Informasi Jual Beli Tanah di Lendah Kulon Progo

  • 4 min read
  • Apr 08, 2020

Keistimewaan Usaha Jual Beli Tanah di Jogja dan Trik Membeli Tanah

Jual beli tanah di Jogja pastinya dapat menjadi suatu usaha jual beli yang diidamkan sebagian besar orang. Kondisi ini berkenaan dengan area Yogya yang amat potensial sehingga di masa mendatang punya peluang nilai jual yang tinggi. Namun tentu saja dibutuhkan kiat khusus biar usaha ini jadi semakin berkembang.

Keuntungan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara garis besar, Yogyakarta ialah sebuah kota besar yang makin hari semakin berkembang. Didukung oleh basis wisata dan beragamnya kampus, banyak orang dari luar daerah yang tahu dan mengunjungi Jogja. Mengakibatkan, permintaan tempat di Jogja pun naik. Kondisi ini berpengaruh pada kenaikan harga tanah dan properti yang lain. Enggak mengherankan apabila di Jogja ada banyak pemilik tanah yang mempunyai cara kilat menawarkan tanah.

Jogja adalah sebuah lokasi yang mempunyai fasilitas memadai, dan kian waktu kian maju. Keadaan ini berkaitan dengan lokasi Jogjakarta yang ideal karena berbagai lokasi potensial untuk membangun usaha. Seperti usaha hotel, mal, ruko, rumah makan, motel atau bisnis lain.
Harga tanah di Jogja sangat tinggi. Semakin hari banderol tanah atau properti kian mahal di Jogja. Tak heran, karena keuntungan yang bakal diperoleh di kemudian hari juga akan mahal. Sekarang ini aja banderol tanah di Jogja sudah amat mahal. Terlebih lagi di beberapa tahun kedepan. Tentunya keuntungan yang bakal didapatkan berlipat ganda. Maka, bila punya tanah di Jogja, pakai itu untuk aset. Tetapi jika memang mau jual tanah Jogja, tentu banderol yang pas biar tidak rugi.

jual beli tanah di jogja

Trik Beli tanah di Jogja

Bagi Anda yang kepengin mempunyai investasi tanah di Jogjakarta, pastinya butuh suatu negosiasi jual beli. Bakal pembeli kudu tahu cara yang tepat untuk punya atau beli tanah di Jogja biar tak timbul penyesalan dikemudian hari. Berikut kiat yang bisa dikerjakan:

1. Tidak Boleh terburu-buru
Perbanyak referensi dan survey dan bandingkan harga, wilayah tanah, karena ada beragam referensi tanah yang di jual di Jogja. Pilih lokasi yang ideal untuk tahun-tahun kedepan. Kondisi ini tentu penting buat investasi dan memperoleh keuntungan bila tanah akan dijual nantinya.

2. Janganlah sekali-kali beli kavling
Kavling merupakan tanah yang telah diatur. Umumnya kavling telah ditetapkan banderol tinggi oleh developer. Kalau memang pengin membeli tanah untuk investasi, belilah lahan yang masih utuh. Jangan membeli kavling, lantaran enggak cukup untung. Kecuali bila memang pengin beli untuk didirikan rumah.

3. Jual butuh
Jika perlu, cari penjual yang mau menjual tanahnya karena buru-buru karena butuh. Hal ini bisa sangat mengutungkan sekali karena Jual buru-buru karena butuh pasti memasang harga yang jauh lebih rendah dari harga umumnya.

4. Estimasi keuntungan
Prediksi dengan pasti untung di masa mendatang. Misalnya apabila tanah bakal di jual lagi di tahun thn mendatang dengan min laba mencapai 17%. Apabila harga di masa depan memenuhi target, maka tanah ini pasti cocok untuk aset.

5. Janganlah sembarangan memilih posisi tanah
Posisi tanah pun betul-betul penting. Tanah disisi jalan pasti lebih mempunyai peluang kenaikan harga yang baik di waktu mendatang. Beda dengan tanah didekat sungai, ataupun dibawah SUTET. Jangan pula beli tanah di area pabrik yang membikin sesuatu yang mudah terbakar. Posisi tanah pun mesti jauh dari lokasi pembuangan sampah dan janganlah sampai membeli tanah bergerak untuk didirikan tempat tinggal di atasnya. Karena, poin penting penggerak nilai suatu tanah yaitu area. Dapat digaransi, harga jual tanah akan terus naik kalau terletak di lokasi strategis, seperti akses jalan gampang ditempuh, tidak jauh dengan pasar, dan sejumlah sarana sosial. Jika kepengin beli tanah, maka wajib teliti mengecek lokasinya. Tipsnya, dengan memahami karakter sebuah kawasan dan mengira-ngira keadaannya di masa depan.

6. Pilihlah lokasi ideal
Sebaliknya, pilih saja wilayah yang potensial, contohnya lokasi yang ada disisi jalan. Tanah disisi jalan bakal begitu menjual. Disamping harganya di waktu mendatang bakal meningkat, selama tanah tidak dijual bisa dibikin area yang menghasilkan duit. Contohnya dengan menyewakan sebagai tempat parkir, mendirikan warung makanan, dan sebagainya.

7. Teliti teritorial tanah
Pastikan kalau area diseputar tanah yaitu wilayah yang aman. Pastikan juga kalau area tersebut tidak terletak di area berbahaya.

8. Periksa keaslian sertifikat
Keadaan ini juga betul-betul penting saat mau beli tanah untuk mengurangi resiko penipuan. Penjual mesti punya dokumen yang lengkap. Lahan tersebut wajib teregistrasi di Badan Partanahan Nasional.

9. Bikin kesepakatan dengan penjual
Kalau akan berlangsung pembicaraan, buat perjanjian dengan pemilik tanah. Mintalah kesepakatan tentang seputaran transaksi. Seperti, membayar DP terlebih dahulu berapa persen dengan jaminan bahwa pelunasan akan dilakukan seusai berkas lainnya dan surat-surat balik nama selesai.

10. Tidak dalam sengketa
Sebaiknya, jangan beli tanah berstatus sengketa warisan, dalam jaminan bank, berkasnya tak komplit, dan lain sebagainya. Tanah yang kepemilikannya tak jelas hanya akan menyusahkan dan merugikan.
Kiat untuk mengetahui tanah tidak dalam status sengketa yaitu dengan menelusuri histori tanah. Anda harus tanya ke aparat sekitar sebelum membelinya, agar tahu riwayat tanah itu. Terlebih bila tanah itu belum bersertifikat, masih berwujud girik, jangan sekal-kali kalian membuat Akta Jual Beli (AJB) sebelum tahu riwayatnya. Meskipun bisa membuat sertifikat atas nama Anda setelah membeli, tak terus akat tanah itu enggak dapat digugurkan di Pengadilan Tata Usaha Negara kalau kenyataannya penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

11. Cek Biaya Pengurusan Jual Belinya
Beli tanah bukan sekedar persoalan berapa harga per meter nya. Namun, cek juga masalah ongkos lainnya misalnya biaya administrasi dengan bagian notaris, perpajakan, dan lain sebagainya. Bila sudah begitu, pembuatan keabsahan kepemilikan tanah bisa kelar dengan cepat.

12. Enggak Likuid
Tanah ialah moel investasi bersifat enggak likuid atau tak dapat diduitkan dalam waktu yang singkat. Maka alangkah baiknya, tanah enggak dijadikan dana mendesak atau dana pokok. Tapi sebaiknya, kalian membeli tanah buat investasi yang dananya berasal dari uang tidak kepakai atau tabungan masa depan.
Sedangkan apabila tabungan mepet, maka bisa beli tanah yang belum memiliki potensi pengembangan sekarang ini, maupun boleh diilang, banderolnya masih sangat terjangkau. Tetapi, di kemudian hari, tanah itu bakal merangkak naik dan kalian pun menjadi untung.

13. Bebas Penggusuran
Disamping itu, pastikan juga untuk tidak membeli tanah punya pemerintah atau tanah yang masuk ke dalam palnning pengembangan negara. Sebab, tanah ini mempunyai resiko jadi tujuan pembebasan lahan. Sekarang ini, punya sertifikat tanah tak menjadi garansi tanah bebas dari penggusuran.
Berdasar UU No dua thn 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangunan untuk Kepentingan publik Pasal lima, pihak yang wajib melepaskan lahannya ketika pelaksanaan Pengadaan tanah untuk pelayanan sosial, setelah dikasih ganti rugi berdasarkan ketetapan pengadilan yang sudah mempunyai ketetapan hukum.
Dengan mengerti faktor di atas, maka beli tanah menjadi makin cepat dan Anda pun bisa terbebas dari permasalahan di kemudian hari.

Iklan :
Anda lagi ingin beli tanah atau rumah di sekitar area DIY?…Hubungi nomer WA di bawah ini: