Jual-Beli Rumah di Jetis Yogyakarta

  • 4 min read
  • Dec 16, 2019

Kelebihan Usaha Jual-Beli Rumah di Jetis Yogyakarta dan Tips Membeli Rumah

Memiliki rumah sendiri adalah suatu dambaan keinginan setiap orang, apalagi setiap orang dewasa yang sudah nikah. Dengan punya rumah sendiri pribadi, tentu hidup terasa lebih tentram di bandingkan harus mengontrak rumah, apalagi dibandingkan jika tinggal di rumah orangtua atau mertua. Mempunyai rumah sendiri apalagi di kota besar seperti Jetis Yogyakartakarta memang tidak mudah karena harga rumah yang terbilang cukup tinggi. Buat orang yang gajinya besar memang tidak masalah, tetapi buat sebagian besar masyarakat yang berpenghasilan rendah tentu saja jadi masalah besar.

Jual beli rumah di Jetis Yogyakarta tentu dapat menjadi suatu bisnis dagang yang diidamkan hampir semua orang. Hal ini berkaitan dengan area Yogya yang amat ideal sehingga di masa depan memiliki prospek nilai jual yang bagus. Tetapi tentu saja butuh kiat khusus biar bisnis ini jadi semakin lancar.

Keunggulan Bisnis Jual Beli Rumah Jetis Yogyakarta

Secara garis besar, Jogjakarta ialah sebuah lokasi yang makin waktu makin berkembang pesat. Ditopang oleh destinasi wisata dan banyaknya universitas, sangat banyak orang dari wilayah lain yang mengenal dan mengunjungi Jogja. Menyebabkan, kebutuhan tempat di Jogja pun tinggi. Keadaan ini berpengaruh pada kenaikan banderol rumah dan properti yang lain. Enggak aneh apabila di Jogja ada banyak pemilik rumah yang punya tips kilat memasarkan rumah.

Jogjakarta merupakan salah satu kota besar yang memiliki sarana komplit, dan semakin hari semakin berkembang pesat. Hal ini berkenaan dengan wilayah Jogjakarta yang ideal karena berbagai lokasi strategis buat mendirikan usaha. Contohnya bisnis hotel, mal, ruko, restoran, penginapan ataupun usaha lain.
Banderol rumah di Jogja sangat tinggi. Kian hari banderol properti maupun rumah kian mahal di Jogjakarta. Enggak mengherankan, karena keuntungan yang bakal didapatkan di kemudian hari juga akan tinggi. Sekarang ini saja harga rumah di Jogjakarta sudah sangat mahal. Apalagi di beberapa tahun yang akan datang. Pasti untung yang akan didapatkan berkali-kali lipat. Maka, bila memiliki rumah di Jogjakarta, gunakan itu untuk investasi. Namun apabila memang mau jual rumah Jogja, tentu banderol yang sesuai supaya tidak rugi.

 Jual-Beli Rumah di Jetis Yogyakarta

Cara Beli rumah di Jogja

Untuk kamu yang kepengin memiliki rumah di Jogja, pasti butuh suatu transaksi jual beli. Bakal calon pembeli wajib memahami kiat yang pas untuk punya atau beli rumah di Jogjakarta agar tak muncul penyesalan dikemudian hari. Berikut cara yang bisa dikerjakan:

1. Jangan terburu-buru
Banyakin referensi dan cek serta bandingkan harga, area rumah, lantaran banyak sekali referensi rumah yang ditawarkan di Jogja. Pilihlah wilayah yang strategis untuk beberapa tahun yang akan datang. Keadaan ini pasti krusial sekali untuk investasi dan memperoleh untung apabila rumah akan dijual nantinya.

2. Penjual buru-buru karena butuh
Bila perlu, cari penjual yang kepengin jual rumahnya lantaran buru-buru karena butuh. Keadaan ini bakal sangat menguntungkan karena Jual buru-buru karena butuh pasti memasang banderol yang jauh lebih ekonomis dari banderol umumnya.

3. Prediksi untung
Estimasi dengan pasti untung di masa depan. Misalnya apabila rumah ingin di jual kembali di tahun thn yang akan datang dengan min untung mencapai 17 persen. Bila harga di masa depan memenuhi harapan, maka rumah itu pastinya ideal di jadikan invest.

4. Janganlah sembarangan memilih posisi rumah
Lokasi rumah juga benar-benar penting. Rumah didekat jalan utama akan lebih memiliki potensi kenaikan harga yang bagus di masa yang akan datang. Beda dengan rumah didekat sungai, atau disisi menara SUTET. Hindari beli rumah di area pabrik yang membuat produk yang mudah meledak. Area rumah pun wajib jauh dari tempat pembuangan sampah dan jangan sampai beli rumah bergerak. Karena, salah satu poin penggerak harga suatu rumah ialah lokasi. Dapat digaransi, harga jual rumah terus naik kalau berada di lokasi potensial, seperti rute mudah ditempuh, tidak jauh dengan pusat perbelanjaan, dan sejumlah sarana publik. Apabila ingin beli rumah, kalian mesti teliti melihat posisinya. Kiatnya, dengan mempelajari karakteristik sebuah kawasan dan mengira-ngira kondisinya di kemudian hari.

5. Pilih lokasi potensial
Lebih baik, pilih lokasi yang potensial, seperti area yang berada disisi jalan. Rumah ditepi jalan raya bakal lebih menjual. Disamping harganya di waktu yang akan datang akan mahal, selama rumah enggak dijual bisa dijadikan wilayah yang mendatangkan uang. Contohnya dengan menyewakan untuk lahan parkir, mendirikan rumah makan, dan sebagainya.

6. Cek teritorial rumah
Pastikan kalau area disekitar rumah adalah area yang tentram. Pastikan juga jika lokasi itu enggak berada pada wilayah berbahaya.

7. Teliti keabsahan sertifikat
Kondisi ini pun benar-benar penting saat ingin beli rumah untuk menghindari risiko penipuan. Pastikan penjual mempunyai surat-surat yang komplet. Lahan itu harus terdaftar di BPN.

8. Bikin perjanjian dengan pemilik rumah
Bila bakal dilakukan negosiasi, buat kesepakatan dengan penjual. Mintalah kesepakatan mengenai seputaran transaksi. Contohnya, membayar Down Payment lebih dahulu sekian persen dengan garansi jika pelunasan bakal dibayar sehabis berkas lainnya dan dokumen balik nama selesai.

9. Bebas status sengketa
Lebih baik, jangan beli rumah berstatus rebutan warisan, dalam jaminan bank, berkasnya enggak lengkap, dan lain-lain. Rumah yang pemiliknya tidak terang cuma bakal menyusahkan dan merugikan.
Kiat buat memastikan rumah bebas dalam sengketa yaitu dengan menelusuri histori rumah. Pastikan kamu datang ke pejabat tertentu sebelum membelinya, agar mengetahui histori rumah tersebut. Terlebih kalau rumah tersebut tidak bersertifikat, masih berbentuk surat girik, jangan sekal-kali kalian membuatkan Akta Jual Beli sebelum mengetahui asal-usulnya. Sekalipun dapat membuat sertifikat rumah atas nama kamu setelah membelinya, bukan serta-merta akat rumah itu tak dapat digugurkan di Pengadilan Tata Usaha Negara bila nyatanya penjual rumah bukan yang berhak menjualnya.

10. Teliti Ongkos Pengurusan Jual Belinya
Membeli rumah enggak sekedar persoalan berapa harga permeter nya. Tetapi, perhatikan juga faktor biaya lain contohnya biaya pencatatan dengan pihak Pejabat Pembuat Akta Rumah, perpajakan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, pembuatan keabsahan kepemilikan rumah bisa kelar dengan segera.

11. Enggak Likuid
Rumah adalah jenis investasi bersifat tidak likuid atau enggak bisa diuangkan didalam waktu yang cepat. Maka alangkah baiknya, rumah bukan dijadikan keuangan darurat ataupun keuangan pokok. Sebisa mungkin, Anda membeli rumah buat investasi yang berasal dari uang enggak kepakai atau tabungan masa depan.
Sementara kalau tabungan terbatas, maka bisa membeli rumah yang tidak ada potensi pendirian saat ini, atau dengan kata lain, tarifnya masih terbilang ekonomis. Tapi, di kemudian hari, rumah itu bakal beranjak naik dan Anda pun menjadi laba.

12. Bebas Penggusuran
Disamping itu, mestis dipastikan untuk enggak membeli rumah punya pemerintah atau rumah yang berada didalam perencanaan pengembangan pemerintah. Lantaran, rumah tersebut mempunyai resiko jadi target pembebasan lahan. Dewasa ini, punya akta rumah tidak menjadi garansi rumah bebas dari penggusuran.
Berdasarkan Undang-Undang nomor dua Tahun 2012 mengenai penyediaan Rumah untuk Pembangunan bagi pelayanan sosial psl 5, pihak yang berhak melepaskan rumahnya saat pelaksanaan Pengadaan rumah bagi Kepentingan sosial, setelah diberi ganti rugi menurut keputusan pengadilan yang telah memiliki kepastian hukum.
Dengan mengerti poin tadi, maka membeli rumah jadi semakin cepat dan kamu pun bakal terbebas dari masalah di masa depan.

Anda sedang membaca artikel tentang : Jual-Beli Rumah di Jetis Yogyakarta
Kontak :
Anda lagi ingin membeli rumah atau rumah di seputaran area DIY?…Kontak saja nomor WA di bawah ini: