Info Jual Tanah-Rumah di Pekem Sleman

  • 4 min read
  • Jan 18, 2020

Keunggulan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Trik Beli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja tentu bisa menjadi salah satu usaha perdagangan yang diidamkan sebagian besar orang. Hal ini berhubungan dengan lokasi Jogjakarta yang betul-betul ideal sehingga di masa depan punya peluang nilai jual yang baik. Tetapi pastinya diperlukan cara khusus supaya usaha yang satu ini menjadi semakin berkembang.

Kelebihan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Jogjakarta adalah salah satu area yang kian hari makin maju. Disokong oleh objek wisata dan beragamnya universitas, sangat banyak penduduk dari daerah lain yang tahu dan berkunjung ke Jogja. Akibatnya, kebutuhan lahan di Jogjakarta pun naik. Keadaan ini mempengaruhi naiknya harga lahan dan properti lainnya. Tidak mengherankan bila di Jogjakarta ada banyak pemilik tanah yang punya trik kilat jual tanah.

Jogjakarta ialah satu lokasi yang punya prasarana komplet, dan semakin waktu makin ramai. Keadaan ini berhubungan dengan wilayah Jogja yang ideal karena berbagai tempat potensial untuk membangun usaha. Contohnya bisnis hotel, mal, ruko, rumah makan, penginapan ataupun bisnis lainnya.
Banderol tanah di Jogja makin kompetitif. Makin hari banderol tanah atau properti makin bertambah mahal di Jogjakarta. Tak heran, karena untung yang bakal diperoleh di jangka panjang juga akan mahal. Sekarang ini aja harga tanah di Jogjakarta sudah amat mahal. Apalagi di beberapa tahun yang akan datang. Tentu keuntungan yang bakal diperoleh berlipat ganda. Maka, apabila mempunyai tanah di Jogjakarta, gunakan itu untuk aset. Tapi bila memang mau jual tanah Jogja, tentunya banderol yang tepat supaya tak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Tips Membeli tanah di Jogja

Untuk kalian yang kepengin memiliki tanah di Jogjakarta, tentu butuh sebuah negosiasi jual beli. Calon pembeli kudu mengetahui tips yang tepat untuk mempunyai atau beli tanah di Jogjakarta supaya tidak ada perasaan kecewa dikemudian hari. Berikut ini tips yang dapat dilaksanakan:

1. Jangan terburu-buru
Banyakin referensi dan cek dan perbandingan harga, wilayah tanah, karena berbagai pilihan tanah yang di jual di Jogjakarta. Pilih area yang ideal untuk tahun-tahun kedepan. Kondisi ini pasti krusial sekali buat investasi dan memperbanyak untung kalau tanah akan dijual nantinya.

2. Janganlah sekali-kali membeli tanah kavling
Kavling adalah tanah yang sudah dikelola. Biasanya kavling sudah ditentukan banderol tinggi oleh developer. Apabila memang ingin beli lahan untuk investasi, belilah tanah yang masih asli. Janganlah sekali-kali membeli tanah kavling, lantaran enggak cukup untung. Lain ceritanya bila memang kepengin beli buat didirikan bangunan.

3. Penjual butuh
Jika perlu, carilah penjual yang kepengin menjual tanahnya lantaran mendesak. Kondisi ini bisa sangat menguntungkan lantaran Jual butuh tentu menawarkan harga yang lebih rendah dari harga pasar.

4. Estimasi laba
Prediksi dengan pasti untung di masa yang akan datang. Misalnya jika tanah ingin di jual lagi di 3 tahun kedepan dengan minimal untung sampai 17%. Jika harga di masa yang akan datang sesuai target, maka tanah ini pastinya cocok untuk aset.

5. Jangan sembarangan memilih lokasi tanah
Area tanah pun amat penting. Tanah didepan jalan raya pasti lebih mempunyai kesempatan kenaikan harga yang cepat di waktu mendatang. Berbeda dengan tanah didekat sungai, ataupun didekat SUTET. Hindari beli tanah di area pabrik yang membuat sesuatu yang gampang terbakar. Posisi tanah juga wajib jauh dari lokasi pembuangan sampah umum dan janganlah sampai membeli tanah bergerak untuk dibangun bangunan rumah diatasnya. Karena, salah satu poin penggerak harga sebuah tanah ialah posisi. Bisa dijamin, harga tanah akan terus meningkat bila terletak di area strategis, misal akses jalan mudah ditempuh, dekat dari pasar, dan sejumlah prasarana publik. Bila mau beli tanah, anda mesti cermat memperhatikan areanya. Caranya, dengan memahami karakteristik sebuah wilayah dan memprediksi keadaannya di kemudian hari.

6. Pilih lokasi potensial
Sebaiknya, pilih lokasi yang potensial, contohnya wilayah yang terletak disisi jalan raya. Tanah didepan jalan akan sangat potensial. Selain harganya di kemudian hari akan meningkat, sebelum tanah enggak di jual dapat dijadikan wilayah yang mendatangkan duit. Contohnya dengan menyewakan untuk lahan parkir, membangun rumah makan, dan sebagainya.

7. Cek teritorial tanah
Pastikan bahwa wilayah diseputar lahan ialah area yang damai. Pastikan juga jika area itu tidak terletak pada area konflik.

8. Periksa keabsahan sertifikat
Keadaan ini pun sangat krusial saat mau beli tanah untuk mengurangi risiko penipuan. Penjual kudu memiliki dokumen yang lengkap. Lahan tersebut kudu terdaftar di BPN.

9. Lakukan kesepakatan dengan pemilik tanah
Kalau bakal dilangsungkan pembicaraan, buat perjanjian dengan pemilik tanah. Mohon kesepakatan umum sekitar transaksi. Misalnya, memberikan uang muka lebih dulu sekian persen dengan garansi jika pelunasan bakal dilaksanakan setelah berkas lain dan dokumen balik nama selesai.

10. Bebas sengketa
Alangkah baiknya, jangan membeli tanah berstatus perebutan warisan, dalam jaminan bank, dokumennya tak lengkap, dan lain-lain. Tanah yang pemiliknya tidak pasti hanya akan merugikan dan menyusahkan.
Cara untuk memastikan tanah tidak dalam status sengketa yaitu dengan mencari tahu asal-usul tanah. Pastikan kalian tanya kepada aparat tertentu sebelum beli tanah, biar mengerti asal-usul tanah itu. Apalagi jika tanah itu tidak bersertifikat, masih berupa girik, jangan pernah Anda membuatkan Akta Jual Beli sebelum mengetahui historinya. Meskipun bisa bikin sertifikat tanah atas nama kamu sehabis membeli, bukan berarti sertifikat tanah itu enggak dapat dibatalkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika kenyataannya pihak penjual tanah bukan yang mempunyai tanah.

11. Teliti Ongkos Pengurusan Jual Belinya
Beli tanah bukan sekedar persoalan berapa biaya permeter nya. Akan tetapi, teliti juga faktor biaya lainnya seperti biaya admin dengan pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), perpajakan, dan sebagainya. Dengan seperti itu, pengurusan legalitas kepemilikan tanah akan kelar dengan cepat.

12. Tak Likuid
Tanah merupakan jenis investasi bersifat tidak likuid atau tak bisa diuangkan dalam waktu yang cepat. Maka alangkah baiknya, tanah enggak dibikin keuangan darurat atau dana pokok. Sebisa mungkin, Anda membeli tanah buat investasi yang dananya berasal dari uang enggak kepakai ataupun tabungan masa depan.
Sementara jika modal sedikit, maka bisa beli tanah yang tidak mempunyai potensi pendirian sekarang ini, atau boleh diilang, harganya masih tergolong ekonomis. Tetapi, di masa mendatang, tanah itu akan beranjak tinggi dan kalian pun jadi laba.

13. Bebas Penggusuran
Disamping itu, mestis dipastikan untuk enggak membeli tanah milik negara atau tanah yang masuk dalam palnning pembangunan pemerintah. Karena, tanah tersebut mempunyai risiko menjadi target penggusuran. Sekarang ini, mempunyai akta tanah tak menjadi jaminan tanah bebas penggusuran.
Menurut Undang-Undang No 2 Tahun 2012 mengenai penyediaan Tanah bagi infrastruktur untuk Kepentingan sosial Pasal 5, pihak yang wajib memberikan tanahnya tatkala melakukan penyediaan tanah bagi Kepentingan publik, sesudah dikasih ganti rugi berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah memiliki ketetapan hukum.
Dengan mengerti faktor di atas, maka beli tanah jadi semakin cepat dan Anda pun akan terhindar dari persoalan di kemudian hari.

Iklan :
Anda sedang ingin investasi tanah atau rumah di seputaran wilayah DIY?…Kontak saja no WA di bawah ini: