal jalan gampang ditempuh, dekat dari pusat perbelanjaan, dan berbagai sarana publik. Kalau ingin beli tanah, maka wajib jeli mengecek areanya. Caranya, dengan memahami karakter suatu daerah dan mengira-ngira kondisinya di kemudian hari.

6. Pilihlah lokasi strategis
Lebih baik, pilih wilayah yang potensial, misalnya wilayah yang terletak didepan jalan. Tanah didepan jalan raya akan lebih menjual. Disamping harganya di waktu mendatang akan meningkat, sebelum tanah tidak di jual dapat dibikin area yang mendatangkan untung. Seperti dengan menyewakan buat lahan parkir, membangun warung makanan, dan sebagainya.

7. Periksa area tanah
Pastikan kalau wilayah disekeliling lahan ialah lokasi yang tentram. Pastikan pula jika wilayah tersebut enggak terletak di wilayah konflik.

8. Periksa keaslian sertifikat
Kondisi ini pun betul-betul signifikan saat mau membeli tanah untuk menghindari resiko penipuan. Penjual mesti mempunyai dokumen yang komplit. Lahan tersebut wajib tercatat di BPN.

9. Lakukan perjanjian dengan penjual
Bila bakal dilakukan negosiasi, lakukan perjanjian dengan pemilik tanah. Mintalah perjanjian mengenai sekitar pembayaran. Contohnya, membayar uang muka terlebih dahulu seberapa banyak dengan jaminan kalau pelunasan akan dilaksanakan sehabis berkas yang lain dan berkas balik nama rampung.

10. Tidak sedang dalam sengketa
Sebaiknya, tidak beli tanah dengan status sengketa warisan, didalam jaminan bank, berkasnya enggak komplit, dan sebagainya. Tanah yang kepemilikannya enggak jelas cuma bakal merugikan dan menyusahkan.
Tips buat meyakinkan tanah tidak dalam sengketa ialah dengan menelusuri asal-usul tanah. Pastikan kamu bertanya ke pejabat sekitar sebelum membelinya, biar tahu riwayat tanah tersebut. Terlebih lagi apabila tanah tersebut tidak bersertifikat, masih berbentuk girik, jangan pernah Anda membuatkan Akta Jual Beli sebelum mengerti historinya. Meskipun berhasil membuat sertifikat tanah atas nama Anda seusai membelinya, bukan berarti sertifikat tanah tersebut enggak bisa dibatalkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kalau nyatanya penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Teliti Ongkos Pengurusan Jual Belinya
Beli tanah tidak hanya perkara berapa harga per meter persegi. Akan tetapi, perhatikan juga poin ongkos lain misalnya ongkos administrasi dengan lembaga Pejabat Pembuat Akta Tanah, pajak, dan lain-lain. Jika sudah begitu, pembuatan legalitas kepemilikan tanah akan rampung dengan segera.

12. Enggak Likuid
Tanah merupakan jenis investasi bersifat tidak likuid atau tak bisa diduitkan didalam jangka waktu cepat. Jadi sebaiknya, tanah bukan dijadikan dana mendadak ataupun dana pokok. Sebisa mungkin, kamu membeli tanah untuk investasi yang dananya berasal dari uang tidak kepakai ataupun tabungan masa depan.
Sedangkan bila tabungan terbatas, maka bisa beli tanah yang tidak ada prospek pengembangan sekarang ini, ataupun boleh diilang, tarifnya masih terbilang terjangkau. Tetapi, di masa depan, tanah tersebut bakal beranjak tinggi dan kalian pun jadi untung.

13. Bebas Penggusuran
Disamping itu, pastikan pula untuk enggak beli tanah punya pemerintah maupun tanah yang masuk didalam palnning pengembangan negara. Lantaran, tanah ini mempunyai risiko jadi target pembebasan lahan. Saat ini, mempunyai akta tanah tak menjadi garansi tanah bebas dari penggusuran.
Berdasarkan UU No 2 thn 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan bagi layanan publik psl 5, pihak yang berhak merelakan lahannya tatkala melakukan Pengadaan tanah untuk layanan publik, seusai ada ganti rugi berdasarkan ketetapan pengadilan yang telah mempunyai kepastian hukum.
Dengan mengetahui poin tadi, maka pembelian tanah jadi kian aman dan Anda pun bisa terbebas dari masalah di kemudian hari.

Iklan :
Anda sedang ingin beli tanah atau rumah di seputaran wilayah Jogja?…Hubungi nomor WA di bawah ini: