Informasi Terbaru Jual Properti Tanah di Gunungkidul

  • 4 min read
  • Dec 29, 2019

Kelebihan Bisnis Jual Beli Tanah di Jogja dan Tips Beli Tanah

Jual beli tanah di Jogja tentu dapat menjadi salah satu usaha dagang yang diimpikan kebanyakan orang. Hal ini berhubungan dengan area Yogyakarta yang benar-benar potensial sehingga di masa depan punya kans harga jual yang tinggi. Tapi pastinya diperlukan cara khusus biar bisnis yang satu ini jadi makin berkembang.

Keuntungan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Yogyakarta adalah suatu area yang semakin hari makin berkembang. Ditopang oleh basis wisata dan beragamnya perguruan tinggi, sangat banyak orang dari kawasan lain yang tahu dan mendatangi Jogjakarta. Akibatnya, permintaan ruang di Jogjakarta pun tinggi. Keadaan ini mempengaruhi kenaikan harga lahan dan properti lainnya. Tidak aneh jika di Jogja ada sebagian besar pemilik tanah yang punya kiat tepat menawarkan tanah.

Jogja merupakan satu lokasi yang mempunyai sarana lengkap, dan kian hari makin maju. Keadaan ini berkaitan dengan lokasi Jogja yang potensial karena berbagai tempat ideal untuk mendirikan usaha. Seperti Misalnya usaha mal, ruko, rumah makan, penginapan, hotel ataupun bisnis lainnya.
Banderol tanah di Jogja makin bersaing. Kian hari harga tanah ataupun properti makin bertambah mahal di Jogjakarta. Tidak aneh, karena untung yang bakal didapat di jangka panjang juga akan tinggi. Sekarang ini aja banderol tanah di Jogja udah amat mahal. Terlebih lagi di tahun-tahun yang akan datang. Tentu hasil yang akan diperoleh berlipat ganda. Maka, jika mempunyai tanah di Jogjakarta, pergunakan itu untuk aset. Namun bila memang kepengin jual tanah Jogja, tentu banderol yang sesuai supaya tidak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Tips Membeli tanah di Jogjakarta

Buat kamu yang berencana mempunyai aset tanah di Jogja, pasti dibutuhkan suatu negosiasi jual beli. Calon pembeli wajib memahami kiat yang tepat untuk memiliki atau beli tanah di Jogja supaya tidak timbul penyesalan dikemudian hari. Dibawah ini cara yang bisa dikerjakan:

1. Enggak Boleh terburu-buru
Banyakin referensi dan cek dan bandingkan harga, area tanah, lantaran banyak sekali referensi tanah yang di jual di Jogjakarta. Carilah wilayah yang strategis untuk tahun-tahun kedepan. Kondisi ini pastinya krusial sekali untuk investasi dan memperoleh keuntungan bila tanah akan dijual nantinya.

2. Janganlah membeli tanah kavling
Tanah kavling ialah tanah yang sudah diolah. Umumnya tanah kavling telah ditentukan banderol mahal oleh developer. Jika memang kepengin beli tanah buat investasi, belilah lahan yang utuh. Jangan beli kavling, karena kurang menghasilkan. Kecuali jika memang kepengin beli untuk dibangun bangunan rumah.

3. Penjual butuh
Kalau memungkinkan, cari saja penjual yang mau menjual lahannya karena buru-buru karena butuh. Keadaan ini bakal sangat mengutungkan sekali lantaran Penjual butuh tentunya mematok harga yang jauh lebih rendah dari harga biasanya.

4. Perkirakan laba
Perkirakan secara pasti laba di waktu mendatang. Misalnya jika tanah ingin di jual kembali di 3 thn kedepan dengan minimal laba mencapai 17%. Kalau harga di masa depan sesuai perkiraan, maka lahan ini pastinya potensial buat aset.

5. Jangan asal memilih area tanah
Posisi tanah juga betul-betul signifikan. Tanah didekat jalan akan lebih mempunyai potensi kenaikan harga yang bagus di masa yang akan datang. Beda dengan tanah didekat kali, atau ditepi SUTET. Hindari beli tanah di dekat pabrik yang membikin bahan-bahan yang gampang terbakar. Area tanah pun mesti jauh dari lokasi pembuangan sampah umum dan janganlah sampai beli tanah bergerak untuk dibangun rumah di atasnya. Sebab, poin penting penggerak nilai suatu tanah ialah lokasi. Bisa digaransi, harga jual tanah terus meningkat bila berada di lokasi strategis, contoh rute gampang ditempuh, tidak jauh dari pusat perbelanjaan, dan berbagai sarana sosial. Bila ingin beli tanah, maka mesti cermat mengecek lokasinya. Caranya, dengan menganalisi karakter suatu kawasan dan memprediksi kondisinya di kemudian hari.

6. Pilihlah lokasi potensial
Lebih baik, pilih saja lokasi yang potensial, seperti area yang berada didepan jalan. Tanah disisi jalan bakal begitu berharga. Disamping harganya di masa depan akan tinggi, sebelum tanah tak dijual dapat dibuat wilayah yang menghasilkan duit. Seperti dengan menyewakan buat tempat parkir, membangun warung, dan lain sebagainya.

7. Teliti teritorial tanah
Pastikan bahwa wilayah disekeliling lahan adalah area yang damai. Pastikan pula bahwa area tersebut enggak terletak pada area berbahaya.

8. Periksa keoriginilan sertifikat
Hal ini juga benar-benar penting saat ingin beli tanah untuk meminimalisir risiko penipuan. Penjual harus memiliki surat-surat yang komplit. Pastikan pula lahan itu teregistrasi di Badan Partanahan Nasional.

9. Buat perjanjian dengan penjual
Apabila bakal dilangsungkan negosiasi, bikin perjanjian dengan pemilik tanah. Mohon kesepakatan umum seputar pembayaran. Contohnya, membayar DP lebih dahulu berapa persen dengan jaminan bahwa pelunasan akan dilakukan setelah surat-surat lain dan surat-surat balik nama rampung.

10. Bebas sengketa
Sebaiknya, enggak beli tanah berstatus rebutan warisan, masih jadi agunan bank, surat-suratnya tak komplet, dan lain sebagainya. Tanah yang pemiliknya tak pasti cuma bakal merugikan dan menyusahkan.
Tips untuk memastikan tanah bebas dalam sengketa adalah dengan mencari tahu sejarah tanah. kamu kudu bertanya ke lembaga sekitar sebelum beli tanah, biar tahu sejarah tanah tersebut. Terlebih apabila tanah itu nggak bersertifikat, masih berupa girik, jangan sekal-kali kamu membikin Akta Jual Beli (AJB) sebelum tahu riwayatnya. Sekalipun dapat membikin sertifikat atas nama kalian sesudah membelinya, tak berarti sertifikat tanah tersebut tidak dapat dibatalkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) apabila nyatanya penjual tanah bukan yang memiliki tanah.

11. Cek Biaya Pengurusan Jual Belinya
Beli tanah tidak cuma masalah berapa harga permeter persegi. Tetapi, perhatikan pula poin biaya yang lainnya misalnya ongkos administrasi dengan pihak PPATK, perpajakan, dan lain-lain. Bila sudah begitu, pengurusan legalitas kepemilikan tanah akan kelar dengan segera.

12. Tak Likuid
Tanah merupakan moel investasi bersifat tak likuid atau tak bisa dicairkan dalam jangka waktu cepat. Maka lebih baik, tanah enggak dibuat dana mendadak atau keuangan utama. Sebisa mungkin, kamu membeli tanah untuk invest yang berasal dari dana tak kepakai atau duit tabungan.
Sedang jika modal sedikit, maka bisa membeli tanah yang tidak ada potensi pendirian sekarang ini, ataupun dengan kata lain, tarifnya masih terbilang terjangkau. Tetapi, di waktu yang akan datang, tanah itu bakal merangkak tinggi dan Anda pun menjadi profit.

13. Tidak ada gusuran
Disisi lain, pastikan pula supaya enggak beli tanah punya negara ataupun tanah yang termasuk didalam palnning pembangunan negara. Sebab, tanah tersebut mempunyai resiko jadi tujuan penggusuran. Dewasa ini, punya sertifikat tanah enggak jadi jaminan tanah bebas penggusuran.
Berdasar UU Nomer 2 Tahun 2012 mengenai penyediaan Tanah bagi Pembangunan buat Kepentingan Umum psl lima, pihak yang wajib melepaskan tanahnya saat berlangsungnya penyediaan tanah buat layanan publik, seusai diberi ganti rugi berdasar putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum.
Dengan mengerti hal-hal tadi, maka beli tanah jadi semakin aman dan kamu pun bisa terhindar dari permasalahan di masa depan.

Iklan :
Anda lagi mencari tanah atau rumah di sekitar area Sleman?…Kontak saja nomor WA di bawah ini: