Informasi Terbaru Jual Tanah-Rumah di Kokap Kulon Progo

  • 4 min read
  • May 17, 2020

Keunggulan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Tips Beli Tanah

Jual beli tanah di Jogja pastinya bisa jadi salah satu bisnis jual beli yang didambakan kebanyakan orang. Hal ini berhubungan dengan wilayah Jogja yang amat potensial sehingga di masa yang akan datang memiliki kans nilai jual yang baik. Tapi tentunya butuh trik khusus agar bisnis yang satu ini menjadi semakin lancar.

Kelebihan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara umum, Jogja adalah suatu kota besar yang semakin hari semakin berkembang pesat. Disokong oleh objek wisata dan beragamnya sekolah tinggi, banyak masyarakat dari wilayah lain yang tahu dan berkunjung ke Jogja. Akibatnya, permintaan ruang di Jogja juga meningkat. Kondisi ini berefek pada meningkatnya banderol tanah dan properti lain. Tidak heran jika di Jogja ada banyak pemilik tanah yang memiliki cara tepat jual tanah.

Jogjakarta ialah satu lokasi yang memiliki prasarana komplit, dan kian waktu makin maju. Hal ini berkaitan dengan lokasi Jogjakarta yang ideal lantaran banyaknya tempat strategis buat membangun bisnis. Seperti bisnis pertokoan, restoran, motel, hotel, mal atau bisnis lainnya.
Banderol tanah di Jogja semakin tinggi. Makin hari banderol tanah atau properti kian bertambah mahal di Jogja. Tak mengherankan, lantaran untung yang bakal didapatkan di kemudian hari juga bakal tinggi. Sekarang ini aja banderol tanah di Jogja udah sangat tinggi. Apalagi di beberapa tahun yang akan datang. Pastinya untung yang bakal didapat berkali-kali lipat. Maka, apabila memiliki tanah di Jogja, pakai itu untuk aset. Namun kalau memang ingin jual tanah Jogja, tentunya harga yang pas supaya tidak rugi.

jual beli tanah di jogja

Trik Membeli tanah di Jogja

Untuk kalian yang kepengin mempunyai tanah di Jogja, tentu dibutuhkan satu pembicaraan jual beli. Calon pembeli harus memahami tips yang sesuai untuk punya atau beli tanah di Jogja supaya tak ada penyesalan kedepannya. Dibawah ini trik yang bisa dilakukan:

1. Jangan grasa-grusu
Banyakin referensi dan teliti dan bandingkan harga, area tanah, karena beragam referensi tanah yang di jual di Jogjakarta. Pilihlah wilayah yang ideal untuk tahun-tahun berikutnya. Kondisi ini tentu penting buat invest dan mendapatkan keuntungan apabila tanah akan dijual dikemudian hari.

2. Jangan membeli tanah kavling
Kavling adalah lahan yang telah diolah. Biasanya tanah kavling sudah ditetapkan banderol tinggi oleh developer. Kalau memang kepengin membeli tanah buat invest, belilah lahan yang asli. Jangan membeli kavling, lantaran tak cukup untung. Kecuali kalau memang mau beli buat dibangun rumah.

3. Penjual butuh
Apabila ada, cari penjual yang kepengin menjual lahannya karena buru-buru karena butuh. Keadaan ini akan menguntungkan sebab Jual butuh pasti mematok harga yang jauh lebih ekonomis dari banderol biasa.

4. Estimasi untung
Perkirakan secara pasti untung di masa depan. Misalnya apabila tanah bakal di jual lagi di 3 tahun kedepan dengan minimum laba hingga 17%. Apabila harga di waktu mendatang sesuai harapan, maka lahan tersebut tentunya potensial di jadikan investasi.

5. Janganlah sekali-kali asal-asalan memilih posisi tanah
Posisi tanah pun benar-benar penting. Tanah disisi jalan akan lebih mempunyai potensi meningkatnya harga yang cepat di kemudian hari. Berbeda dengan tanah ditepi kuburan, maupun disisi SUTET. Hindari beli tanah di kawasan pabrik yang membuat sesuatu yang gampang terbakar. Area tanah pun kudu jauh dari lokasi pembuangan sampah dan janganlah sampai membeli tanah gampang longsor untuk dibikin bangunan rumah di atasnya. Karena, salah satu poin penggerak nilai suatu tanah adalah posisi. Dapat dijamin, harga tanah akan naik jika ada di area strategis, contoh jalan gampang ditempuh, tidak jauh dengan mall, dan beberapa prasarana sosial. Jika ingin beli tanah, maka harus cermat melihat areanya. Kiatnya, dengan memahami karakter suatu kawasan dan mengira-ngira keadaannya di kemudian hari.

6. Pilih area ideal
Sebaiknya, pilih area yang strategis, seperti lokasi yang ada didekat jalan. Tanah disisi jalan utama akan lebih menjual. Disamping harganya di kemudian hari akan tinggi, sebelum tanah tak di jual bisa dibikin wilayah yang mendatangkan duit. Contohnya dengan menyewakan buat lokasi parkir, membangun warung makan, dan sebagainya.

7. Teliti area tanah
Pastikan kalau area diseputar lahan ialah area yang tentram. Pastikan juga jika area itu tidak ada di wilayah berbahaya.

8. Periksa keabsahan sertifikat
Keadaan ini pun benar-benar signifikan sebelum beli tanah untuk menghindari resiko penipuan. Pastikan penjual punya surat-surat yang lengkap. Pastikan juga tanah tersebut terdaftar di Badan Partanahan Nasional.

9. Buat perjanjian dengan penjual
Bila akan dilakukan pembicaraan, buat perjanjian dengan pemilik tanah. Mintalah perjanjian umum sekitar pembelian. Seperti, memberikan DP lebih dahulu sekian persen dengan jaminan bahwa pelunasan akan dibayarkan seusai dokumen lainnya dan surat-surat balik nama beres.

10. Tidak sedang dalam sengketa
Lebih baik, jangan beli tanah berstatus rebutan warisan, didalam jaminan bank, surat-suratnya enggak lengkap, dan sebagainya. Tanah yang hak miliknya tak terang cuma akan merugikan dan menyusahkan.
Kiat untuk memastikan tanah bebas dalam sengketa ialah dengan mencari tahu asal-usul tanah. Anda harus tanya ke aparat tertentu sebelum membeli tanah, supaya mengerti histori tanah tersebut. Terlebih jika tanah tersebut belum ada sertifikat, masih berupa girik, jangan pernah kamu membuat Akta Jual Beli sebelum tahu historinya. Walaupun dapat membikin sertifikat atas nama Anda setelah membelinya, tidak berarti sertifikat tanah itu enggak bisa dicancel di Pengadilan Tata Usaha Negara bila ternyata pihak penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Perhatikan Biaya Pengurusan Jual Belinya
Membeli tanah tidak hanya masalah berapa harga per meter persegi. Tetapi, teliti juga masalah ongkos lain seperti biaya admin dengan lembaga PPATK, perpajakan, dan lain sebagainya. Dengan seperti itu, pembuatan sertifikat kepemilikan tanah akan rampung dengan segera.

12. Tak Likuid
Tanah ialah tipe investasi yang bersifat enggak likuid atau tidak dapat diduitkan dalam waktu singkat. Jadi sebaiknya, tanah bukan dibuat dana darurat ataupun keuangan pokok. Sebisa mungkin, kamu beli tanah untuk invest yang berasal dari uang enggak terpakai atau tabungan masa depan.
Sedang bila tabungan terbatas, maka bisa membeli tanah yang tidak ada prospek pembangunan saat ini, ataupun bisa diilang, harganya masih sangat murah. Tapi, di kemudian hari, tanah tersebut bakal merangkak tinggi dan kamu pun jadi laba.

13. Bebas Penggusuran
Selain itu, mestis dipastikan agar enggak beli tanah punya pemerintah atau tanah yang termasuk ke dalam peta rencana pengembangan negara. Karena, tanah ini mempunyai resiko menjadi tujuan penggusuran. Saat ini, memiliki sertifikat tanah enggak menjadi jaminan tanah bebas penggusuran.
Berdasarkan Undang-Undang Nomer dua Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk layanan sosial Pasal lima, pihak yang wajib merelakan lahannya pada saat melakukan penyediaan tanah bagi pelayanan sosial, sehabis ada ganti rugi berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kepastian hukum.
Dengan mengerti poin di atas, maka beli tanah menjadi kian cepat dan kamu pun bakal terhindar dari persoalan di masa depan.

Iklan :
Anda lagi ingin membeli tanah atau rumah di sekitar area Yogya?…Hubungi nomer WA di bawah ini: