Info Terbaru Jual Tanah-Rumah di Kab Kulonprogo

  • 4 min read
  • Dec 31, 2019

Keistimewaan Bisnis Jual-Beli Tanah di Jogja dan Tips Membeli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja pastinya dapat jadi salah satu bisnis perdagangan yang didambakan hampir semua orang. Keadaan ini berhubungan dengan area Jogjakarta yang benar-benar potensial sehingga di masa mendatang punya kans nilai jual yang tinggi. Tetapi tentunya butuh kiat khusus supaya usaha yang satu ini jadi lebih maju.

Kelebihan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Jogja ialah sebuah lokasi yang semakin waktu makin berkembang pesat. Didukung oleh destinasi wisata dan banyaknya kampus, banyak sekali masyarakat dari wilayah lain yang tahu dan mengunjungi Jogjakarta. Akibatnya, permintaan tempat di Jogja pun meningkat. Kondisi ini mempengaruhi naiknya banderol tanah dan properti yang lain. Tak aneh bila di Jogjakarta ada banyak pemilik tanah yang mempunyai cara cepat jual tanah.

Jogjakarta adalah sebuah lokasi yang mempunyai sarana lengkap, dan semakin hari kian maju. Keadaan ini berkenaan dengan wilayah Jogjakarta yang ideal karena berbagai lokasi ideal buat mengembangkan bisnis. Seperti bisnis motel, hotel, mal, ruko, makanan atau usaha lainnya.
Harga tanah di Jogjakarta makin tinggi. Kian hari banderol properti ataupun tanah semakin naik di Jogja. Tidak aneh, lantaran untung yang bakal diperoleh di jangka panjang juga bakal tinggi. Saat ini saja harga tanah di Jogja udah sangat tinggi. Terlebih lagi di tahun-tahun kedepan. Pasti hasil yang bakal didapatkan berlipat ganda. Maka, bila memiliki tanah di Jogja, pergunakan itu untuk investasi. Namun jika memang ingin jual tanah Jogja, tentu banderol yang sesuai agar tak ada kerugian.

jual beli tanah di jogja

Cara Membeli tanah di Jogjakarta

Buat kamu yang kepengin memiliki aset tanah di Jogja, pastinya dibutuhkan satu pembicaraan jual beli. Bakal pembeli harus tahu tips yang tepat untuk punya ataupun membeli tanah di Jogja supaya enggak ada kekecewaan kedepannya. Dibawah ini trik yang bisa dikerjakan:

1. Tak Boleh tergesa-gesa
Perbanyak pilihan dan survey dan perbandingan harga, lokasi tanah, lantaran terdapat banyak pilihan tanah yang ditawarkan di Jogja. Pilih lokasi yang ideal untuk tahun-tahun berikutnya. Kondisi ini tentunya penting buat investasi dan mendapatkan keuntungan apabila tanah bakal dijual dikemudian hari.

2. Janganlah sekali-kali beli kavling
Kavling merupakan lahan yang sudah diolah. Biasanya kavling sudah dipatok harga mahal oleh pengembang. Bila memang mau membeli lahan buat aset, beli saja lahan yang masih asli. Jangan beli tanah kavling, lantaran tak cukup menghasilkan. Kecuali kalau memang ingin beli buat dibangun bangunan.

3. Jual butuh
Bila perlu, cari saja penjual yang pengin jual tanahnya lantaran buru-buru karena butuh. Kondisi ini akan sangat mengutungkan sekali karena Jual butuh tentunya memasang harga yang lebih ekonomis dari banderol biasanya.

4. Perkirakan untung
Prediksi dengan pasti keuntungan di waktu mendatang. Seperti kalau tanah ingin dijual di 3 thn mendatang dengan minimum untung hingga 17 persen. Bila harga di waktu yang akan datang sesuai perkiraan, maka lahan ini pastinya ideal untuk aset.

5. Janganlah asal-asalan memilih posisi tanah
Lokasi tanah juga benar-benar krusial. Tanah didekat jalan besar pasti lebih mempunyai potensi kenaikan harga yang tinggi di masa depan. Berbeda dengan tanah ditepi sungai, ataupun ditepi tower SUTET. Hindari membeli tanah di kawasan industri yang memproduksi produk yang mudah terbakar. Lokasi tanah pun harus jauh dari area pembuangan sampah dan janganlah sampai beli tanah mudah longsor untuk dibangun rumah diatasnya. Karena, salah satu poin penggerak nilai suatu tanah yaitu lokasi. Dapat dijamin, harga tanah terus meningkat apabila ada di area potensial, seperti jalan mudah ditempuh, dekat dari mall, dan berbagai prasarana publik. Jika ingin beli tanah, anda harus jeli memperhatikan posisinya. Tipsnya, dengan memahami karakter sebuah kawasan dan memprediksi situasinya di kemudian hari.

6. Pilih lokasi strategis
Sebaiknya, pilihlah area yang strategis, misalnya wilayah yang terletak didekat jalan utama. Tanah didekat jalan raya bakal sangat menjual. Selain harganya di kemudian hari akan tinggi, sebelum tanah tidak di jual dapat dibikin area yang mendatangkan uang. Misalnya dengan menyewakan buat tempat parkir, membuka warung, dan lain sebagainya.

7. Cek teritorial tanah
Pastikan kalau lokasi diseputar tanah yaitu lokasi yang aman. Pastikan juga jika wilayah itu tak ada pada wilayah konflik.

8. Cek keoriginilan sertifikat
Kondisi ini pun benar-benar signifikan sebelum beli tanah untuk mengurangi resiko penipuan. Pastikan penjual punya berkas yang lengkap. Pastikan juga lahan itu teregistrasi di BPN.

9. Lakukan perjanjian dengan pemilik tanah
Bila bakal dilakukan negosiasi, buat kesepakatan dengan penjual. Mohon perjanjian mengenai seputaran pembayaran. Contohnya, memberikan DP terlebih dulu seberapa banyak dengan jaminan bahwa pelunasan akan dibayar sesudah berkas lain dan berkas balik nama beres.

10. Tidak sedang dalam status sengketa
Sebaiknya, tidak membeli tanah dengan status perebutan warisan, didalam jaminan bank, berkasnya enggak lengkap, dan lain sebagainya. Tanah yang hak miliknya tak terang hanya bakal menyusahkan dan merugikan.
Tips buat memastikan tanah tidak dalam status sengketa yaitu dengan menelusuri sejarah tanah. Anda wajib tanya kepada pejabat sekitar sebelum membelinya, supaya tahu asal-usul tanah tersebut. Apalagi bila tanah itu belum ada sertifikat, masih berupa surat girik, jangan sekal-kali kamu membikin Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengerti historinya. Meskipun berhasil membuat sertifikat tanah atas nama kalian sesudah membelinya, tidak serta-merta sertifikat tanah tersebut enggak bisa dibatalkan di Pengadilan Tata Usaha Negara kalau nyatanya penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Teliti Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Beli tanah tidak cuma masalah berapa harga permeter nya. Akan tetapi, teliti pula masalah ongkos lain misalnya biaya administrasi dengan bagian Pejabat Pembuat Akta Tanah, pajak, dan sebagainya. Kalau sudah begitu, pembikinan keabsahan kepemilikan tanah dapat kelar dengan segera.

12. Enggak Bisa Diuangkan
Tanah ialah tipe investasi bersifat tidak likuid atau enggak bisa diuangkan didalam waktu singkat. Maka lebih baik, tanah bukan dibuat keuangan darurat atau dana pokok. Sebaiknya, kalian beli tanah buat investasi yang dananya berasal dari modal tak kepakai ataupun uang tabungan.
Sementara bila tabungan sedikit, maka dapat beli tanah yang tidak mempunyai potensi pendirian saat ini, atau dengan kata lain, banderolnya masih tergolong terjangkau. Tapi, di kemudian hari, tanah tersebut bakal merangkak naik dan kamu pun jadi profit.

13. Tidak ada gusuran
Disamping itu, harus dipastikan agar enggak membeli tanah punya pemerintah atau tanah yang berada didalam perencanaan pengembangan negara. Karena, tanah tersebut mempunyai risiko jadi tujuan penggusuran. Sekarang ini, punya akta tanah tidak menjadi garansi tanah bebas penggusuran.
Berdasar Undang-Undang Nomer dua thn 2012 mengenai Pengadaan Tanah buat Pembangunan buat pelayanan publik psl 5, pihak yang berhak memberikan tanahnya pada saat melakukan penyediaan tanah bagi layanan publik, seusai diberikan ganti rugi berdasar ketetapan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum.
Dengan memahami hal-hal di atas, maka membeli tanah menjadi lebih lancar dan kalian pun bakal terbebas dari persoalan di kemudian hari.

Iklan :
Anda lagi mencari tanah atau rumah di seputaran wilayah Sleman?…Hubungi nomer WA di bawah ini: