Info Jual Properti Tanah di Moyudan Sleman

  • 4 min read
  • May 21, 2020

Keunggulan Usaha Jual Beli Tanah di Jogja dan Cara Beli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja tentu bisa menjadi sebuah usaha perdagangan yang diimpikan semua orang. Kondisi ini berhubungan dengan wilayah Jogja yang amat potensial sehingga di masa depan memiliki peluang harga jual yang bagus. Tetapi tentunya dibutuhkan trik khusus biar usaha jual-beli tanah jadi makin lancar.

Keunggulan Usaha Jual Tanah Jogja

Secara umum, Jogjakarta ialah salah satu area yang kian waktu makin berkembang. Didukung oleh basis wisata dan banyaknya sekolah tinggi, banyak masyarakat dari daerah lain yang kenal dan berkunjung ke Jogjakarta. Akibatnya, kebutuhan ruang di Jogjakarta pun naik. Keadaan ini mempengaruhi naiknya harga lahan dan properti lainnya. Tak heran bila di Jogjakarta ada banyak pemilik tanah yang punya cara kilat jual tanah.

Jogja ialah sebuah kota besar yang mempunyai fasilitas lengkap, dan kian waktu makin berkembang. Keadaan ini berkaitan dengan wilayah Jogja yang ideal lantaran banyaknya tempat ideal untuk mengembangkan usaha. Seperti bisnis hotel, mal, pertokoan, rumah makan, penginapan maupun bisnis lainnya.
Harga tanah di Jogja makin bersaing. Makin hari banderol properti maupun tanah makin naik di Jogja. Tidak aneh, lantaran keuntungan yang bakal didapatkan di jangka panjang juga akan tinggi. Saat ini saja banderol tanah di Jogjakarta udah amat mahal. Terlebih di tahun-tahun berikutnya. Tentunya hasil yang akan didapatkan berkali-kali lipat. Maka, kalau punya tanah di Jogja, pergunakan itu untuk investasi. Akan tetapi apabila memang pengin jual tanah Jogjakarta, tentu harga yang pas supaya enggak rugi.

jual beli tanah di jogja

Kiat Membeli tanah di Jogjakarta

Buat kalian yang kepengin memiliki tanah di Jogja, tentunya butuh sebuah negosiasi jual beli. Bakal calon pembeli wajib tahu cara yang sesuai untuk memiliki maupun membeli tanah di Jogja supaya tak timbul penyesalan kedepannya. Berikut tips yang dapat dilakukan:

1. Jangan tergesa-gesa
Banyakin referensi dan survey dan perbandingan harga, area tanah, karena terdapat banyak referensi tanah yang di jual di Jogjakarta. Pilih wilayah yang strategis untuk beberapa tahun berikutnya. Keadaan ini tentu penting buat investasi dan memperoleh keuntungan apabila tanah akan dijual nantinya.

2. Janganlah sekali-kali beli tanah kavling
Tanah kavling ialah tanah yang sudah diolah. Pada Umumnya tanah kavling telah dipatok banderol tinggi oleh pengembang. Kalau memang mau membeli lahan untuk invest, belilah lahan yang masih murni. Janganlah membeli tanah kavling, lantaran kurang menghasilkan. Lain ceritanya apabila memang mau membeli buat dibikin rumah.

3. Jual buru-buru karena butuh
Kalau memungkinkan, carilah penjual yang kepengin menjual lahannya karena mendesak. Keadaan ini bisa menguntungkan sebab Jual buru-buru karena butuh tentu menawarkan banderol yang lebih murah dari banderol biasanya.

4. Estimasi laba
Perkirakan secara pasti keuntungan di masa mendatang. Contohnya bila tanah akan dijual di 3 thn yang akan datang dengan min untung sampai 17%. Jika harga di waktu mendatang sesuai target, maka tanah tersebut pastinya cocok untuk aset.

5. Jangan asal-asalan memilih lokasi tanah
Lokasi tanah pun betul-betul signifikan. Tanah didepan jalan besar bakal lebih punya kesempatan meningkatnya harga yang tinggi di kemudian hari. Lain dengan tanah didepan kuburan, ataupun ditepi SUTET. Jangan juga beli tanah di kawasan industri yang memproduksi produk yang mudah meledak. Lokasi tanah pun harus jauh dari tempat pembuangan sampah umum dan janganlah sekali-kali sampai membeli tanah gampang longsor untuk didirikan rumah di atasnya. Sebab, poin utama penggerak nilai suatu tanah adalah area. Bisa dijamin, harga jual tanah akan naik bila ada di lokasi strategis, misal jalan gampang ditempuh, tidak jauh dengan mall, dan beberapa prasarana publik. Bila kepengin beli tanah, anda wajib cermat memperhatikan areanya. Caranya, dengan menganalisi karakter suatu daerah dan mengira-ngira keadaannya di kemudian hari.

6. Pilihlah wilayah potensial
Sebaiknya, pilihlah lokasi yang strategis, seperti lokasi yang berada didepan jalan. Tanah didekat jalan besar akan sangat potensial. Disamping harganya di kemudian hari akan mahal, sebelum tanah tak di jual bisa dibikin lokasi yang menghasilkan uang. Contohnya dengan menyewakan buat lokasi parkir, membangun warung makan, dan lain-lain.

7. Teliti lokasi tanah
Pastikan jika area disekeliling tanah adalah lokasi yang damai. Pastikan pula jika lokasi tersebut tidak berada di area berbahaya.

8. Cek keabsahan sertifikat
Keadaan ini pun betul-betul krusial saat ingin beli tanah untuk mengurangi resiko penipuan. Pastikan penjual memiliki surat-surat yang lengkap. Lahan tersebut mesti terdaftar di Badan Partanahan Nasional.

9. Bikin perjanjian dengan penjual
Jika bakal dilangsungkan pembicaraan, bikin kesepakatan dengan pemilik tanah. Mohon perjanjian tentang sekitar pembelian. Misalnya, memberikan Down Payment terlebih dulu sekian persen dengan jaminan bahwa pelunasan akan dilakukan sesudah dokumen lainnya dan berkas balik nama beres.

10. Bebas sengketa
Sebaiknya, enggak beli tanah berstatus sengketa warisan, dalam agunan bank, surat-suratnya tidak komplet, dan lain-lain. Tanah yang kepemilikannya enggak jelas hanya bakal merugikan dan menyusahkan.
Tips buat mengetahui tanah tidak sengketa yaitu dengan mengetahui sejarah tanah. Pastikan kalian bertanya pada aparat setempat sebelum membeli tanah, biar tahu riwayat tanah itu. Terlebih jika tanah itu tidak bersertifikat, masih berwujud surat girik, jangan sekal-kali kalian membuat Akta Jual Beli (AJB) sebelum tahu sejarahnya. Sekalipun berhasil membuat sertifikat tanah atas nama kalian sehabis membeli, tidak berarti sertifikat tanah itu enggak bisa digugurkan di Pengadilan Tata Usaha Negara jika ternyata pihak penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Perhatikan Ongkos Pengurusan Jual Belinya
Membeli tanah bukan cuma masalah berapa biaya permeter nya. Akan tetapi, teliti pula masalah ongkos yang lainnya misalnya ongkos administrasi dengan bagian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), pajak, dan lain-lain. Bila sudah begitu, pembikinan sertifikat kepemilikan tanah bisa rampung dengan cepat.

12. Tidak Bisa Diuangkan
Tanah adalah moel investasi yang bersifat tidak likuid atau tidak dapat diduitkan dalam waktu yang cepat. Jadi lebih baik, tanah bukan dibikin keuangan darurat atau dana pokok. Sebisa mungkin, Anda membeli tanah untuk invest yang berasal dari dana tak kepakai atau uang tabungan.
Sementara kalau tabungan terbatas, maka bisa membeli tanah yang belum ada prospek pendirian saat ini, maupun bisa diilang, banderolnya masih sangat ekonomis. Akan tetapi, di masa depan, tanah tersebut bakal beranjak tinggi dan kamu pun menjadi laba.

13. Tidak ada gusuran
Disamping itu, harus dipastikan supaya enggak membeli tanah punya negara ataupun tanah yang termasuk didalam peta rencana pembangunan pemerintah. Lantaran, tanah itu mempunyai resiko jadi tujuan penggusuran. Sekarang ini, punya sertifikat tanah enggak menjadi jaminan tanah bebas dari penggusuran.
Berdasarkan Undang-Undang nomor 2 Tahun 2012 mengenai penyediaan Tanah bagi infrastruktur bagi Kepentingan publik Pasal 5, pihak yang wajib merelakan tanahnya tatkala melakukan Pengadaan tanah untuk Kepentingan sosial, setelah diberi ganti rugi menurut keputusan pengadilan yang sudah memiliki kepastian hukum.
Dengan memahami hal-hal di atas, maka pembelian tanah menjadi lebih lancar dan Anda pun akan bebas dari persoalan di kemudian hari.

Iklan :
Anda lagi mencari tanah atau rumah di seputaran area Yogyakarta?…Kontak nomor WA di bawah ini: