Informasi Jual-Beli Tanah di Purwosari Gunung Kidul

  • 4 min read
  • Oct 14, 2019

Keunggulan Usaha Jual Beli Tanah di Jogja dan Tips Membeli Tanah

Jual-beli tanah di Jogja tentunya dapat jadi sebuah usaha jual beli yang didambakan hampir semua orang. Keadaan ini berkenaan dengan area Jogja yang benar-benar ideal sehingga di masa yang akan datang memiliki peluang harga jual yang bagus. Akan tetapi tentu saja dibutuhkan trik khusus supaya usaha yang satu ini jadi makin lancar.

Keistimewaan Bisnis Jual Tanah Jogja

Secara umum, Yogya adalah sebuah area yang kian hari kian berkembang. Didukung oleh objek wisata dan banyaknya perguruan tinggi, banyak orang dari luar wilayah yang kenal dan berkunjung ke Jogja. Akibatnya, kebutuhan lahan di Jogja juga meningkat. Kondisi ini berdampak kepada naiknya banderol tanah dan properti lain. Tak mengherankan bila di Jogja ada banyak pemilik tanah yang memiliki trik tepat jual tanah.

Jogjakarta ialah sebuah lokasi yang memiliki sarana komplet, dan makin waktu makin bertambah ramai. Kondisi ini berkaitan dengan lokasi Jogjakarta yang strategis lantaran beragam tempat potensial buat membangun bisnis. Misalnya usaha motel, hotel, mal, ruko, makanan atau usaha lainnya.
Harga tanah di Jogja makin bersaing. Semakin hari harga tanah maupun properti makin naik di Jogja. Tidak mengherankan, lantaran keuntungan yang bakal diperoleh di jangka panjang juga bakal mahal. Baru-baru ini saja banderol tanah di Jogja udah cukup tinggi. Apalagi di tahun-tahun kedepan. Pastinya keuntungan yang akan didapat berlipat ganda. Maka, bila mempunyai tanah di Jogjakarta, gunakan itu untuk aset. Namun kalau memang pengin jual tanah Jogja, tentu harga yang tepat agar tak rugi.

jual beli tanah di jogja

Tips Beli tanah di Jogja

Buat Anda yang berencana mempunyai tanah di Jogjakarta, tentu diperlukan sebuah transaksi jual beli. Bakal calon pembeli mesti mengetahui cara yang sesuai untuk punya maupun beli tanah di Jogja agar enggak muncul perasaan kecewa kedepannya. Dibawah ini trik yang bisa dilaksanakan:

1. Jangan grasa-grusu
Banyakin pilihan dan cek dan perbandingan harga, wilayah tanah, lantaran banyak sekali referensi tanah yang di jual di Jogja. Pilihlah lokasi yang strategis untuk beberapa tahun kedepan. Hal ini pasti krusial untuk invest dan memperoleh keuntungan apabila tanah bakal dijual dimasa depan.

2. Janganlah beli kavling
Tanah kavling ialah lahan yang sudah diolah. Umumnya tanah kavling sudah dipatok harga mahal oleh pengembang. Kalau memang pengin beli tanah untuk investasi, beli aja tanah yang utuh. Janganlah beli tanah kavling, lantaran tak cukup untung. Kecuali apabila memang kepengin beli untuk dibikin bangunan.

3. Jual buru-buru karena butuh
Apabila ada, cari saja penjual yang ingin menjual tanahnya karena mendesak. Keadaan ini akan sangat mengutungkan sekali sebab Jual buru-buru karena butuh tentunya menawarkan banderol yang lebih rendah dari harga biasa.

4. Prediksi keuntungan
Prediksi secara pasti untung di masa depan. Misalnya bila tanah akan dijual di 3 tahun mendatang dengan minimal laba mencapai 17%. Jika harga di masa depan memenuhi harapan, maka tanah ini pastinya potensial buat investasi.

5. Jangan asal-asalan memilih area tanah
Lokasi tanah juga betul-betul krusial. Tanah ditepi jalan akan lebih memiliki kesempatan kenaikan harga yang baik di kemudian hari. Berbeda dengan tanah didepan sungai, atau didekat tower SUTET. Hindari beli tanah di kawasan industri yang memproduksi sesuatu yang gampang terbakar. Posisi tanah pun kudu jauh dari area pembuangan sampah dan janganlah sampai beli tanah bergerak untuk dibangun rumah di atasnya. Karena, poin utama penggerak nilai sebuah tanah yaitu posisi. Dapat dijamin, harga jual tanah akan meningkat bila ada di area ideal, seperti rute gampang ditempuh, tidak jauh dengan mall, dan berbagai prasarana umum. Apabila mau membeli tanah, maka wajib jeli mengecek posisinya. Tipsnya, dengan memahami karakteristik sebuah daerah dan memprediksi kondisinya di masa depan.

6. Pilih area strategis
Lebih baik, pilih area yang ideal, contohnya wilayah yang terletak disisi jalan. Tanah disisi jalan raya bakal begitu berharga. Selain harganya di masa depan bakal meningkat, selama tanah tak dijual bisa dijadikan lokasi yang mendatangkan untung. Seperti dengan menyewakan buat tempat parkir, membangun rumah makanan, dan lain sebagainya.

7. Cek teritorial tanah
Pastikan bahwa wilayah disekeliling lahan ialah wilayah yang aman. Pastikan pula jika wilayah itu enggak berada pada wilayah konflik.

8. Periksa keoriginilan sertifikat
Hal ini juga benar-benar signifikan sebelum beli tanah untuk meminimalisir risiko penipuan. Pastikan penjual punya berkas yang lengkap. Lahan itu harus teregistrasi di BPN.

9. Bikin perjanjian dengan penjual
Apabila bakal berlangsung negosiasi, buat kesepakatan dengan pemilik tanah. Mohonkan perjanjian mengenai seputaran transaksi. Misalnya, membayar Down Payment lebih dulu sekian persen dengan jaminan jika pelunasan akan dilakukan sehabis dokumen yang lain dan dokumen balik nama rampung.

10. Bebas status sengketa
Lebih baik, enggak membeli tanah berstatus rebutan warisan, masih menjadi agunan bank, berkasnya tidak komplit, dan sebagainya. Tanah yang pemiliknya enggak pasti cuma bakal merugikan dan menyusahkan.
Cara buat mengetahui tanah bebas dalam sengketa ialah dengan menelusuri riwayat tanah. kalian wajib bertanya ke aparat sekitar sebelum membelinya, biar mengerti sejarah tanah itu. Apalagi bila tanah itu belum bersertifikat, masih berupa surat girik, jangan sekal-kali kalian membuat Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengetahui sejarahnya. Sekalipun berhasil membuat sertifikat atas nama kamu sehabis membeli, tak berarti sertifikat tanah itu tak dapat dibatalkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kalau ternyata penjual tanah bukan yang mempunyai tanah.

11. Teliti Ongkos Pencatatan Jual Belinya
Membeli tanah tidak sekedar perkara berapa harga permeter persegi. Tapi, perhatikan pula poin biaya yang lainnya seperti biaya admin dengan bagian notaris, pajak, dan sebagainya. Kalau sudah seperti itu, pembuatan keabsahan kepemilikan tanah bisa rampung dengan segera.

12. Enggak Bisa Diuangkan
Tanah ialah tipe investasi yang sifatnya tak likuid atau tidak bisa diuangkan dalam jangka waktu singkat. Maka sebaiknya, tanah bukan dibikin dana darurat ataupun dana pokok. Sebisa mungkin, kalian beli tanah untuk invest yang dananya berasal dari modal tak terpakai ataupun duit tabungan.
Sementara kalau uang terbatas, maka bisa membeli tanah yang tidak mempunyai prospek pendirian saat ini, atau dengan kata lain, tarifnya masih sangat terjangkau. Akan tetapi, di kemudian hari, tanah itu bakal bergerak naik dan kalian pun jadi profit.

13. Tidak ada gusuran
Disamping itu, harus dipastikan agar enggak membeli tanah milik negara maupun tanah yang berada ke dalam perencanaan pengembangan pemerintah. Karena, tanah itu mempunyai risiko jadi tujuan pembebasan lahan. Saat ini, memiliki sertifikat tanah tidak menjadi patokan tanah bebas dari penggusuran.
Menurut Undang-Undang nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan bagi layanan publik psl 5, pihak yang berhak merelakan lahannya tatkala berlangsungnya penyediaan tanah buat layanan Umum, sehabis dikasih ganti rugi berdasar keputusan pengadilan yang sudah punya ketetapan hukum.
Dengan memahami poin tadi, maka pembelian tanah jadi semakin cepat dan kalian pun bakal terhindar dari persoalan di kemudian hari.

Iklan :
Anda lagi ingin investasi tanah atau rumah di seputaran wilayah Jogja?…Kontak nomor WA di bawah ini: