Info Terbaru Jual-Beli Tanah dan Rumah di Wirobrajan Yogyakarta

  • 4 min read
  • May 22, 2020

Keuntungan Usaha Jual-Beli Tanah di Jogja dan Kiat Beli Tanah

Jual beli tanah di Jogja pastinya dapat menjadi salah satu bisnis perdagangan yang diimpikan setiap orang. Hal ini berkaitan dengan area Jogja yang sangat potensial sehingga di masa depan punya peluang nilai jual yang tinggi. Namun tentunya butuh tips tertentu agar usaha yang satu ini jadi lebih lancar.

Keunggulan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Yogyakarta merupakan suatu lokasi yang kian hari makin berkembang. Disokong oleh objek wisata dan banyaknya kampus, banyak penduduk dari kawasan lain yang tahu dan mendatangi Jogjakarta. Akibatnya, kebutuhan ruang di Jogjakarta juga naik. Hal ini mempengaruhi kenaikan banderol tanah dan properti lain. Tak heran kalau di Jogjakarta ada sebagian besar pemilik tanah yang mempunyai cara kilat menawarkan tanah.

Jogja adalah salah satu kota besar yang punya fasilitas komplit, dan makin waktu semakin bertambah ramai. Keadaan ini berkaitan dengan lokasi Jogja yang strategis lantaran beragam tempat strategis untuk membangun usaha. Seperti bisnis mal, pertokoan, rumah makan, losmen, hotel ataupun bisnis lainnya.
Banderol tanah di Jogjakarta semakin tinggi. Semakin hari harga properti atau tanah makin tinggi di Jogjakarta. Tak heran, lantaran untung yang bakal dihasilkan di kemudian hari juga akan mahal. Saat ini aja harga tanah di Jogjakarta udah cukup tinggi. Terlebih di beberapa tahun yang akan datang. Pastinya hasil yang bakal didapatkan berkali lipat. Maka, bila memiliki tanah di Jogja, pergunakan itu untuk aset. Tapi jika memang pengin jual tanah Jogja, tentunya banderol yang pas biar enggak rugi.

jual beli tanah di jogja

Kiat Membeli tanah di Jogjakarta

Buat kalian yang ingin punya tanah di Jogjakarta, tentunya butuh sebuah transaksi jual beli. Calon pembeli kudu memahami cara yang tepat untuk punya maupun membeli tanah di Jogjakarta biar enggak muncul kekecewaan nantinya. Dibawah ini tips yang bisa dilakukan:

1. Tidak Boleh grasa-grusu
Perbanyak referensi dan teliti dan bandingkan harga, area tanah, karena banyak sekali referensi tanah yang ditawarkan di Jogjakarta. Carilah wilayah yang ideal untuk beberapa tahun kedepan. Keadaan ini pasti penting untuk investasi dan memperoleh keuntungan kalau tanah bakal dijual dikemudian hari.

2. Janganlah beli kavling
Tanah kavling ialah lahan yang telah diolah. Umumnya tanah kavling telah ditentukan harga mahal oleh developer. Apabila memang mau beli tanah buat invest, beli aja tanah yang murni. Jangan membeli kavling, lantaran tak cukup untung. Terkecuali jika memang mau beli untuk dibikin rumah.

3. Jual buru-buru karena butuh
Apabila ada, cari saja penjual yang ingin menjual tanahnya lantaran mendesak. Keadaan ini bisa sangat mengutungkan sekali sebab Jual buru-buru karena butuh pasti mematok banderol yang jauh lebih rendah dari harga pasar.

4. Prediksi untung
Perkirakan dengan pasti untung di waktu mendatang. Contohnya kalau tanah akan dijual di tahun thn mendatang dengan minimum untung mencapai 17 persen. Apabila harga di waktu yang akan datang memenuhi target, maka tanah ini pastinya ideal buat invest.

5. Janganlah sekali-kali asal memilih posisi tanah
Lokasi tanah pun amat krusial. Tanah didepan jalan raya bakal lebih punya potensi meningkatnya harga yang bagus di masa depan. Beda dengan tanah didepan sungai, maupun disisi SUTET. Jangan juga beli tanah di kawasan pabrik yang membuat produk yang mudah meledak. Lokasi tanah juga harus jauh dari tempat pembuangan sampah umum dan janganlah sekali-kali sampai beli tanah gampang longsor untuk dibikin bangunan diatasnya. Karena, salah satu poin penggerak nilai suatu tanah adalah posisi. Bisa digaransi, harga jual tanah akan terus naik kalau ada di area potensial, misal jalan mudah ditempuh, dekat dengan pusat perbelanjaan, dan beberapa sarana umum. Kalau pengin beli tanah, anda harus jeli melihat areanya. Tipsnya, dengan memahami karakteristik sebuah kawasan dan memprediksi kondisinya di masa mendatang.

6. Pilihlah lokasi potensial
Lebih baik, pilih area yang strategis, misalnya lokasi yang terletak ditepi jalan raya. Tanah didepan jalan bakal begitu potensial. Disamping harganya di masa depan bakal mahal, sebelum tanah tidak di jual dapat dibuat wilayah yang mendatangkan uang. Misalnya dengan menyewakan untuk lokasi parkir, membangun warung, dan lain sebagainya.

7. Cek teritorial tanah
Pastikan bahwa area disekeliling tanah yaitu lokasi yang tentram. Pastikan pula bahwa wilayah tersebut enggak berada pada wilayah konflik.

8. Periksa keabsahan sertifikat
Keadaan ini pun sangat signifikan sebelum beli tanah untuk menghindari resiko penipuan. Pastikan penjual punya berkas yang lengkap. Lahan itu harus tercatat di Badan Partanahan Nasional.

9. Bikin kesepakatan dengan pemilik tanah
Apabila bakal berlangsung negosiasi, lakukan perjanjian dengan penjual. Mintalah kesepakatan tentang seputar transaksi. Misalnya, membayar uang muka terlebih dahulu seberapa banyak dengan garansi kalau pelunasan akan dibayar sehabis berkas lain dan berkas balik nama selesai.

10. Tidak sedang dalam status sengketa
Sebaiknya, enggak membeli tanah dengan status sengketa warisan, dalam jaminan bank, surat-suratnya enggak komplet, dan lain-lain. Tanah yang pemiliknya tidak pasti cuma akan merugikan dan menyusahkan.
Cara untuk memastikan tanah bebas dalam sengketa adalah dengan menelusuri asal-usul tanah. Pastikan kalian datang kepada lembaga sekitar sebelum beli tanah, agar mengerti sejarah tanah tersebut. Apalagi kalau tanah itu belum bersertifikat, masih berupa girik, jangan pernah Anda membikin Akta Jual Beli sebelum mengerti historinya. Walaupun berhasil bikin sertifikat tanah atas nama kalian setelah membelinya, bukan serta-merta akat tanah itu enggak bisa digugurkan di Pengadilan Tata Usaha Negara jika ternyata pihak penjual tanah bukan yang memiliki tanah.

11. Perhatikan Biaya Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah enggak cuma persoalan berapa biaya permeter persegi. Akan tetapi, cek pula poin biaya lainnya contohnya ongkos admin dengan pihak PPATK, pajak, dan lain-lain. Bila sudah seperti itu, pembuatan keabsahan kepemilikan tanah bisa selesai dengan segera.

12. Tidak Bisa Diuangkan
Tanah adalah tipe investasi bersifat tidak likuid atau tidak bisa diduitkan dalam jangka waktu cepat. Jadi sebaiknya, tanah enggak dibikin dana mendadak ataupun dana utama. Tapi sebaiknya, Anda membeli tanah untuk investasi yang berasal dari modal enggak kepakai atau duit tabungan.
Sedang jika tabungan mepet, maka dapat beli tanah yang tidak mempunyai prospek pembangunan saat ini, maupun boleh diilang, tarifnya masih terbilang terjangkau. Akan tetapi, di masa yang akan datang, tanah itu bakal bergerak naik dan Anda pun menjadi profit.

13. Tidak ada gusuran
Disisi lain, pastikan pula agar tak beli tanah milik pemerintah ataupun tanah yang berada dalam palnning pengembangan pemerintah. Lantaran, tanah ini mempunyai resiko jadi tujuan penggusuran. Dewasa ini, mempunyai sertifikat tanah tak jadi patokan tanah bebas penggusuran.
Berdasarkan UU nomor 2 thn 2012 tentang Pengadaan Tanah buat Pembangunan untuk layanan Umum psl 5, pihak yang berhak melepaskan lahannya saat pelaksanaan penyediaan tanah buat Kepentingan sosial, setelah ada ganti rugi berdasarkan ketetapan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum.
Dengan mengetahui hal-hal tadi, maka beli tanah jadi lebih aman dan kalian pun bisa terhindar dari persoalan di masa depan.

Iklan :
Anda sedang ingin investasi tanah atau rumah di seputaran area DIY?…Hubungi no WA di bawah ini: